Pria Culun

Pria Culun
Bab 21


__ADS_3

"Udah ayo masuk aja"


Ucap bang dimas kepadaku dan kak vina, lalu mulai berjalan menuju pintu rumah.


Aku dengan cepat melepaskan helm lalu meletakannya di atas jok motor, saat aku hendak melangkah..


Kak shierly yang terlihat cantik sedang berdiri di teras rumah, menatapku dengan senyuman di wajahnya.


"Hihi...masuk yuk masuk"


Ajak kak shierly kepadaku.


Aku hanya mengangguk lalu mulai melangkah mengikuti bang dimas dan kak vina ke dalam rumah.


Di dalam rumah, kami berempat kompak duduk di area ruang tamu dengan 4 kursi menghadap ke sebuah meja yang berada di tengahnya. Kak vina duduk sebelah kananku, kak shierly duduk di sebelah kiriku, sementara bang dimas duduk di seberangku.


"Yang, ambilin minum bisa kali"


Ucap bang dimas.


"Ohiya...hey, kamu yang ganteng mau minum apa?"


Balas kak shierly melihat ke arahku..


"Ah? Eh...apa ajalah kak"


Jawabku kikuk.


"Saya es teh manis yah bu"


Protes kak shierly.


"Tolong sih sekali - kali, aku gerah banget ini"


Jawab kak vina.


"Ah bisa aja si ibu...bentar deh"


Balas kak shierly


Kak shierly kemudian melangkah meninggalkan kami..


"Sorry ya bro, genit banget emang itu cewek gua"


Kini bang dimas berbicara kepada kak vina.


"Iya, ini bentar lagi jam satu. Mangkanya gua nitip anto dulu ya mas"


Balas kak vina.


Tanya bang dimas kepadaku.


"Makasih kak"


Jawabku.


Aku dan kak vina segera menegak habis es teh tersebut untuk menghilangkan rasa gerah akibat perjalanan tadi.


Ucap kak vina kepada shierly.


"Ih bentar dulu napa, belum juga ngobrol"


Balas kak shierly menggerakan bola matanya melirik aku.


Kak vina dengan cepat bangkit berdiri.


"Ah kamu mah yang ada malah ngegodain"


Kak vina kemudian berjalan ke samping bang dimas..


Tanpa disuruh, bang dimas segera mengeluarkan sebuah kunci mobil dari kantong celana dan menyerahkannya kepada kak vina.


"Pinjem yah mas"


Ucap kak vina.


Bang dimas hanya mengangguk.


"Ayuk ah shier, gerah banget nih"


Ucap kak vina mengeluh saat ia sudah berada di dekat pintu.


Kak shierly dengan malas bangkit berdiri dan mulai melangkah mendekati kak vina.


"Dadah ganteng, jangan pulang dulu yah"


Ucap kak shierly kepadaku.


Aku hanya tersenyum.


"Apasih bu, diakan pulang bareng saya"


Saut kak vina saat mereka berdua mulai melangkah keluar rumah.


"Ohiya lupa"


Balas kak shierly justru tersenyum sendiri..


Kak vina dan kak shierly sudah luput dari pandanganku, mungkin mereka sudah berada di area parkiran..


"Naik mobil lu bang?"


Tanyaku kepada bang dimas.


"Iya, udah biasa emang. Soalnya cewek gua gabisa bawa mobil dan gua juga males nganterin, untung ada vina yang selalu sekelas sama dia"


Jawab bang dimas..


"Oh"


Aku mengangguk.


"Eh ngerokok ga lu? Isep nih kalo mau"


Bang dimas meletakan bungkus rokok dan korek di atas meja.

__ADS_1


"Ah..kaga bang"


"Bagus dah kalo ga ngerokok, tapi kalo mau isep aja.. selow ga akan tau vina mah"


"Iya bang gampang"


Sejenak kami terdiam.


"Lu gua denger - denger lagi ada masalah sama orang rumah to?"


Tanya bang dimas kembali memulai obrolan.


"Iya bang, ketauan ribut gua di sekolah"


Jawabku..


"Ribut kenapa dah?"


"Biasa lah bang, ada orang nyari masalah mulu, akhirnya gua emosi"


Tanya bang dimas, sepertinya kak vina sudah cerita masalahku kepadanya.


"Dianya kaga"


"Lah kok bisa?"


"Jatohnya bukan ribut sih bang, dia sengaja ga ngelawan jadinya gua dituduh mukulin dia"


"Buset, boleh juga itu bocah"


Ucapnya.


Aku hanya menghembuskan nafas panjang.


"Tapi wajar sih coy, hari gini mah otot doang kurang... Trus masalah lu sama dia udah kelar?"


Bang dimas mengangguk


"Ya saran gua mah lu ikutin aja cara mainnya dia to, kalo emang dia main kotor ya lu kotorin balik aja...emang masalahnya apaan si?"


"Ada dah bang"


Jawabku enggan untuk menceritakan masalah lala dan kak kira.


Aku dan bang dimas pun lanjut mengobrol. Di sinilah aku mulai memikirkan rencana untuk membalas perbuatan geri dan di sini jugalah waktu pertama kali aku merasakan asap rokok memenuhi paru - paruku..


Sekitar dua jam lebih aku dan bang dimas mengobrol, bang dimas bercerita bahwa rumahnya memang selalu kosong di saat siang dan sore hari karena kedua orang tuanya bekerja, oleh sebab itu kak shierly dan kak vina memang sering main ke rumahnya di sela - sela perkuliahan bila bang dimas sedang berada di rumah.


