Pria Culun

Pria Culun
Bab 18 Makan Bareng


__ADS_3

"Bentar"


Teriak lala.


Aku kembali melihat lala yang sudah selesai menuruni tangga.


"Kak kira ikut"


Lanjutnya


Aku yang sama sekali tak menduga ucapan lala hanya bisa melihat ke arah kak vina yang masih berdiri di sampingku.


"Biar akur"


Ucap kak vina tersenyum.


Kak kira menggunakan celana jeans panjang ketat dengan atasan kaos lengan panjang berwarna hitam terus melangkah turun dan berjalan ke arahku.


______


Kami berempat sudah berada di sebuah restoran sederhana dan telah menghabiskan makanan masing - masing.


"Seneng deh bisa makan berempat lagi"


Jawab kak vina yang berada di samping kananku.


"iyasih"


"Tapi kakak kamu malah main hp terus tuh"


Tambah kak vina.


Aku melirik ke arah kak kira yang duduk di samping lala.


Aku memang menyadari bahwa kak kira sedari tadi selalu sibuk dengan hpnya, beberapa kali kak kira terlihat tersenyum sendiri.


"Biarin sih, kayak kamu ga suka main hp aja"


Jawab kak kira.


"Lagi jatuh cinta yah kak?"


Tanya kak vina lagi


Kak kira tiba - tiba menggerakan pandangannya dan menatap ke arah kak vina.


"Kalo iya kenapa?"


Jawab kak kira ketus


"Cepet - cepet jadian deh"


Balas kak vina.


"Kamu tuh cepet - cepet sadar, jangan main mulu kerjaannya"


Ucap kak kira, nadanya meninggi.


"Kayak kakak ga sering main aja"


Balas kak vina.


"Kamu udah mulai berani ngelawan ya vin!"


Kak kira sedikit membentak.


Aku menggerakan tangan kananku menyentuh paha kiri kak vina.


Aku memberanikan diri untuk melihat kak kira, matanya terus menatap kak vina.


"Kak"


Aku memanggil kak kira.


Aku mengelus paha kak vina pelan, berharap ia tak ikut terpancing emosi.


"Kita bukan di rumah".


Tangan kananku yang berada di atas paha kak vina di sentuh.


Kak vina menggenggam tanganku.


"Rese banget sih"


Ucap kak kira saat melewati kami.


Aku dan kak vina hanya terdiam.


Kak vina terus menggenggam tanganku.


"Temenin kak kira la"


Ucapku tersenyum.


Lala membalas senyumku dan berdiri dari kursinya, segera melangkah menyusul kak kira.


Setelah beberapa saat, aku melihat ke belakang untuk memastikan bahwa lala dan kak kira sudah berada di luar restoran, lalu kembali melihat kak vina.


"Kak"


Panggilku sambil mengusap paha kak vina


Kak vina membalas tatapanku.


Aku dapat melihat mata kak vina berkaca menahan tangis.


"Sabar"


Ucapku.


Kak vina hanya menganggukan kepala, tangannya terus menggenggam tanganku.


Setelah beberapa saat, kak vina melepaskan genggamannya lalu berdiri.

__ADS_1


"Pulang to"


Ucap kak vina dengan suara bergetar.


Aku hanya mengangguk sambil terus menatap kak vina lalu ikut berdiri mengimbanginya.


Aku sudah berbaring di kasur kosanku. Masih memikirkan kejadian di restoran tadi.


Jujur aku khawatir, memikirkan bila geri sudah berhasil mendekati kak kira.


Pov kira.


Jam 4 sore.


Aku baru saja masuk ke dalam mobilku setelah selesai melakukan bimbingan skripsi hari ini.


Di dalam mobil, aku menyalakan mesin lalu mengeluarkan hp.


"Okay ra, semangat ya"


Pesan dari nando yang ku terima sebelum menemui dosen untuk melakukan bimbingan skrispi.


"Udah selesai kok do"


Balasku.


Setelah selesai membalas, aku segera melajukan mobilku keluar dari area parkiran kampus.


Di dalam perjalanan pulang, aku mendapatkan pesan balasan dari nando.


"Gimana bimbingannya?"


Isi pesan dari nando.


"Yagitu deh"


Balasku singkat.


"Revisi?"


"Sedikit"


"Semangat yah, sekarang lagi dimana?"


"Iya makasih do, lagi jalan pulang nih"


Pesan dari nando


Entah kenapa aku tersenyum membaca pesannya.


