
Anaya merasa lapar, Anaya pergi ke dapur dan memeriksa ada makanan apa disana, namun sayang semua makan yang di masak dia tidak merasakan nafsu akan makanan itu, akhirnya Anaya melihat kulkas dan di sana banyak bahan masakan, Anaya pun masak dengan bahagia seolah-olah tidak memiliki beban apapun.
"hmmmm haruuum" ucap Anaya sambil mencium bau masakannya yang sangat banyak
Louis yang turun dari lantai atas mencium aroma masakan yang menggoda dan melihat Anaya yang sedang makan dengan porsi yang banyak, Louis yang melihat Anaya makan dengan lahap merasa tergoda dan menghampirinya tanpa sadar dan duduk di hadapannya, Anaya sempat terdiam beberapa detik dan melihat ke arah Louis tapi dia menghiraukannya dan makan makanannya
"kamu gak makan satu tahun?" tanya Louis
"kenapa emang?!" saut Anaya dengan mulut yang penuh makanan
"kamu seperti beruang yang baru bangun dari hibernasi" ucap Louis dengan tersenyum
Anaya menatap Louis dengan tajam lalu memalingkan pandangannya dan berkata
"mau kayak beruang yang baru bangun dari hibernasi, atau kayak buaya yang gak pernah makan mangsa, aku gak peduli bodo amat" saut Anaya
"aku ingin mencoba ini, apa enak?" ucap Louis dengan tangan yang merangkak ke arah makanan
"gak boleh" saut Anaya sambil menwpis tangannya
"ayolah cuma satu suap aja" ucap Louis
"gk boleh ya gak boleh!!" saut Anaya
Louis terus memaksa hingga akhirnya mereka makan dan bercanda bersama tanpa sadar apa yang terjadi
__ADS_1
malam hari Louis berada di kamarnya, terlintas ingatan tadi siang dibpikirannya
" hidup ini serasa lengkap jika aku mengingat apa yang terjadi tadi" gumamnya
"sadar Louis da wanita yang hianatin kamu, walau jujur saja aku sendiri tidak tega menyakitinya karna mungkin kita tumbuh bersama" ucapnya lagi
Louis tertidur sedangkan Anaya yang memilih tidur terpisah karna merasa bersalah tidak bisa tidur karna mungkin pengaruh dari anaknya dia menginginkan hal yang gila, tak lama Anaya pergi ke kamar Louis demgan mengendap-ngendap
"sayang lihat papi kamu lagi tidur, bukanya kamu menginginkan ciuman selamat malam" gumam Anaya sambil mengelus-ngelus perutnya, dan berjalan di dalam kamar Louis yang gelap dan langkahnya menuju Louis yang tertidur
dengan perlahan Anaya membungkukkan tubuhnya mengecek apa dia sudah tidur, lalu duduk di sampingnya dan mencium keningnya
"malam papi sayang" ucap Anaya
"Non!"
"hah iya bi" saut Anaya dengan kaget
"Non mau kemana malam-malam keluar kamar tuan?" tanya bi Jumi
"sssttttt bi jangan berisik ya, terus kalau besok pagi Mas Louis nanya sama bibi ada yang masuk kamar enggak, bibi jawab aja gak ada ya" saut Anaya
"non bukanya suami istri itu baik tidur satu ranjang ya?" ucap bi Jumi
"gini bi Anya udah hamil, kak eh Mas Louis takut gak bisa nahan jadi nyuruh Anya buat tidur di kaar sebelah" saut Anaya
__ADS_1
"ouh gitu ya non?" ucap bi Jumi
"iya bi" saut Anaya
"ada-ada aja jaman sekarang" gumam bi Jumi
"sayang kamu puas kan? sekarang kita tidur" ucap Anaya pada bayi dalam kandunanya
pagi hari Louis terbangun dari tidurnya dan menyentuh bibirnya
"sepertinya semalam aku mimpi indah" gumamnya
"tapi itu terasa nyata" ucap Louis sambil menyentuh bibirnya
setelah mandi Louis turun ke bawah dan Anaya tidak ada di sana
"bi dimana nona?" tanya Louis
"ouh Nona mungkin lagi tidur tuan" saut Bi Jumi
"tidur mulu apa dia tidak takut seperti kucing yang menghabiskan waktu dengan tidur" ucap Louis
"tuan itu hal yang biasa, ketika wanita hamil anak pertam dia biasanya sering merasa lelah dan mengakibatkan ngantuk" saut bi Jumi
"yaudah bi ntar kalo nona bangun bibi jagain dia, pola makannya semuanya kalo bisa" ucap Louis
__ADS_1