President'S Favorite Cute Wife

President'S Favorite Cute Wife
Mini market


__ADS_3

"pah kok papa bisa ada di sini?" tanya Anaya


"kamu ada masalah sama Louis? biar papa yang urusin" ucap Angga tanpa basa-basi


"papa tau dari mana?, jadi selama satu bulan ini papa kirim orang buat ngawasin Anya" saut Anaya yang benar-benar terpukul


"papa gk kirim orang, papa juga gak ngawasin kamu diam-diam" ucap Angga


"kalau gitu, kenapa papa tau Anya di sini?" tanya Anaya


Yuna yang memperhatikan nada bicara Anaya semakin tinggi mengajak Memey ke mini market beli sayur


"iya, Mey kita belum beli sayur buat makan malam" ucap Yuna sambil menarik tangan Memey, mereka pun di luar apartemen


"Yun, napa coba padahal aku mau simak semuanya" saut Memey


"Nay sama om Angga perlu bicara empat mata" ucap Yuna dengan nada dinginnya


"ah, ok" saut Memey


Di tempat lain, tepat sekali Anaya dan Ayah nya itu masih saling bertatapan


"Anya dengerin papa, papa gk bakalan maksa Anya, tapi papa minta Anya jujur, apa yang terjadi sama Anya?" tanya Angga


"pah, papa jawab dulu Anya, kenapa papa bisa tau Anya di sini, terus kenapa papa tiba-tiba nanyain keadaan Anya?" tanya Anaya


"papa gak sengaja ketemu temen papa Rudi, dia cerita sama papa dia bilang "sepertinya kondisi kamu kurang sehat" jawab Angga


"tapi kenapa papa tau Anya di sini? Yuna bilang orang tuanya gak tau kalau Yuna sewa Apartemen" tanya Anaya


"maafin papa, dulu papa pernah pasang Gps di hp kamu, waktu pas kamu di culik" jawab Angga dengan nada bersalah


"Anya juga minta maaf pah, tadi Anya sempet bentak papa" saut Anaya

__ADS_1


"Anya ada apa? jujur sama papa, kalo ada masalah bilang aja papa bakal urus semuanya, kalo bisa papa gunakan perjanjian untuk mengancam Louis agar tidak nyakitin kamu" ucap Angga yang langsung membahas maksud kedatangannya


"emang bener pa, Anya lagi ada masalah, tapi papa gak usah khawatir ini rumah tangga Anya papa gak usah ikut campur" saut Anya


"gak mau cerita sama papa apa masalahnya?" tanya Angga


"pah tenang ya, Anya tau papa khawatir, tapi Anya minta papa gak perlu turun tangan, kalo papa terus-terusan turun tangan dalam urusan Anya, kapan Anya bakal bisa ngadapin masalah, kapan Anya bakal dewasa, kalo papa terus turun tangan dalam segala hal" ucap Anya


"baiklah papa gak bakalan ikut campu" saut Angga


"ouh iya pah Anya hamil" ucap Anaya sambil tersenyum


"apa? hamil?" sontak Angga


"iya pah, udah hampir satu bulan usia kandungannya" ucap Anya dengan bibir yang tersenyum namun dengan hati yang terluka


"Louis tau?" tanya Angga


"syukurlah, berati dia tau kalo kamu hamil anaknya?" tanya Angga


"kak Louis tau Anya hamil tapi dia belum tau kalo ini anaknya" jawab Anya


"apa?" sontak Angga


"pah Anya tau apa yang papah khawatirkan, awalnya Anya ingin memberi tau kak Loui soal kecelakaan malam itu, tapi Anya tau kalao kak Louis menyayangi seseorang, jadi biarkan saja ini jadi kesalah pahaman, mungkin dengan begitu kak Louis bakal cerain Anya" ucap Anya


"baiklah, terserah kamu" saut Angga yang mengambil napas panjang dan pergi


tak lama setelah Ayah Anya pergi Memey dan Yuna datang membawa sayuran dan cemilan.


malam hari mereka berada dalam kamar yang sama Yuna sedang membaca buku, Memey sedang bermain game dan Anya sedang memegang handphon dan terus-terusan keluar masuk, keluar masuk WhatsApp dengan ekspresi khawatir, tanpa sengaja Memey melihat ke arah Anya dan melihat ekspresi khawatir itu di wajahnya


"Nay, kamu kenapa? gak mau cerita nih?" tanya Memey dengan blak-blakkan

__ADS_1


Anya kaget karena Memey tiba-tiba bertanya, Yuna yang sedang membaca buku pun teralihkan.


Yuna yang duduk di kursi, dan Memey yang duduk di meja belajarpun menghampiri Anya yang sedang gelisah itu di atas tempat tidur


"ada apa Nay, cerita aja" ucap Yuna dengan nada dinginnya


"iya Nay, cerita aja, lagian percuma kamu diam terus gak bakalan nyelesain apa-apa" saut Memey


"aku gak bisa bohong dari kalian" ucap Anaya


"emangnya ada apa?" sontak mereka berdua


"jadi sebenarnya……………" Anya mencerita segalanya yang terjadi malam itu pada mereka berdua, hingga mereka tertidur dalam cerita Anaya, Anaya melihat kedua temannya itu tersenyum.


pagi hari Anaya sudah terbangun, dia yang merasa khawatir akan Louis cepat-cepat membersihkan diri dan meminjam pakaian Yuna, setelah itu dia pulang, karna itu hari minggu saat Anya masuk ke dalam rumah dia melihat Louis yanh duduk di kursi dan melihat-lihat dokumen


"haaa huhhh" di depan gerbang Anya menarik napas panjang dan di kagetkan oleh pak Eko


"non? nona dari mana pagi-pagi?" tanya pak Eko sambil membkakan gerbang


"ssstttt" Anya yang memberi isyarat pada pak Eko, tentu saja pak Eko merasa heran dengan sifat nyonya, Anya dengan langkah yang perlahan dan mrngendap-ngendap seperti maling dia membuka pintu, tanpa di sangka Louis ada di ruang utama sedang melihat-lihat dokumen


"ha' Louis, dia melihat dokumen apa? apa suran cerai?" gumam Anya


"oke, Anya gak usah pikirin itu, pelan-pelan, cepat, dan naik" gumam Anya


saat Anya berjalan dengan mengendap-ngendap ke atas dia merasa lega karna Louis tidak melihatnya


"huh untung saja" ucap nya


"untung Apa?" tanya Louis dari belakang


Anya berbalik dan dia merasa kaget

__ADS_1


__ADS_2