
"sayang kamu harus tenang! Louis hanya sedikit terluka!" ucap Sarah yang takut Anaya khawatir dan mengalami stress berlebihan
"pasien sudah tidak mengalami gejala tersengat listrik, namun pasien kehilangan banyak darah, sebelum itu kita membutuhkan transfusi darah" ucap David yang baru keluar
"saya dok, saya, golongan darah kami sama dia pernah mendonorkan darahnya padaku" saut Anaya
"sayang kamu sedang hamil, mungkin itu tidak baik untuk kandungan, biar mama, atau papa aja yang donotin darahnya" ucap Marisa
"bener sayang, kamu harus jaga kesehatan!" ucap Yudha
"iya pa" saut Anya
Disana hanya tingggal bertiga Anya bersama Theor dan juga Andre, Anaya menangis tanpa henti.
"bahkan di saat seperti ini aku tidak bisa membantunya, benar-benar istri yang tak berguna!!" ucap Anaya sambil mengepalkan kedua tangannya
"nona, lebih baik nona istirahat dulu, biar saya antar nona pulang kerumah" ucap Andre
"anya masih ingin di sini, anya akan menunggu sampai dia siuman!" ucapnya
"tapi Nona!" saut Andre
"tenang saja ada aku yang nemenin dia!" ucap Yuna yang datang bersama Memey
"kalian!!" saut Anya
"Nay, By the way loe tau kenapa Si Brengsek itu bisa jadi kayak gini?" tanya Memey
"iya Nay, tadi pas kita kumpul masih baik-baik aja kan?" tanya Yuna
__ADS_1
"sebenarnya ini… Anya juga kurang pasti ya, tadi di jalan ada sms dari David katanya Louis kecelakaan dan lagi bareng dia" ucap Anya
"Nay loe pasti tau kan, apa yang slalu bikin dia khawatir?" tanya Memey
"kenapa kamu nanyain soal ini?" tanya balik Anya
"pengen tau aja gitu" saut Memey
Andre dan Theor mendengarkan percakapan mereka dan itu membuat mereka merasa bersalah.
"Nay pertanyaan Memey tadi gak ada salahnya, dia bener apa yang slalu bikin dia khawatir? karna menurutku Louis adalah tipe orang yang hati-hati dan gak sembrono hanya dimana khawatir orang seperti dia akan bertindak gegabah" ucap Yuna
"emang bener apa yang kamu katakan" saut Anya dengan murung
"kamu tau apa penyebabnya?" tanya Yuna
" Karina!!…" saut Anya
"kekasihnya! orang yang dicintainya, orang yang slalu ada di hatinya" ucap Anya
"apa!!" sontak mereka semua
"Nay loe masih diem aja gak bertindak!!" ucap Memey
"Nay mendin kamu minta cerai, buat apa punya suami gak punya hati kayak dia?!!" deru Yuna dengan nada dinginnya
"aku ingin mempertahankannya, bagaimanapun sikapnya padaku, aku gak peduli, tapi aku gak mau anak ini tumbuh tanpa kasih sayang ayahnya" saut Anaya
"Nay bukanya dia gak tau itu anaknya?" tanya Yuna
__ADS_1
"itu gak penting, yang penting dia ada di sisi anak ini, itu sudah cukup" saut Anya
"no…" deru Andre yang terkejut kalau sebenarnya Anaya mengetahui semuanya
"apa!! kamu kaget aku mengetahui semuanya!! tapi tenang aj kok aku akan bertingksh seperti idiot yang tidak tahu apa-apa" ucap Anaya
"nona kapan kamu mengetahui hal ini?…" tanya Andre
"di malam saat aku…"
"dimana Louis! bagaimana keadaanya?" tanya Karina yang datang dengan sempoyongan
Theor yang melihat Karina dia langsung menutupi wajahnya dan pergi, karna dia tahu jika dia masih berada di sana itu mungkin akan buruk bagi ysng lainnya.
"No… no… nona Karin" ucap Andre
Anaya yang melihat itu dia sangat terkejut dan pergi meninggalkan rumah sakit dengan pikirannya yang kosong, dan di ikuti teman-temannya.
"Nay, kamu oke kan?" tanya Yuna
"i'm oke" saut Anaya
seketika dia tersenyum lalu berkata
"aku sangat senang memiliki kalian!! apa kalian akan menemaniku di rumah malama ini?"
"mm oke" saut Memey yang memaksakan untuk tersenyum
"Nay, jika kamu tidak ingin tersenyum, maka jangn tersenyum itu tidak akan membuat semuanya menjadi baik!" ucap Yuna
__ADS_1
Anaya pun terdiam dan tidak berkata-kata lagi lalu air matanya berjatuhan