
"mari bahas masalah soal cerai nanti" saut Louis
"jika aku bisa meminta sesuatu dari mu, aku tidak ingin bercerai, bisakah kamu…" ucap Anaya dengan ragu
"aku sudah bilang, bahas soal cerai nanti!! kenapa kamu malah membahasnya!?" saut Louis dengan tegas
Anaya terdiam mendengar bentakan Louis, pada akhirnya Anaya diam dan menurut
"kenapa kamu malah diem di sana?" tanya Louis
"terus apa yang harus aku lakuin?" tanya Anaya
"beli beberapa barang kebutuhuan kita, kamu malah bengong" saut Louis
"ah… iya" deru Anaya
Anaya dan Louis terus berjalan sambil melihat-lihat setiap toko yang mereka lalui, Anaya terdiam di depan sebuah toko, tapi dia tidak berani meminta Louis untuk melihat sesuatu dari toko itu
"ada apa?" tanya Louis yang kebetulan melihat Anaya diam
"Kak, Anaya mau lihat-lihat di toko ini, boleh gak?" tanya Anaya
"bukanya itu toko pakaian pria? mau beli apa dari sana?" tanya Louis
"ayo kak, masuk aja dulu, siapa tau ada yang cocok" saut Anaya sambil memapahnya masuk
Louis aneh dengan sifat Anaya dia sudah bersama dengan Anaya sejak kecil Louis melihat pertumbuhan Anaya dari sejak umur 5 tahun tapi dia tidak pernah melihat sifat Anaya yang seperti ini.
"ada apa dengan gadis ini?" gumam Louis
seketika pandangan Anaya terpincut akan Jas berwarna biru nevy. Anaya berjalan dan menyrntuh bahan baju itu.
"ini bagus, mungkin ini cocok untuk kak Louis?" gumam Anaya
"permisi mbak!!" deru Anaya
"iya apa ada yang saya bisa bantu?" tanya pramuniaga itu
"tolong bungkus yang ini!" ucap Anaya
"baik mbak" saut Pramuniaga itu
__ADS_1
"hmm mbak ada dasinya gak?" tanya Anaya
"di sebelah sana mbak, mari!" ucap Pramuniaga itu sambil mengajak Anaya ke tempat itu
Anaya melihat-lihat dan mencocokan dasi-dasi di sana dengan jas yang Anaya pilih tadi, tidak lupa pramuniaga itu masih di sana menemani Anaya belanja, sedangkan di sisi lain Louis mencari Anaya namun tidak melihatnya karna mereka slalu berpapasan.
"mbak, coba bungkus dasi ini juga" ucap Anaya sambil mengambil dasi salur dua warna putih, dan navy.
"ya mbak, apa masih ada yang bisa saya bantu?" tanya Pramuniaga itu dengan ramah
"gak ada, makasih ya" saut Anaya
"baiklah, saya akan antar mbak ke kasir" ucap Pramuniaga itu
"makasih mbak" saut Anaya
Louis masih bingung dimana Anaya namun tanpa sengaja dia melihat Anaya yang sedang bertransaksi Louis pun langsung mengahampirinya.
"kemana aja kamu?" tanya Louis
"ha" sontak Anaya yang kaget dan langsung berbalik
"iiiihhh kaget!" deru Anaya dengan manja
"Anaya abis keliling-keliling toko aja!" saut Anaya
"terus dapet gak barangnya?" tanya Louis
"dapet…" saut Anaya
"mbak ini semuanya jadi xxxx " ucap kasir toko itu
Anaya membayar dengn kode QR, setelah itu mereka pergi ke swalayan lainnya membeli barang kebutuhan mereka, di tempat lain
"bi Jumi tolong liat oven, apa kuehnya sudah matang?" tanya marisa
"baik bu" saut bi Jumi
"pa! pa!" teriak marisa
"iya ma, ada apa? teriak-teriak?" tanya Yudha
__ADS_1
"pa, dimana pembantu yang kemarin?" tanya marisa
"pembantu yang mana ma?" tanya Yudha
"yang itu yang kemarin kita suruh bantuin Jumi!!" saut marisa
"oh yang itu" deru Yudha
"oh, oh, suruh beresin ruang keluarga tambahin kursi disana, takut gak cukup nanti" saut marisa
"ampun mama ini, repot amat" gumam Yudha
"apa, pah? apa? mama gak bisa denger apa yang papa omongin barusan" ucap marisa
"ah bukan apa-apa kok ma" saut Yudha sambil pergi
tak lama Yuda memanggil pembantu kemarin dan memberesan ruang tamu disaat mereka baru saja membuat kue dan menata kursi bel rumah berbunyi.
Sarah kedepan untuk membuka pintu tapi mereka sudah masuk di sapa oleh pembantu.
"eh Marisa!" sapa Sarah sambil berpelukan dan cium pipi kanan dan kiri
"ada apa ya? kok tiba-tiba ngundang kerumah?" tanya Marisa
"oh sebenarnya itu Louis, saya juga kurang tau saol itu" saut marisa
"mah siapa?" tanya Yudha yang baru nonggol
"ini pa, besan!" saut Marisa
"oh kenapa berdiri di sini, ayo duduk" ucap Yudha yang membawa mereka keruang kluarga.
Sarah meminta Jumi untuk membawa kuenya keruangan itu, seperti biasa berbincang-bincang dan bercerita sesama orang tua.
"dimana Ririn sama Kevin?" tanya Sarah
"mungkin lagi dijaln, karnakan dia pindah rumah, jadi mungkin agak telat, apalagi Ivan suka rewel" saut Mamih Yun
"dima anak itu?" gumam Marisa
"dimana menantuku itu? jadi nambah penasaran ada apa?" tanya mamih Yun
__ADS_1
"maaf ma, pa kami telat" saut Anaya dan Louis yang datang diruangan dan berbicara secara bersamaan