
POV Orang ke 3
Di suatu ruangan terjadi pergrlutan antara laki-laki dan perempuan. Kedua terlibat dalam suatu kegiatan yang sangat menguras tenaga.
"umm lembut dan kenyal banget..."
ucap laki-laki tersebut sambil memainkan 2 buah pegunungan yang bulat.
"emh.." sang wanita berusaha menahan suaranya.
Laki-laki tersebut semakin liar dalam pergelutannya membuat wanita itu kewalahan akibat perbuatan sang pria.
"M.a..s..u..kiiinn.. gak....tahannhhh.."
suara sang wanita menahan sesuatu yang bergejolak dari dalam tubuhnya.
Laki-laki itu hanya mengangguk dan mulai melakukan perintah sang wanita. laki-laki itu terus mengulang-ulang gerakannya maju dan mundur sampai di suatu ketika terdengar erangan yg sangat panjang dari kedua manusia tersebut...
Tubuh mereka di penuhi oleh keringat seperti orang yang sedang berlari di kejar anj*ng.
Pov Anto.
"To..besok kamu kerumah kan?" Tanya kak vina masih dalam posisi tengkurap.
"Gatau..emang kenapa kak?" Jawabku.
Kak vina beregerak mendekatiku, menaikan kaki kanannya di atas pahaku sehingga paha bagian bawahnya menyentuh sosis itu.
Kak vina juga menaruh tangan kanannya di dadaku.
"Kan besok papah berangkat"
Jawab kak vina sambil mengelus dadaku
Aku meletakan tangan kananku diatas paha kak Vina .
"Ohiya"
Jawabku ikut mengelus paha kak vina.
Ke esokan harinya.
Aku baru saja sampai di depan rumah pak nuel.
Rupanya pak nuel sudah berdiri di depan pagar bersama lala dan kak vina di belakangnya, mobil dinas pak nuel pun sudah menunggu.
__ADS_1
"Mau langsung berangat pak?" Tanyaku sambil turun dari motor.
"Ya. Kamu sini sebentar"
Jawab pak nuel.
Mendengar ucapan pak nuel, aku segera melangkah mendekatinya. Aku menghadap ke arah pak nuel sehingga mobil dinasnya berada percis di belakangku.
"Walau kamu sekarang tidak tinggal di rumah, tapi saya minta kamu sering datang ke rumah. Setidaknya agar vina bisa mengontrol kondisi kamu"
Ucap pak nuel.
"Baik pak"
Jawabku sambil menurunkan punggungku menunjukan sikap hormat padanya.
Tiba - tiba aku mendengar sebuah suara di sampingku.
"Pah, barangnya udah masuk semua"
Aku melihat ke samping.
Ternyata ada kak kira yang baru saja turun dari mobil sehingga kini ia berada tepat di sampingku.
Mata kami bertemu.
Pak nuel berjalan ke arah mobil melewatiku, saat pak nuel sudah berada di pintu, ia melihat ke arah kak vina.
"Papah berangkat"
Ucap pak nuel.
Pak nuel menggeser pandangannya ke arahku.
"Cepat - cepat akur lah kalian" Lanjutnya.
Aku yang merasa tersindir hanya bisa memberikan senyuman terpaksa.
Pak nuel masuk ke dalam mobil dan menutup pintu. Beberapa detik kemudian, mobil yang di kendarai supir itu bergerak maju meninggalkan kami.
Aku dan kak kira hanya terdiam menatap kepergian pak nuel. Tiba - tiba aku mendengar suara kak vina di belakangku.
"Ciee cepet akur yah hihi"
Aku melihat ke belakang.
__ADS_1
Kak vina sudah memutarkan tubuhnya.
"Ih jail banget sih kak"
Ucap lala di samping kak vina saat kak vina mulai melangkah menuju pintu rumah.
Aku melihat ke arah lala.
Lala juga melihat ke arahku, kami berdua tersenyum di saat yang bersamaan. Namun tatapan kami terpisah saat kak kira lewat di antara kami berdua.
"Masuk to"
Ucap lala saat kak kira sudah memasuki area rumah.
Aku mengangguk lalu berjalan ke arah motorku, mendorongnya masuk ke area parkiran
Lala yang masih berada di dekat pagar menutup pintu gerbang dan mulai berjalan ke arah pintu rumah.
Aku mengikuti lala, masuk ke ruang tamu. Lala duduk di sofa panjang, aku duduk di sofa satuan.
"Kamu dari kemarin tidur dimana sih?"
Tanya lala
Sepertinya lala sudah bisa bersikap normal kepadaku.
"Di kosan la"
Jawabku
"Kamu ngekost to? Dimana?"
Tanya lala, menaikan alisnya ke atas.
Aku terdiam, entah mengapa aku khawatir bila lala tau keberadaan kostku.
"Kamu marah ya to sama aku?" Tanya lala.
Ekspresi wajahnya berubah.
"Engga kok la"
Jawabku.
Aku menatap mata lala. Sejenak aku memberanikan diri untuk mengucapkan pertanyaanku.
__ADS_1
"Kenapa sih la kamu ngasih tau....."
"To, temenin kakak makan yuk" Suara kak vina memotong pembicaraan ku.