
"Isep terus to, harusnya kamu tadi ngerokok sebungkus aja"
Ucap kak vina membuatku semakin semangat untuk menghisapi puttingnya.
Terbawa nafsu, aku memberanikan diri untuk menaikan tangan mencoba memeluk kak vina. Namun dengan cepat tanganku terasa di dorong ke bawah kembali menempel dengan kasur.
"Kamu diem ih...kan lagi dihukum"
Protes kak vina..
Aku pasrah dan membiarkan tanganku dikasur kemudian berfokus untuk menghisap dan menjilati putting kak vina.
Hukuman yang sangat-sangat aneh dari kak Vina ini tapi ya aku gak boleh bohong aku juga suka hukumannya hehehe.
"Enak to?"
Tanya kak vina.
Aku merasakan bh penutup mataku bergerak, mungkin kak vina sedang membenarkan posisinya.
"Enak kak"
Jawabku jujur.
Aku terus melakukan apa yang di kehendaki oleh kak Vina sampai dia puas menghukum ku
"Kak hukumannya enak banget hi.hi.hi, gak pernah aku ngerasain hukuman yang enak dan nikmat seperti ini kak".
"Udah kamu nikmatin aja hukuman yang kakak berikan, kakak bakalan kuras habis sampe kering"..
Ucap kak Vina yang membuat ku sontak setengah kaget dan merinding.
__ADS_1
Kak Vina sangat-sangat rakus kayak orang kesetanan dia seperti orang yang belum makan berhari-hari.
"too... Kakak masukin yaa"..
ucap kak Vina
"Masukin apa tuh kak"
balas aku menggoda kak Vina
"masukin ini lah ...ihhh kamu nih"
Balas kak Vina sedikit malu karena menyadari aksinya yang sangat-sangat lah brutal kepadaku, sontak pipinya memerah ketika dia sadar akan perlakuan nya kepada diriku .
Aku hanya tertawa melihat tingkah lucu kak Vina ini, kak Vina pun mulai memasukkan apa yang dia ingin masukkan sehingga dia membuat suara yang aneh, tapi aku suka mendengarnya
Kak Vina terus melakukan aksinya sampai aku ngerasa ada yang basah di bawah sama dan dirinya bergetar sangat hebat
Aku hanya tertawa melihat kak vinaa
Kini saatnya aku yang mengambil alih kemudinya. aku langsung menggerakkan ke depan dan ke belakang sampai mengeluarkan suara yang aneh seperti sebelumnya.
"kak enak bangett... hukumannya.. hukum aku terus kakak....
Ucapku menikmati hukuman kak Vina
"ah. iyaa tooo.."
balas kak Vina
Tiba-tiba aku merasa ada yang akan ada keluar dari dalam tubuh ku.
__ADS_1
"kakak..."
Aku dengan cepat mencabut itu dan keluar lah cairan susu kental manis yang berbau seperti daun pandan itu.
sementara itu kak Vina juga merasakan hal yang hebat untuk ketiga kalinya sama enaknya dengan apa yang aku rasakan tapi aku cuma sekali kak Vina tiga kali .
"hah-hah-hah" nafas kami berdua memburu seperti orang yang habis dikejar binatang buas.
Sadar dengan apa yang baru saja kak vina ucapkan, aku segera menegakan badan dan menatap wajah kak vina yang masih merintih kesakitan.
"Eh...kak....maaf"
Ucapku panik.
Kak vina menatapku, wajah menahan sakitnya kini berubah tersenyum.
"Gapapa kok to... Kakak suka kamu ga culun lagi"
Balas kak vina seraya menarik lenganku untuk kembali menindihnya.
"Kamu kalo mau ngerokok, ngerokok aja.. kakak ga ngelarang kok"
Ucap kak vina lalu mengecup bibirku
"Ah..engga kak..nanti malah di hukum lagi"
Balasku..
"Hukum apa? Barusan mah justru kamu yang ngehukum kakak to"
Jawab kak vina.
__ADS_1
Aku tersenyum, kak vina ikut tersenyum sebelum akhirnya kami kembali ciuman.