President'S Favorite Cute Wife

President'S Favorite Cute Wife
villa


__ADS_3

"ha… iya iya" jawab Anaya dengan malu dan ragu


...mereka semua berkumpul di ruang kluarga bebincang-bincang setelah beberapa lama akhirnya mereka pun selesai mengobrol, tentu saja setelah mereka ganti pakaian...


"kalau gitu kami pamit" ucap Marisa


"ntar mae lagi kesini" saut Mamih Yuni


"mah pah Louis juga pamit ya" ucap Lous dengan hormat


"kemana? gk nginep dulu di sini?" tanya Mamih Yun dan semua kluarga serempak


"maaf mah bukan gak mau tapi Louis udah siapin villa buat Anaya di sana" ucap Louis


...seketika Anaya terdiam karena terhari dengan apa yang di katakan Louis...


"begitu tidak sabarnya kah?" ucap Mamih Yun sambil menggoda dan meruju makdud lain


"Anya kamu mau siapin pakaian gk?" tanya Louis pada Anaya dengan lembut


"iya kak, tunggu Anya ambil dulu beberapa pakaian Anya" jawab Anaya


"kedepannya jangan panggil kakak lagi ya" ucap Louis sambil tersenyum ramah dan mengelus kepalanys


"iya" saut Anya sambil pergi ke kamar nya


"ahh… aku pikir kak Louis akan bersikap dingin dan kasar padsku, tapi ternyata enggak" gumam Anaya sambil terus mengemas pakaiannya


di lantai bawah

__ADS_1


"aku berharap kamu tidak menyakiti adikku" ucap Kevino


"tenang aja kakak ipar, tidak akan" saut Louis


"panggil aja seperti biasa Kevin, gk usah kakak ipar, terlalu formal" ucap Kevino


"kamu jaga baik-baik ya Anya hatinya masih seperti anak-anak" ucap Ririn


Louis hanya menganggukkan kepalanya


"kak Louis" teriak Anya dari tangga


"jangan lari, sini kopernya biar saya yang bawa" ucap Louis


lagi-lagi Anaya tertipu kata-kata manisnya


"hati-hati yak" ucap mamih Yun


"iya mah pah tenang aja" ucap Louis sambil mengecup punggung tangan orang tua Anaya lalu pergi keluar setelah berpamitan


"mah, pah, kak luna pergi do'ain Anya yah" ucap Anya sambil bergegas masuk mobil


"Kak?" ucap Anaya samb8l melihat ke arsh Louis


"hm" Louis hanya menjawabnya dengan itu dan muka yang malas


Anaya pun diam dan sepanjang jlan menjadi sunyi dan canggung


sesampainya di villa

__ADS_1


Anaya masuk ke villa itu setelah Louis


"ikut aku" ucap Louis


Louis mengajak Anaya ke lobi atas dia memegang tangan Anaya, Anaya merasa senang dia tersenyum


"kmu merasa senang bukan dengan pernikahan ini, merasa puas? iya kan, ini hanya pernikahan sementara, tidak memerlukan cicin pernikaha" ucap Louis sambil mengambil cincin itu dan melemparkannya ke luar


...Louis pergi meninggalkan Anaya sendiri di luar Anaya kaget dengan sifat Louis, dari dulu Anaya hanya melihat sisi baik nya, dia tidak pernah di marahi Louis sekalipun...


"aku gk tau harus gimana sekarang?" gumam Anaya


"aku merasa sangat ngantuk, tapi aku harus tidur dimana?" gumam Anaya


karna Anaya sangat mengantuk dan ia tidak tau harus tidur di mana, karena gara-gara ucapan Louis Anaya jadi merasa dirinya tidak pantas berada di villa itu


"ah sudahlah bagaimanapun sudah terlanjur, nasi yang sudah menjadi bubur tidak bisa jadi nasi lagi" ucap Anya sambil membaringkan dirinya di sofa


"wow gadis cantik dari mana ini" ucap srorang laki-laki mengulurkan tangannya ingin menyentuh kulit pipi nya


Louis yang melihat itu buru-buru turun ke bawah dan menepis tangan laki-laki itu


"hey bro! gadis dari mana ini?" tanya laki-laki itu


"bukan urusan mu, jika lain kali kamu berani menyentuhnya, lihat apa yang akan terjadi" ucap Louis


"oke, oke, bro lo udah dapat lokasi karina?" tanya laki-laki itu


"belum, Radit untuk sekarang urusan Karin di sampingkan dulu, masih adahal yang gua mau urus" ucap Louis sambil menggendong Anaya

__ADS_1


"Anya kenapa kamu hancurin hidup kakak, padahal dari dulu kakak sayang sama kamu, udah nganggep kmu adek Aku sendiri tapi kenapa kamu malah datang sebagai istri" ucap Louis lalu membaringkannya di kamar


__ADS_2