
"karina kemana perginya kamu? apa segitu bencinya kamu padaku? tapi ini bukan salahku" ucap Louis sambil memegang kepalanya
...malam berlalu pagi pun tiba Louis terbangun dari tidurnya dan dia hanya tinggal seorang diri di kamarnya Anaya sudah tidak ada di sisinya, Louis mencuci mukanya lalu turun dia melihat Anaya yang sedang memasak di dapur, tiba-tiba Louis berdiri di belakang Anaya...
"gula! gula!" ucap Anya yang sedang mencicipi masakannya dan berbalik, karna reflek Anya menyentuh wajan yang panas
"aahh sakit" deru anya yang merasa panas dan memejamkan matanya
"dasar bodoh" ucap Louis sambil menarik tangannya ke kran dan menyalakan airnya
"maaf, tadi aku agak kaget" saut Anya yang menundukan kepalanya
"bantu aku siapin air buat mandi, itu biar bi Juminten yang urus" ucap Louis sambil pergi ke atas
"iya" saut Anya
"bi?! bi?!" teriak Anya
"iya non" bi Juminten yang datang membawa sapu sapu ke dapur
"bi tolong selesain ya, terus masih ada beberapa menu yang belum Anya masak" ucap Anaya sambil pergi
"iya non" saut bi Juminten
"ka…" ucap Anya "haduh aku masih belum terbisa" gumamnya dalam hati
"Mas" ucap Anya sambil masuk
"bantu siapin airnya" ucap Louis
Anya pergi ke kamar mandi dan menyiapkan air di bathtub
"k… Mas airnya udah siap" ucap Anya " aku hampir lupa lagi" gumamnya dalam hati
"hmm" saut Louis
__ADS_1
"sini kak Anya bantu" ucap Anya sambil membuka kancing pakaian Louis lalu membukanya, setelah itu Anya pergi mengambil handuk dan memberikannya pada Louis
"makasih" ucap Louis yg masuk ke kamar mandi
"ak… aku gak bisa nahan ini lagi, ucapannya yang lembut, tubuhnya, wajahnya yang sempurna, hatiku berdetak kencang" gumam Anaya
"sudah! sudah! gk usah di pikirin' fokus Anya, fokus" gumamnya sambil menepuk-nepuk lembut pipinya
...Louis sedang membersihkan dirinya di kamar mandi Anya sedang memilihkan pakaian untuk Louis, dan di bawah ART yang di kirim orang tua Louis sudah datang dua perempuan tiga laki-laki...
bi jumi membuka pintu dan bi jumi sudah tau jadi bi jumi yang memberi arahan pada mereka
"krlek"(suara pintu terbuka)
...pintu kamar mandi pun terbuka Louis keluar dengan telanjang dada dan air yang bercucuran dari rambutnya...
Anya melihat kebelakang dan ia merasa sedikit canggung " eh mas udah, Anya keluar dulu ya" ucap Anya
"bantu keringin rambut dulu" ucap Louis
"Mas masih ada yang harus di bantu gk?, Anya mau siapin sarapan" ucap Anya
"gk" saut Louis
"Anya kebawah dulu" ucap Anya sambil menutup pintu
...di ruang makan Anya sedang menyiapkan sarapan, Louis turun dan mereka sarapan bersama selayaknya suami istri...
"aku sudah selesai" ucap Louis
"mas biar Anya yang ambilin berkas sama jas nya di atas" saut Anya
"iya" deru Louis
"bi tolong beresin ini yah" ucap Anya sambil pergi
__ADS_1
"baik non" saut bi Jumi
"dimana Kak Louis nyimpan berkasnya ya?" gumam Anya
"drt drt drt"
"hah telpon?" ucap Anya sambil menghampiri Meja
"Andre?" gumam Anya
"aku turun kebawah dulu gih, kasih dulu handphone nya" ucap Anya
...ponsel itu masih di gengamannya, telponnya sudah mati, tapi kemudian ponselnya berdering kembali, karna penasaran Anya menyalakan handphone nya sebuah pesan muncul dari layar...
"tuan, saya menanyakan pada resepsinis hotel itu tentang orang yang bernama zhoe yang kemungkinan besar adalah Nona Karina, dan benar saja manajer hotel itu menemukan barang Non Karin yang tertinggal di hotel" dalm sebuah pesan
...tentu saja Anya kaget, dia berpikir Louis sudah melupakan Karina tapi itu ternyata Louis masih mencintainya...
"apa?!, ternyata kak Louis masih memikirkannya" ucap Anya sambil tersenyum
"Mas… tadi ada telpon" ucap Anya sambil memberikan handphone nya
...Louis mengambil telpon nya dan Anya kembali ke atas mengambil dokumen dan jas...
"kak ini dokumen nya" ucap Anya sambil menaruh nya di atas meja
...Louis terdiam sejenak karna ia sedang membahas Karina di tlpon, ketika Anya datang Louis langsung mematikan tlponnya...
"kamu panggil saya apa?" tanya Louis
"k…ak, eh maaf Anya masih kurang terbiasa" saut Anya
"sini kak Anya bantu pakai jas nya" ucap Anya yang langsung mengalihkan pembicaraan sambil memasangkan jas Louis
seketika Louis lupa yang akan ia ucapkan jadi dia diam kebingungan
__ADS_1