"Belum, kenapa?"


Balasku.


"Makan bareng, mau?"


Aku semakin tersenyum lebar mengetahui bahwa nando mengajakku makan bersamanya.


"Boleh"


Balasku singkat.


"Gausah do, langsung ketemu di sana aja"


"Dimana?"


"Terserah"


"Suka pecel lele?"


"Suka kok"


"Pecel lele layla, tau?"


"Tau"


"Yaudah, ini aku otw yah"


Balas nando.


Aku segera membelokan arah mobilku lalu mengetik balasan pesan untuk nando.


"Okay, aku otw juga"


Balasku...


**


Setibanya di rumah makan, aku melihat nando sedang duduk sendirian di meja yang berada paling dekat dengan pintu masuk.


"Maaf yah do kalo lama"


Ucapku ketika aku sudah berada di samping nando yang sedang sibuk menatap layar hpnya.


"Eh.....engga kok"


Jawab nando.


Nando dengan cepat berdiri lalu menarik keluar kursi yang berada di sampingnya.


"Duduk ra"


Lanjut nando tersenyum.


Bibirku terasa bergerak dengan sendirinya membalas senyuman nando.


"Makasih ya do"


Ucapku duduk di samping nando.


"Iya, makanan udah aku pesen...eh kamu gimana bimbingannya?"


Tanya nando.

__ADS_1


Terlihat jelas bahwa ia mencoba untuk menutupi perasaan canggung.


"Aman kok, cuman revisi dikit. Kamu gimana ngajarnya?"


Ucapku balik bertanya.


"Ah gabut cuman ada dua kelas hari ini"


Balas nando..


Kami sejenak terdiam.


Tanya nando kembali mencoba membuka obrolan.


Balasku.


"Kalo bisa jangan di luar kota yah"


Ucap nando.


"Loh, kenapa?"


Tanyaku, pura - pura bingung.


"Ah..emh..yagapa, biar kita bisa makan bareng lagi aja"


Nando tersenyum, lagi - lagi bibirku bergerak sendiri membalas senyumannya..


"Maaf mas, ini pesanannya"


Rupanya seorang pramusaji sudah berada di dekat kami dan meletakan pesanan nando di meja.


"Makasih mba.. makan dulu yuk ra"


Ucap nando.


Aku mengangguk.


Momen - momen selanjutnya pun hanya ku habiskan untuk makan bersama nando dalam diam.


Setelah beberapa saat...


"Emang kamu sidangnya kapan ra?"


Tanya nando setelah kami selesai melahap makanan.


"Belum tau do, kalo bisa sih tahun ini"


Balasku.


"Ya di kejar dong, biar ga bayar semesteran lagi"


Ucap nando.


Aku mengangguk tersenyum mendengar motivasi dari nando.


Lagi - lagi kami kembali terdiam.


Merasa suasana mulai canggung, aku segera berdiri.


"Do, aku pulang duluan yah, takut keburu macet"


"Eh..bentar - bentar"


Balas nando.


Nando ikut berdiri kemudian berjalan ke arah kasir, ia membayar makanan kami lalu kembali melangkah ke arahku.


Ucap nando entah mengajakku kemana.


Balasku, bingung dengan ajakan nando.


Kami berdua melangkah menuju parkiran, nando ternyata mengikutiku hingga aku berada di depan pintu mobil.


Entah mengapa, jantungku berdebar memikirkan apa yang ingin nando lakukan.


Ucap nando tepat ketika aku membuka pintu mobil.


Aku menatapnya.


"Nanti malem aku nelpon kamu, boleh?"


Tanya nando, tatapannya khawatir.


Lagi - lagi bibirku bergerak sendiri membentuk sebuah senyuman..


"Boleh kok"


Balasku tersenyum.


Nando membalas senyumanku lalu mulai melangkah mundur menjauhi mobil.


"Yaudah hati - hati yah ra"


Ucap nando.


Aku mengangguk lalu masuk ke dalam mobilku.


POV Anto.


Di kostan.


Aku menggaruk kepalaku sendiri seakan protes dengan kejenuhan yang ku rasa setelah seharian berada di kostan ini.


Bosan, aku memilih untuk mengirim pesan pada kak vina.


"Dimana kak?"


Kirimku.


Tak lama, kak vina membalas.


"Kakak lagi di kostan temen, adik ku sayang. Ada apakah gerangan?"

__ADS_1


Balasan dari kak vina.


__ADS_2