
Aku tersenyum membalas tatapan kak vina, lalu membuang pandanganku kembali ke arah jalan raya yang ada di depan.
"To...nanti malem papah pulang"
Ucap kak vina.
Aku hanya terdiam mendengar ucapannya. Pandanganku turunkan sedikit kebawah, seketika aku tak bisa lagi menikmati ketenangan momen ini karena teringat masalahku.
"Kamu mau nemuin papah?"
Tanya kak vina.
"Gatau lah kak"
Jawabku cepat tanpa befikir.
Aku menghembuskan nafas panjang, mempersiapkan mental untuk kembali memikirkan masalahku yang sejenak dapat ku lupakan.
Tiba - tiba kak vina menyentuh tanganku, jarinya terasa dikit akibat gelas minuman yang tadi ia pegang.
"Kalo kamu ga mau, gapapa kok to. Kaka cuma mau ngasih tau aja"
Ucap kak vina sambil mengelus tempurung tanganku.
Aku melihat ke arah kak vina dan membalas tatapannya.
Aku tersenyum. Entah mengapa aku memberanikan diri untuk memajukan wajahku. Pelan, aku kecup bibir tipis kak vina.
"Makasih ya kak"
Ucapku sambil menarik wajahku menjauhi kak vina.
Kak vina tersenyum. Tangannya kini menggeggam lenganku.
"Kamu ga ada niatan mau pulang yah to?"
Tanya kak vina.
Aku memindahkan pandangaku kembali ke arah jalan raya.
"Gatau"
Jawabku singkat.
"Kakak boleh tau kenapa?"
Tanya kak vina.
__ADS_1
Aku menarik nafas panjang, entah mengapa terasa berat bagiku untuk mengungkapkan perasaanku.
"Kak kira"
Jawabku pelan.
Aku kembali mengingat rasa sakit hatiku saat di marahi oleh kak kira.
"Kamu marah sama kak kira?"
Tanya kak vina.
"Engga"
Jawabku jujur
Aku memang tidak mengerti apa yang aku rasakan kepada kak kira saat ini.
"Terus?"
"Gatau lah"
Jawabku.
Aku melihat ke arah tangan kak vina yang masih memegang gelas minuman. Ku gerakan tangan kiri ku meraih gelas minuman dari tangan kak vina.
Tiba - tiba tangan kananku terasa di genggam oleh kedua tangan kak vina.
"Tapi kamu ga marah kan sama kakak?"
Tanya kak vina sambil sedikit menarik lenganku.
"Engga lah kak"
Jawabku setelah melepaskan sedotan dari mulut.
Sejenak aku mengalihkan pandanganku ke arah tong sampah yang berada tak jauh dariku. Aku lemparkan gelas plastik yang sudah kosong itu masuk ke dalamnya.
"Justru aku mau bilang makasih sama kakak karena udah nolongin aku"
Ucapku panjang sambil melihat ke arah kak vina.
"Kamu juga mau kan to, kalo suatu saat kakak minta tolong ke kamu?"
Tanya kak vina.
"Mau lah kak"
__ADS_1
Jawabku sambil memasang ekspresi kecewa karena kak vina masih bertanya soal itu.
Tapi tiba - tiba kak vina memajukan wajahnya, kak vina mencium ku. Aku kaget karena tak siap menerima ciuman ini, namun ku pertahankan posisiku lalu mencoba untuk membalas ciuman kak vina.
Kak vina terus memainkan b*b*rku. Tangan kanan kak vina meraih pundak kiriku, sementara tangan kirinya masih terus mengenggam lengan kiriku.
Aku menikmati ciuman kak vina, namun tiba - tiba kak vina malah melepaskannya.
B*b*r kak vina bergerak ke arah pipiku, mendekati kupingku..
"Tolong temenin kakak dong to"
Bisik kak vina
Bulu kudukku merinding. Aku reflek meraih tangan kanan kak vina yang berada di pundaku.
Kak vina menjauhkan wajahnya dari wajahku. Kak vina menatapku sambil menggigit b*b*r bawahnya.
Aku membalas tatapannya yang terlihat sayu, tersenyum menganggukan kepala.
Beberapa waktu kemudian, di kostan.
Kini kak vina sedang berdiri di tengah ruang kamar, sedang menggunakan kemejanya.
"Kakak yakin mau pulang sekarang? Istirahat aja dulu kak"
Ucapku yang masih ter duduk di pinggir kasur.
"Iya to.. takut papah pulang"
Jawab kak vina sambil merapihkan kemejanya.
"Iyasih..tapi hati - hati yah kak"
Balasku hanya menyaksikan kesibukan kak vina.
"Lain kali kakak nginep deh to disini"
Ucap kak vina sambil mengedipkan matanya.
"Maksudku ga sampe nginep juga kak"
Ucapku sambil menggaruk rambut menerima jawaban dan kedipan kak vina.
"Ohiya kak"
Lanjutku sambil berdiri dari kasur.
__ADS_1
"Besok aku ke rumah"