
pada awalnya aku sangat bahagia karna aku dan kak Louis seperti selayaknya keluarga yang harmonis, tapi tidak di sangka suatu hal yang membuatnya berubah total menjadi orang yang tidak ku kenali sama sekali.
malam hari
"sayang sudah hampir satu bulan kita menikah, sudah seharusnya kamu melayaniku" ucap Louis yang mendekam Anaya di atas ranjangnya sambil memainkan helaian rambut Anya
"me… melayani!?" saut Anya yang merasa malu, tapi ia juga merasa bahagia
"iya" ucap Louis sambil tersenyum nakal, semua yang ia inginkan tertulis di wajanya
" Anya… Anya…" saut Anya sambil duduk dan terus mundur
"bi jumi" teriak Louis
bi jumi yang sudah peka masuk ke kamar dengan membawa buket bunga lili merah, setelah memberikan itu pada Louis bi jumi langsung keluar lagi.
"untuk merayakan pengalaman pertama kita" ucap Louis
"lili merah? bukanya arti dari bunga lili merah ini melambangkan ke gairahan?" gumam Anya dalam hati
"gk suka?" tanya Louis
"suka kok, Anya suka" ucap Anya sambil mengambil bunga itu dan mencium aroma bungannya
__ADS_1
"apa?! ada apa denganku?! kenapa rasanya aku mual mencium aroma ini" gumam Anya dalam hati
Anya yang merasa mual pun bergegas ke toilet, Anya yang sudah hampir satu bulan tidak dapat bulan pun langsung merasa takut, Anya keluar dari kamar mandi tapi tak di sangka di kamarnya sudah ada orang lain yang menemani Louis
"kamu duduk sini!" ucap Louis
dengan rasa takut Anya menghampirinya, tangannya gemetar mukanya pucat langkah nya sangat lambat
"Vid, coba lo periksa!" ucap Louis
"cie… yang khawatirin istrinya" ledek David pada Louis
"ah diam loe, periksa aja, gua takut nya ada alergi sama bunga" ucap Louis
"bro, loe takut amat si, tenang aja istri loe gk ada alergi apa-apa, cuma ada satu berita buat loe" ucap David
"apaan tu Vid?" tanya Louis dengan rasa penasaran
"sebentar lagi kamu bakal jadi ayah" ucap David
"apa? Ayah?"saut Louis
"kenapa? kayaknya loe gk seneng" ucap David
__ADS_1
"haha, tentu aja gua seneng, sono cepet pulang, jangan ganggu di sini" ucap Louis sambil tersenyum kikuk
David keluar dari kamar Louis
"gua masih gk nyangka si, kalau istri si galak ini ternyata gadis yang dulu sering ikutin dia kemana-mana" gumam David di luar pintu kamar
"bisa jelasin, apa maksudnya?" tanya Louis sambil mencekam tangan Anya dengan kuat
"ini kak, sebenarnya Anya…" saut Anya yang bingung harus jawab apa
"kamu minta orang tua kamu percepat pernikahan karna malamnya kamu abis tidur sama laki-laki, kamu mau aku jadi ayah dari anak haram ini?" ucap louis dengan sangat kesal
"kak sebenatnya anak ini…"
"anak ini apa? anak ini bukan anak haram, terus apa kalau bukan anak haram" ucap Louis dengan nada lantang
Anaya hanya terdiam seketika tubuhnya terasa sangat lemas dia ingin menceritakan semuanya namun Anya berpikir bahwa itu hanya sia-sia
"mulai dari hari ini sampai seterusnya kita hanya suami istri di atas kertas, sampai dimana perusahaan kita memiliki untung yang sama aku akan menceraikanmu, kamu hanyalah alat untuk bisnis ku" ucap Louis sambil keluar dari kamar
"huhu~huhu~huhu" Anya menangis dengan histeris di kamarnya, Anya benar-benar menyesal karna memilih untuk menikah dengan nya namun sekarang apalah buat sudah terlambat
"bagaimanapun nasi telah menjadi bubur"
__ADS_1
*Nex tim**e*……