
"kamu dari mana semalaman gak puang?" tanya Louis
"ah itu kak… semalam Anya nginep" ucap Anya dengan gugup
"nginep dimana? di rumah ayah anak yang kamu kandung?" tanya Louis dengan ketus
"apa! Anya nginep di rumah temen kok" saut Anaya
Anya yang merasa kesal karena Louis berpikiran yang tidak-tidak masuk kemarnya
dan melepas pakaiaannya
"Zinni kamu ini memang bener-bener ya" teriak Louis sambil masuk kamar Anaya
Anaya kaget karna dia hanya menggunakan celana pondok dan tengtop
"kenapa? teruskan saja, kenapa harus merasa malu? bahkan kamu pernah telanjang bulat dan bersenang-senang dengan bajingan yang membuatmu hamil" ucap Louis
"kak Anya minta kakak keluar!!" teriak Anaya
"keluar? kenapa? wanita yang gak tau malu seperti kamu ini tidak pantas merasa malu" ucap Louis
"keluar!! Anya bilang keluar, ya keluar!!" teriak Anaya sambil melempar lampu tidur dan menutupi tubuhnya, dengan air mata yang berjatuhan
Louis yang merasa tidak tega melihat air mata Anaya dia langsung keluar
setelah Louis pergi Anaya menangis menutupi mulutnya agar tidak ada orang yang mendengar tangisannya
__ADS_1
"mah pah katakan, apa Anya salah? dari awal Anya ingin memberitahu kak Louis tentang malam itu, tapi sekarang Anya terlambat dia sudah membenci Anya bahkan menyebut Anya dengan panggilan yang lain-lain" gumamnya sambil menangis tersedu-sedu
di sisi lain Louis masuk ke kamarnya dan dia juga merasa bersalah namun dia tidak tahu merasa bersalah akan hal apa
"aakhhh, apa semua ini benar? siapa ayah anak itu? aku terus menghinanya tadi!!" ucap Louis dengan kesal
Loius langsung menelpon Andre
📞"Andre bersihkan villa yang di dekat kantor, isi juga barang-barang, sewa dua pembantu dan satu tukang kebun, sewa juga 2 satpam, dalam waktu satu hari kamu harus beresin semua itu" ucap Louis dalam telpon
📞"tuan ini terlalu mendadak" saut Andra
📞"potong gaji 50%" ucap Louis
📞"baik tuan baik" saut Andre yang kemudian telpon itu terputus
sedangkan Anya duduk dan melihat dirinya di cermin yang sudah memakai pakaian
telpon berbunyi di saat yang bersamaan Yuna dan Kevin yang merupakan Kakak Anaya menelpon
Anaya mengangkat telpon dari kakaknya sefangkan Yuna di apartemen merasa khawatir karna Anaya tidak menjawab telponnya
📞"Hallo kak" ucap Anaya
📞"Anya papa bilang kamu hamil?" tanya Kevino
📞"iya kak, udah hampir satu bulan kandungannya" jawab Anaya
__ADS_1
📞"kakak udah chat si brengsek itu kakak bilang agar dia tidak membuatmu menangis" ucap Kevin
📞"apa? kakak chat dia?" sontak Anaya
📞"iya, kakak cuma sedikit ngancam aja" saut Kevino dengan santai
📞"kak dengerin Anya, Anya minta agar kakak gak urusin urusan Anaya, kakak juga harus bilang sama mami papa dan kak Ririn kalau kalian gak usah ikut campur" ucap Anaya dengan tegas dan mematikan telponnya
Anaya langsung mebelpon Yuna karna dia takut Yuna khawatir, telpon sudah tersambung Anaya belum mengatakan apa-apa tapi Memey yang sedang memegang Handphone nya Yuna langsung nyantok
📞"Nay, kamu kemana? tadi pagi pass aku bangun kamu sudah pergi, kamu baik-baik aja kan?" tanya Memey
📞"iya iya maaf tadi Anya cepet-cepet pulang karna Anya takut kak Louis khawatir" saut Anaya
📞"Nay sorry banget ya aku gak bisa bantuin apa-apa sama kamu, tapi kalo butuh sesuatu bilang aja ya, asal jangan minta jet pribadi" ucap Memey
📞"iya bawel, iya" saut Anaya yang kemudian tersenyum
📞"si Yuna nya mana?" tanya Anya
📞"oh dia lagi keluar beli sarapan" saut Memey
📞"Mey udah dulu ya, soalnya masih ada yang harus di urus nih" ucap Anaya
📞"iya Nay Good bye" saut Memey dan akhir dari telpon itu
"aku bersyukur punya temen kayak kalian di satu sisi Yuna yang dingin tapi perhatian tapi dia juga bisa dibilang agak cengeng dan di sisi lain ada Memey dia tuh kasar orangnya tapi ceria orangnya bisa taekwondo tapi pakaiannya lebihnpeminim daripada Yuna dan cara bicaranya sama kayak Ayah aku yang suka blak-blakan dan langsung pada intinya" gumam Anaya
__ADS_1