Pria Culun

Pria Culun
Bab 12 Diskors


__ADS_3

Sekitar jam 7 malam.


"Anto...bangun dongg"


Sebuah suara menganggu tidurku. Aku dapat merasakan lenganku terasa di goyang - goyang.


Aku membuka mataku. Wajah cantik kak vina langsung meyambut kesadaranku.


"Kak.."


Ucapku.


Aku justru membalikan badanku sehingga kini posisiku menjadi tengkurap. Bukan karena aku ingin menghindari kak vina, tapi aku sadar bahwa senjata ku sedang 'mengeras' dan merasa canggung bila dilihat kak vina.


"Ihh bangun dong"


"Iya ini bangun kok"


Jawabku sambil mengesampingkan wajahku melihat kak vina.


"Tadi kamu ga sekolah ya?"


Tanya kak vina. Tangan kak vina kini mengelus punggungku.


"Kesiangan"


"Loh biasanya kalo dirumah kamu bangun paling pagi to... ehiya tadi kak kira ke sekolah ngurusin masalah kamu"


Ucap kak vina.


Aku sontak mendorong tubuhku bangun, lalu duduk di samping kak vina.


"Trus gimana kak?"


Tanyaku sambil mengucek mata memaksa kesadaranku kembali


"Kamu di skors sampe jumat depan"


Lanjut kak vina


Aku hanya terdiam. Nyawaku belum sepenuhnya berkumpul, ditambah lagi dengan kabar ini. Tanganku yang tadi mengucek mata ku letakan di atas paha.


"Maaf yah kak"


Ucapku.


Aku sendiri tidak mengerti mengapa aku meminta maaf, mungkin hati kecilku masih menyesal setelah mendengar hukumanku.


"Kamu nakal banget sih"


Kak vina malah mendekatkan wajahnya lalu mengecup bibirku menyamping.


"Tuh pesenan kamu"

__ADS_1


Lanjut kak vina sambil menunjuk ke arah lemari kecil


Aku menggerakan mataku, ku lihat ada foto ibuku dengan ukuran 4r sudah berada di atas lemari. Foto yang selama aku tinggal di rumah pak nuel selalu berada di meja samping kasurku


Ku raih foto yang terbingkai itu, melihat wajah ibu yang sedang menggandeng tanganku di dalam seragam sekolah putih merah. Aku dapat mengingat bahwa foto ini di ambil pada saat hari pertama kali aku masuk sd.


"Ohiya to, itu kakak bawain barang - barang kamu"


Mataku mencari maksud perkataan kak vina dan menemukan tas sekolahku tergeletak di lantai dekat pintu masuk.


"Makasih kak"


Ucapku.


Aku bangkit dari kasur lalu berjalan mendekati tas sekolahku. Ku buka reseltingnya dan ku lihat isinya. Dompet, hp, casan, peralatan mandi dan beberapa pasang pakaian.


Jujur, aku ingin meminta kak vina untuk mengembalikan semua barang yang dia bawa kecuali foto ibu, karena ini semua harta keluargak pak nuel. Namun ku urungkan niatku, aku merasa tak enak menolak bantuan dari kak vina.


"Makasih banyak ya kak"


Ucapku sambil mendorong tasku ke sudut ruangan tanpa mengambil apa - apa dari dalamnya.


"Iya to..trus kamu dari pagi ngapain disini?"


Tanya kak vina.


Aku membalikan badanku menghadap ke arah kak vina yang masih duduk di pinggir kasur.


"Tidur"


Aku melangkah menuju lemari kecil, ku buka pintu lemari dan ku ambil sepasang pakaian.


"Kamu udah makan to?"


Tanya kak vina.


"Udah kok tadi sebelum tidur. Kak, aku mau ganti baju"


Jawabku sambil menutup pintu lemari.


"Trus?"


Kak vina malah balik bertanya sambil tersenyum. Aku hanya diam melihat senyuman kak vina yang terkesan di buat nakal.


"Buka aja sih to, kakak mau liat"


Tambah kak vina, sedikit memasukan bibir bawahnya ke dalam mulut.


"Dikamar mandi aja ah"


Ucapku sambil meraih gagang pintu


Ucap kak vina yang tidak ku hiraukan.

__ADS_1


Aku membuka pintu lalu berjalan keluar menuju kamar mandi. Selesai berganti pakaian, aku kembali ke kamarku dan melihat kak vina sedang berdiri di tengah ruangan menatap layar hpnya.


"To, kamu ga bosen seharian disini?"


Tanya kak vina tanpa melihat ke arahku


"Bosen sih kak, emang kenapa?"


Tanyaku


Aku menutup pintu kamar lalu menggantungkan pakaian kotorku di cantolan baju belakang pintu.


"Pergi yuk"


Jawab kak vina.


"Kemana?"


Tanyaku sambil membalikan badan ke arah kak vina, mata kak vina kini menatapku.


Kak vina menaruh hpnya di kantong celana lalu meraih tasnya yang berada di atas lemari.


Jawabnya


Kak vina melangkah dan membuka pintu. Kak vina menarik lengan bajuku sambil berjalan keluar kamar. Aku pasrah mengikuti tarikannya.


"Bentar kak"


Ucapku menghentikan tarikan kak vina untuk menutup pintu kamar kost dan menggunakan sepatu.


Di sebuah taman pinggir kota.


Aku duduk bersama kak vina di atas bangku taman yang panjang dengan atasan marmer sebagai alas dudukannya.


Walau lalu lalang pengamen kerap kali menganggu. Namun kami berdua tetap setia menemani beberapa pasangan remaja lainnya untuk menghabiskan waktu di malam sabtu ini.


Sekumpulan remaja yang sedang bernyanyi mengalunkan lagu dengan lirik 'ada pelangi di bola matamu' terus mengisi pendengaranku, sebuah lagu yang seakan memberikan kewajiban bagi siapapun yang mendengar untuk ikut bernyanyi.


"Ada yang lain, di senyum mu"


Suara kak vina pelan ikut bernyanyi.


Kedua tangan kak vina menggeggam gelas plastik berisi minuman yang kami beli di pedagang pinggir taman.


"Suara kakak bagus yah"


Ucapku iseng sambil melihat wajah kak vina.


Kak vina menghentikan nyanyiannya, ia membelokan wajahnya menghadap ke arahku.


"Tapi bagusan diem kan?"


Ucap kak vina sambil tersenyum namun se akan terlihat menahan kesal.

__ADS_1


"Engga kok"


Jawabku.


__ADS_2