Pria Culun

Pria Culun
Bab 25


__ADS_3

Pagi ini, aku terbangun saat mendengar pintu kamarku diketuk.


"Anto"


Suara kak vina memanggilku.


"Emh....iya kak bentar"


Jawabku malas dengan kesadaran seadanya.


Aku bangkit dari kasur kemudian berjalan menuju pintu.


Pintu terbuka.


Terpampanglah kak vina yang sedang berdiri di depan pintu, menggunakan kaos putih dan celana jeans panjang sebagai bawahannya.


"Baru bangun yah to?"


Tanya kak vina.


"Iya kak"


Jawabku malas sambil mengusap mata.


Aku melangkah mundur lalu duduk di pinggir kasur..


"Emmmhhhh.....tumben kak pagi - pagi"


Ucapku sembari merenggangkan kedua tanganku.


"Iya..kakak mau ajak kamu ke rumah dimas"


Balas kak vina sambil melangkah masuk kemudian duduk di sampingku..


"Ah? Ngapain?


"Main aja, mau ga?"


Tanya kak vina sambil menahan tanganku yang sedang ku renggangkan agar tak mengenai wajahnya.


"Aku mandi dulu ya?"


Balasku.


"Yaudah, cepet gih"


Jawab kak vina kini mendorong pundakku agar segera bangkit dari kasur.


"Bentar yah kak"


Balasku kemudian berdiri.


Aku meraih peralatan mandi dan pakaian ganti kemudian segera melangkah menuju kamar mandi. Sekitar 15 menit hingga akhirnya aku sudah kembali berada di kamar, menemukan kak vina yang kini sedang tiduran di kasur.


"Kesana naik motor lagi?"


Tanyaku seraya meraih celana jeansku yang ku gantung di belakang pintu.

__ADS_1


"Kita naik kereta aja yah, gapapa kan?"


Balas kak vina hanya menggerakan kepalanya menatapku.


"Terserah kak"


Jawabku singkat kemudian segera menggunakan celana jeansku.


Celana jeansku sudah terpasang, aku kemudian sejenak bercermin untuk memastikan bahwa pakaianku sudah rapih.


"Mau berangkat sekarang kak?"


Tanyaku seraya melangkah mendekati kak vina yang masih tiduran di kasur.


Kak vina meraih tanganku, lalu menggunakannya sebagai pegangan untuk membangunkan tubuhnya.


"Yuk"


Ucap kak vina saat ia sudah berdiri di hadapanku.


Aku tersenyum, kak vina justru dengan santainya mengencup bibirku sesaat.


"Nanti motor kamu parkir di stasiun aja"


Jelas kak vina seraya mulai melangkah menuju pintu kamar.


Aku hanya mengangguk kemudian meraih kunci motorku dari atas lemari kecil dan ikut melangkah bersama kak vina keluar kamar. Sekitar 20 menit kemudian, aku dan kak vina sudah tiba di stasiun kereta. Ternyata penumpang kereta di hari sabtu ini cukup sepi, sehingga aku dan kak vina berhasil mendapatkan kursi bersampingan. Selama perjalanan, kak vina selalu megandeng lenganku sehingga kami nampak seperti sepasang kekasih.


Tak lama kemudian, kami sudah tiba di depan rumah dimas.


Tanya dimas saat ia sedang membuka gerbang.


"Engga mas, anto mau nyobain naik kereta"


Jawab kak vina.


"Haha, belum pernah naik kereta emang to?"


Balas dimas saat gerbang sudah terbuka.


"Ah? Udah kok bang, cuman jarang"


Jawabku.


"Emang kamu pernah to?"


Tanya kak vina.


"Pernah lah kak"


"Ngobrol di dalem aja bisa kali"


Saut dimas.


"Ohiya haha, yuk to"


Jawab kak vina kemudian menarik lenganku untuk segera melangkah masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Di ruang tamu.


"Orang rumah pada kemana bang?"


Tanyaku seraya duduk di kursi.


"Pada ke bali to, ada acara kantor... Mau minum apaan lu?"


Balas dimas.


"Apaan aja bang"


"Es tehnya satu yah mas"


Ucap ku dan kak vina bersamaan.


"Paling bisa emang lu kalo masalah nyari kesempatan vin"


Jawab dimas nampak keberatan dengan permintaan kak vina.


"Sekali - sekali gapapa dong"


Balas kak vina tersenyum kepada dimas.


Dimas ikut tersenyum.


"Bentar dah"


Jawab dimas kemudian melangkah meninggalkan aku dan kak vina di ruang tamu.


Beberapa menit kemudian, mataku terkunci saat melihat seorang wanita cantik hanya menggunakan handuk putih berjalan ke arah kami.


"Loh, ada si ganteng"


Ucap kak sherly dengan balutan handuk menutupi tubuhnya yang masih nampak basah.


"Eh....iya...kak"


Jawabku gugup.


"Pake baju dulu bisa kali bu"


Celetuk kak vina jutek.


"Hihi...bentar yah ganteng"


Balas kak sherly sambil mengedipkan satu matanya kepadaku, kemudian segera melangkah meninggalkan aku dan kak vina.


Aku bahkan menatap gerakan pinggulnya saat ia berjalan membelakangiku.


"Matanya hey"


Ucap kak vina sadar akan tatapanku.


"Ah....iya kak maaf"


Kak vina hanya tersenyum melihatku.

__ADS_1


__ADS_2