
"ini ada yang tidak beres aku akan melihat berkas riwayat Nona yang tadi, siapa tau nona menemui seseorang" gumam Andre sambil melihat berkas itu
"benar saja!! nona tidak pernah keluar malam selain hari kelulusannya dan itupun dia pergi ke apartemen tuan!! apa tuan bisa dengan mudahnya melupakan kejadian seperti ini?" gumam Louis
"ah aku tidak boleh bertindak, atau nanti akan potong komisi besar-besaran" gumam Andre sambil membereskan berkas dia atas meja
di tempat lain dengan tubuh yang penuh luka Louis beruasaha menyerang dan mempertahankan diri, pada awalnya bawahan yang di sana sudah memilik Rencana yang di rancang Theor tapi sayang Louis yang datang ke TKP langsung menyerang dan menggagalkan segalanya, para bawahan masih bersembunyi karena mereka tidak tahu bahwa bos dari Theor adalah orang yang sedang di keroyok di depan gedung tua yang sudah tak di pakai itu.
"Louis!! dasar ceroboh!!" ucap Theor yang baru datang dan menggertakan gigi.
"kalian sedanga apa? bantu orang itu!!" teriak Theor
orang-orang itu sedikit kebingungan namun merka langsung mendengarkan Theor, Louis yang melihat para bantuan dia langsung menuju gedung itu tanpa berpikir, Louis mencari di semua sudut namun tetap saja tidak menemukan Kiran, di saat-saat Louis ingin menyerah dia mendengar gemiricik air dia langsung terpikir akan tangki Air, Louis dengn tergesa-gesa mencari tangki air dia melihatnya namun masih kebingungan dengan tubuhnya yang sekarang dia tidak mungkin bisa membuka penutup tangki itu, tapi tetap saja dia tidak menyerah dan berhasil membukanya.
"apa!! bagaimana ada orang yang begitu kejam!!" gumam Louis yang melihat Karina di ikat di atas kursi dengan air yang semakin tinggi di tambah di sana dengan sengaja di pasang arus-arus listrik yang masih menyala
"Karina kamu harus bertahan aku akan menyelamatkanmu, sebelum air itu menjangkau arus listrik itu" ucap Louis yang turun menggunakan tangga dengan sempoyongan, Lalu Louis membuka ikatan Karina dan membawanya naik, air terus naik dengsn cepat sampainya dia atas tangki dia dengan cepat menurunkan Karina tapi kaki Louis masih di dalam dal air semakin tinggi tspi tubuh Louis semakin lemas
"aaakkkkrggg"
Theor mendengar teriakan histeris Louis dan langsung menghampirinya saat tiba di sana Theor sangat terkejut dengan orang yang di selamatkan Louis ternyata Karina lalu Theor menelpon orangnya agar mematikan saluran listrik setelah itu menelpon rumah sakit terdekat dn membawanya ke rumah sakit di sana Theor duduk dan berkata
"dasar bodoh!! bukankah aku pernah mengatakannys gadis ini bukan orang baik, tapi kamu tidak percaya bahkan memutuskan pertemanan kita" gumam Theor
__ADS_1
beberapa tahun yang lalu
"iya pa, tenang aja Anna bakalan bikin orang itu gila karns cinta setelah itu Anna bakalan minta dia buat mengalihkan semua akses yang di tangannya pada kita" ucap Karina
"BRAK"
"jadi slama ini, maksud kamu deketin Louis adalah kehancurannya?! aku tidak akan biarkan itu terjadi!!" sontak Theor yang masuk ke apartemen Karina dengan membawa bingkisan dari Louis di tanggannya
"kamu mendengar semuanya? sudahlah karna kamu sudah tau, jadi aku tidak akan membiarkanmu kembali hidup-hidup" ucap Karina dengan senyum licik dan percaya dirinya
"aku akan membuka topengmu itu di depan Louis!!" ucap Theor
terjadilah perkelahian hebat! karena Theor sudah dilatih oleh ayahnya tentang pembelaan diri tentu saja melawan seorang wanita baginya seperti melawan semut, tapi sesuatu tak di sangka terjadi, tiba-tiba Karina membuka pakaiannya dan membuat seolah-olah dia telah di perkosa
"apa yang sedang kamu lakukan?!!" teriak Louis yang langsung memukul Theor
"tunggu!! ini tidak seperti yang kamu bayangkan!! sebenarnya dia… dia hanya memanfaatkanmu" sontak Theor yang terus menghindari pukulan Louis tanpa melawan
"dasar brengsek!! hati binatang!!" ucap Louis
"ini salah paham!!" sontak Theor
"Louis ini sakit!" ucap Karins dengan manja dan pura-pura lemah
__ADS_1
Louis pergi mengambil kotak obat disana Karina tersenyum dengan puas
"kamu berani menghancurkan tencanaku?! sebelum itu berhasi kamu yang lebih dulu akan hancur!" ucap Karina
"kamu sengaja!!!" sontak Theor smbil mengangkat tangan dan akan memukulnya
"kamu masih di sini!!" ucap Louis yang menahan pukulan Theor dengan nada kesal
"Louis… tunggu…!!" saut Theor
"jika kamu tidak ingin menjadu musuhku! mulai hari ini, diantara kita tidak ada hubungan apapun, anggap kita tidak pernah mengenal satu sama lain!!" sontak Louis
"tunggu Louiss!!" saut Theor
"pergi!!… pergi!!" teriak Louis
dengan rasa kecewa Theor pergi
(kenangan berakhir) di rumah sakit saat ini Ayah ibu Louis, Andre dan Theor sedang menunggu di kursi dengan gelisah, Anaya datang dengan berlari dan air mata yang tak henti-henti mengalir.
"ma, pa, kenapa bisa seperti ini?" tanya Anya dengan ngos-ngosan
Theor melihat Anaya yang baru saja datang, tentu dia sangat terkejut melihat gadis cantik yang berlari dengan air mata yang mengalir karna khawatir
__ADS_1