Hingga terdengar suara gerbang terbuka, bang dimas dengan cepat berdiri dan berjalan ke teras rumah.


"Kakak lu udah balik tuh to"


Ucap bang dimas lalu segera kembali melangkah masuk ke dalam rumah.


Aku yang saat itu sedang menjempit rokok menggunakan dua jari, segera mematikannya di asbak yang tersedia.


Bang dimas sudah kembali duduk di seberangku.


"Kalem aja"


"Yaudah berarti tinggal tunggu kabar dari yang lain aja mau ngerjain kapan"


Ucap kak shierly kepada kak vina tepat ketika mereka berada di depan pintu rumah.


Kak vina melangkah masuk...


"Nunggu lama yah to?"


Tanya kak vina sambil terus melangkah lalu duduk di kananku.


"Gapapa kok kak, kan sambil ngobrol sama bang dimas"


Jawabku.


"Nah, sekarang giliran kita yang ngobrol"


Saut kak shierly duduk di kiriku.


Aku memindahkan pandanganku ke kak shierly yang menatapku tersenyum.


"Anto udah punya pacar belum?"


Lanjut kak shierly bertanya kepadaku.


"Ah? Belum.. kak"


Jawabku kikuk


"Kalo mantan pasti banyak yah?"


"Eh...


"Dia belum pernah pacaran"


Potong kak vina.


"Ih kalo gitu pacaran sama kakak aja yuk"


Ucap kak shierly, ia bahkan menggeser kursinya ke arahku hingga dengkul kami bersentuhan.


Bang dimas tiba - tiba bangkit berdiri..


Aku sontak menatapnya..


"Bener - bener deh kamu yang"


Ucap bang dimas kemudian melangkah meninggalkan kami sambil mengusap kepala kak shierly saat berjalan melewatinya.


"Hihi..ganggu aja kamu ih"


Balas kak shierly tertawa kecil.


Kak shierly kembali menatapku.


"Kakak cuman bercanda yah to, tapi kamu beneran belum pernah pacaran?"

__ADS_1


Tanya kak shierly kepadaku.


"Iya...belum"


Jawabku, malu.


"Ih sayang banget..mau kakak cariin?"


Balas kak shierly menggelengkan kepala seakan kasian dengan nasibku.


"Tolong jangan ganggu kehidupan adik saya yah bu"


Protes kak vina.


"Engga...kak..gausah"


Balasku menolak tawaran kak shierly.


"Yaudah, tapi kalo kamu mau, kabarin kakak aja yah..kalo ga kamu sms aja, biar si ibu itu gatau"


Ucap kak shierly sambil mengisyaratkan gerakan bibir tipisnya kepada kak vina.


Aku hanya bisa tersenyum mendengar penawaran kak shierly.


Kami pun lanjut berbincang hingga waktu sudah menunjukan pukul 5 sore.


"Yah, kok buru - buru banget sih vin"


Ucap kak sherly saat aku dan kak vina sudah bersiap - siap untuk pulang.


"Takut tambah macet bu"


Jawab kak vina


Kak vina kemudian bangkit berdiri saat ia sudah selesai bersiap untuk pulang, aku sontak ikut berdiri mengimbanginya.


"Udah mau pulang vin?"


Tanya bang dimas yang ternyata sudah berdiri diantara ruang tamu dan dapur.


"Iyanih, takut macet..yuk to"


Balas kak vina kemudian mengajak untuk mulai melangkah.


Aku dan kak vina melangkah keluar, ternyata begitu juga dengan kak shierly dan bang dimas yang nampaknya hendak mengantarkan kami ke depan rumah.


Setibanya di area parkir. Kak vina membuka gerbang, aku mengeluarkan motor.


Motor sudah berada di luar, kak vina segera duduk di jok belakang.


Ucap kak vina.


"Bang, kak. Makasih banyak yah"


Ucapku.


"Iya hati - hati"


Balas bang dimas.


"Dadah ganteng"


Balas kak shierly melambaikan tangan tersenyum.


Aku membalas senyumannya kemudian menarik gas motorku untuk segera pulang..


Di rumah dimas.


POV Dimas.


"Aah....aaah....dikitt lagii yangg"


Desah shierly yang saat ini sedang ku genjot di atas kasur dengan posisi menungging.


"Emmhh....barengg...kamu nakal bangett shier"


Ucapku merasakan cairan spermaku sudah di ujung tanduk.


Aku mempercepat gerakanku, hingga suara benturan pahaku dan pantat shierly terdengar nyaring di dalam kamar ini.


"Aaaahhhhh...aaaaaahh.."


Desah sherly panjang saat mendapatkan orgasmenya, tubuhnya bergetar.


"Emhh"


Desahku saat kepala penisku berhasil memuntahakan cairan ****** di dalam ****** sherly.


Tubuh sherly terlihat lemas, ia menjatuhkan tubuhnya tengkurap hingga penisku terlepas dari vaginanya.


"Hah....hah"


Deru nafas sherly.


Aku menjatuhkan pantatku di atas kasur untuk sejenak beristirahat.


"Kamu nakal banget sih yang"


Ucapku sambil mengelus mulus betis kaki sherly.


"Emhh...bercanda doang kok yang...maaf yah"


Balasnya.


"Tapi kamu beneran mau main sama dia yang?"


"Emang boleh?"


"Ya kan kayak yang aku bilang, asal kamu ga dipaksa dan ga ada main perasaan sih aku gamasalah"


Sherly dengan cepat mengangkat tubuh hingga duduk bersila di hadapanku.


"Beneran boleh?"


"Iya sayang"

__ADS_1


Balasku kemudian mengecup bibir tipisnya.


__ADS_2