President'S Favorite Cute Wife

President'S Favorite Cute Wife
Mall


__ADS_3

tak lama setelah itu Anaya turun dan langsung duduk di samping Louis tana rasa ragu, tentu saja Louis yang melihat Anaya biasanya duduk di kursi yang agak jauh dari dirinya sekarang malah duduk di sampingnya, itu membuat Louis heran


"kak Anya mau di ambilin itu" ucap Anaya dengan manja


"apa gunanya punya tangan!!" saut Louis dengan ketus


"ayolah kak, ambilin please!" ucap Anaya lagi dan lagi


akhrinya Louis merasa kesal dan mengambilkan makanan yang Anya mau


"makasih Kakak sayang" ucap Anaya


Laouis hanya melihat Anaya tanpa merespon


"kak mau suapin donk" ucap Anaya


"punya tangan sendiri, kenapa harus disuapin, kamu bukan bayi" saut Louis


"ayo dong kak, ayo" ucap Anaya


karna Louis tau dia gak bakalan bisa menang dan Anaya pasti terus memaksanya sampai dia mau menyuapinya, jadi Louis hanya menurut walau sebenarnys dia ngerasa ogah.


Anaya tersenyum, dia merasa sangat bahagia, walau sebenarnya Anaya tau kalau kak Louis gak ada minat sama sekali buat nyuapin dirinya, sambil mengunyah makanannya Anaya terus memandangi wajah Louis.


"Anya, nanti siang kita ke mall" ucap Louis


"ke mall? mau apa ke sana?" tanya Anaya


"kamu pikir mall tempat apa?" tanya balik Louis


"belanja" jawab Anya merasa heran

__ADS_1


"kamu tau itu" saut Louis


"mmm kok tumben baik, ada apa ya? apa mungkin ini buat perpisahan, karna dia bakalan ceraiin Anya" gumam Anaya dalam hati


"nih makan lagi" ucap Louis


"ha iya" saut Anya sambil membuka mulutnya


disaat bersamaan Andre datang seperti basa untuk menjemput Louis


"tuan apa tuan udah siap?"


Louis yang melihat kedatangan Andre dia langsung menurunkan tangannya, tapi tangan Louis Anya tarik dan memasukan suapan itu kedalam mulutnya sendiri.


"maaf tuan, lanjutkan saja tuan lagian gak ada mething pagi" ucap Andre


"kalau gak ada mething pagi, kamu tunggu tuanmu sampai selesai menyuapi ku makan, tunggu aja di ruang tamu" saut Anaya


"Anya" ucap Louis yang menahan rasa kesal


"iya" saut Anaya dengan senyum yang lebar di bibirnya


"ah sudahlah" gumam Louis sambil pergi


"kak Anya belum selesai makan" ucap Anaya


"makan aja sendiri!! kamu punya tangan apa ginanya?" ucap Louis dengan sinis


Anaya merasa tetpukul tapi mendengar nada bicara Louis dia tidak bisa memohon apapun karna dia tau hasilnya hanya akan di marahi.


"jam satu siang" ucap Louis yang membelakangi Anaya

__ADS_1


"apanya?" tnya Anaya


"pergi ke mall" ucap Louis


setelah Louis pergi Anaya pergi ke kamarnya karna entah kenapa dia merasa kurang berselera makan sendiri


jam 12:20


"hoaamm" Anaya terbangun dari tidurnya dan melihat jam di handphone nya, dia sedikit terkejut karna sudah jam dua belas siang lebih, Anaya terbangun dan pergi ke kamar mandi dengan cepat.


setelah beberapa lama dia keluar dari kamar mandinya, handphone nya berbunyi jadi Anaya bergegas mengangkatnya


"hallo kak" ucap Anaya yang menyimpan handphonenya di atas kasur dan meloudspeaker telponnya, Anaya berbicara sambil mengeringkan rambutnya


"Anya sudah siap belum?" tanya Louis


"Anya masih belum memakai pakakaian" saut Anya


"belum memakai pakaian?" gumam Louis dengan pikiran yang melayang membayangkan Anaya yang telanjang


"kak, kakak bilang apa barusan gak kedenger sama Anya" ucap Anaya


"ha itu… itu…, aku bakalan kirim sopir kesana Aku tunggu di mall" saut Louis yang mengalihkan pertanyaan Anya


"baiklah kak, Anya mau siap-siap dulu" ucap Anaya


"gak usah make up lama" saut Louis


"iya kak" ucap Anaya


Anaya sedang siap-siap tapi dia juga masih bingung dengan sendal dan tas yang dia pakai

__ADS_1


__ADS_2