President'S Favorite Cute Wife

President'S Favorite Cute Wife
kaca mata


__ADS_3

malam berlalu, pagi pun tiba Anya bangun dari tidur nya dan melihat dirinya di depan cermin, mata yang merah dan bengkak, Anya yang melihat dirinya di cermin membuat air matanya jatuh lagu


"tenang Anya, tenang, apapun yang terjadi ini adalah pilihan mu sendiri" gumam Anya sambil menghapus air matanya


"drt drt drt"


Anya melihat ke arah telpon genggamnya, setelah beberapa saat dia mengangkatnya karna berisik


📞"halo, siapa yah?" tanya Anya yang memulai pecakpan


📞"Nay ni gua, ikut kumpul gak kita lagi ngumpul ni sama temen-temen di cafe nya memey" ucap Yuna


📞"ini loe Yun?" tanya Anya


📞"iya, loe malah nanya, gua butuh jawaban ikut kumpul gak?" tanya balik Yuna


📞"sorry, Anya pikir siapa, nomor nya gk kenal" saut Anya


📞"oh ini nomor baru, handphon kemarin ilang gk tau di mana, jadi beli lagi deh?" ucap Yuna


📞"ouh" respon Anya


📞"mau datang gk, ntar gua jemput?" ucap Yuna


📞"Anya pikirin dulu deh" saut Anya


📞"Nay loe bad mood ya?" tanya Yuna


📞"sorry Yun, kak Louis panggil Anya, jadi sampai jumpa ya, bye" saut Anya langsung mematikan telponnya


Anya turun kebawah setelah selesai mandi dan ganti baju, saat di tangga Anya di sapa bi jumi dan pembantu lainnya


"pagi non" sapa pembantu


"pagi bi, di mana Louis?" ucap Anya yang melihat sekeliling


"itu non tuan lagi sarapan" saut bi Jumi


bi Jumi yang melihat Anya, merasa heran karna matanya bengkak dan gak banyak bicara

__ADS_1


setelah mendengar dari bi Jumi bahwa Louis sedang sarapan, Anya menghampiri nya


"kak…" Anya yang inisiatif memulai percakapan tapi dengan ragu


sedangkan Louis tak mendengarkannya malah terus lanjut makan


"kak… Anya mau ketemu temen-temen yak" ucap Anya dengan suara yang pelan


"pergi aja, gak perlu minta izin saya, mulai dari sekarang mau pergi kemanapun anda tidak perlu minta izin saya" ucap tio yang langsung menyelesaikan sarapannya dan pergi


Anya menundukan kepalanya dan meremas rok nya dengan kedua tangannya


"waktu satu bulan itu terlalu sebentar" gumam Anya


"Yun aku kesana sekarang" Anya yang mengirim pesan pada Yuna


"Nay gua jemput di mana rumah baru loe?" tanya Yuna


Anya yang sudah keluar naik taxi tak melihat telponnya lagi, sedangkan Yuna terus-terusam melihat handphonennya menunggu balasan dari Anaya


"hey" saut Anya yang datang ke kursi mereka


"Nay gimana kabar loe?" tanya Memey dengan semangat


"katanya ngumpul sama temen, kok cuma kita" ucap Anya


"emang sama temen-temen kok" saut Yuna


"mereka ada di resto" ucap Memey


"hah resto? ngapain, bukannya kita mau kumpul di sini" tanya Anya


"emang awalnya kita mau ngumpul di sini, tapi katanya Alex mau traktir kita makan di resto, jadi mereka pada pergi deh" saut Yuna


"kok kalian belum kesana?" tanya


"tadi tun Memey di telpon sama nyokapnya di suruh chek out dulu kondisi cafe" saut Yuna


"ah sorry donk kan gak tau bakalan di suruh nyokap buat chek out" ucap Memey

__ADS_1


"mending kita susul mereka" saut Anya


"oke, baby kita berangkat" sontak Memey


"Nay by the way mata loe kenapa? kacamatanya gak di lepas" tanya Yuna


"gak tau kenapa mata ku bengkak saat bangun tidur" jawab Anya


seperti biasa mereka risih bareng selama perjalanan, karna restoran yang di tuju deket jadi mereka sampai lebih cepet apalagi yang bawa mobil nya si memey


"kita sampai" ucap Yuna


"ouh kita makan di sini?" tanya Anya


"iya, cepet cacing-cacing di perut sudah kelaparan" saut Memey


"iya ayo masuk" ucap Anya sambil tersenyum


Anya masuk ke restoran itu tanpa dia sadari telah berpapasan dengan meja Louis, tapi Anya sama sekali gk melihat ke arahnya karna gk tau, sedangkan Louis memperhatikannya dengan tatapan tajam


"ekhem ekhem" seorang teman yang berpura-pura batuk


"apaan si batuk-batuk ga jelas" ucap Alex


"liat dong bro di belakang loe, bunga sekolah kita Anya" saut Leo


"Anya!" gumam Alex sambil menoleh ke belakang


Anya hanya tersenyum karna mood nya kurang bagus


"sampai kapan kalian mau berdiri?" tanya irpan


"ha, oke" saut Yuna


mereka bertiga duduk dan seperti biasa mereka bercanda tertawa dengan lepas sedangkan Anya hanya memegang gelasnya dan memutar-mutarkan sedotan dalam minumannya


"Anya kamu kenapa?" tanya Alex sambil melepas kacamata yang di pakai Anya


semua orang yang sedang tertawa terhentikan saat melihat mata Anya yang merah dan bengkak

__ADS_1


__ADS_2