Prince Charming And The Beast

Prince Charming And The Beast
Alasan Sheilla


__ADS_3

Aku membanting tubuhku setelah selesai mandi. Aku memandang langit-langit kamarku,


"Apa jadinya kalau aku putus dengan Shei?" Kataku berbicara sendiri. Entah kenapa itu menjadi hal yang aku takutkan. Aku menutup mataku dengan lenganku,


"Kenapa semua orang ingin berpisah sama gue?"


Flashback on


Aku sedang membereskan isi tasku. Kelas sudah sepi, hanya ada aku dan Alvin. Tiba-tiba Andra yang tadi keluar kelas masuk lagi.


"Alan..," ia langsung memanggilku.


"Hm?" Tanyaku cuek.


"Shei minta putus sama elu." Katanya tiba-tiba membuat aku menghentikan rutinitasku begitu juga dengan Alvin yang berhenti menatap layar ponselnya.


"What??!! Kapan tuh anak bilang??? Gila ! Dia yang mau putus sama Alan???" Kata Alvin heboh.


"Tadi barusan. Reyna yang bilang...," Kata Andra.


Aku terdiam. Mendengar kabar itu malah membuatku makin kesal. Kemarin dia tersenyum saat Kania bilang pacarnya kaus kakiku, sekarang dia mau putus denganku karena aku cium pipinya?? Aku hanya cium pipinya !!!


"Gue gak akan putusin dia. Gue bakalan bikin dia tersiksa. Lihat aja !" Kataku yang marah.


"Tapi__,"


"Gue mau pulang dulu, Daddy udah nunggu gue di rumah." Kataku tanpa peduli apa kalimat Andra selanjutnya.


Flashback off


"Kalo dia gak suka jadi pacar gue, maka dia harus jadi pacar gue selamanya !!!" Kataku. Apa dia kira aku ini tidak bisa bertindak? Kita lihat saja, Shei, siapa yang akan menang dalam perang ini.

__ADS_1


*


Sudah satu Minggu ini aku mengabaikannya. Biarkan saja dia hidup dalam hubungan yang menggantung ini. Dia kira hanya dia yang bisa menyiksaku begini dengan memintaku putus dengannya? Lihat saja dia akan tersiksa.


"Heh ! Jangan sok kecantikan, deh the Beast !" Tiba-tiba baku mendengar julukannya yang sudah lama tidak aku dengar. Diam-diam aku mendekati asal suara, sepertinya suara itu berasal dari bawah tangga,


"Asal lu tahu, badan lu emang gede, tapi lu itu sendiri, kita rame-rame !!!" Mataku terbelalak ketika melihat Shei-Ku yang terduduk sambil menunduk dengan rambut dan seragam yang sudah acak-acakan, apakah di wajahnya juga ada luka? Tidak, ini tidak bisa seperti ini !


"Jangan sok, deh gara-gara kak Alan nyium elu !! Palingan itu juga dia dichallange sama temennya. Sadar diri lu, buruk rupa !!!" Kakiku berhenti saat mendengar kalimat itu. Ya, kemarin aku hanya menciumnya, tapi kenapa dia malah diperlakukan begini ? Apa ini alasannya minta aku putus dengannya?


"Asal lu tahu, cewek kayak lu itu gak akan pantas buat kak Alan !!!" Katanya sambil menoyor kepala Shei. Shei gak pantas buatku? Ya, itu juga pendapat awalku, tapi memangnya kalau sekarang, dia tetap tidak boleh berada di sisiku.


"Hey kalian !!!" Tiba-tiba ada yang menggertak. Tunggu itu suara Alvin. Benar saja tak lama kemudian Alvin muncul entah darimana,


"Apa yang kalian lakuin? Shei, kamu baik-baik aja?" Dia panggil Shei seperti aku memanggilnya? Pake aku-kamu???


"Ehm.., kak Alvin, ta,tadi Shei jatuh dari tangga, makanya kita mau tolongin dia...," Kata si pelabrak itu bohong.


"Benar, Shei?" Tanya Alvin, tapi Shei tidak menjawab. Alvin lalu menghela napas,


"Oke, gue anggap bener, kalo gitu kalian boleh pergi. Biar gue yang bawa Shei ke UKS." Kata Alvin. Gerombolan cewek itu pergi dan Alvin memapah Shei pergi ke UKS.


Aku mengepalkan tanganku. Entah karena kesal pada Alvin yang berhasil jadi Hero di depan Shei, atau justru pada diriku sendiri yang tidak bisa melakukan apa-apa. Tunggu, Alvin ! Kenapa dia bisa sepeduli itu pada Shei? Aku langsung mengikutinya lagi.


"Kak Alvin, aku bisa sendiri ...," Kata Shei berusaha menjauh dari Alvin.


"Tapi kamu__,"


"Kak Alvin, gak usah sok peduli sama aku, abaikan aja aku. Anggap aku gak ada....," Kata Shei. Tanpa sadar aku tersenyum, rupanya dia cukup setia padaku.


"Ke,kenapa kamu bilang itu, Shei?"

__ADS_1


"Kak Alvin, kak Alan sama aja !!!" Katanya, membuatku terhenyak. Jelas aku dan Alvin berbeda, dia suka denganku dan aku ini pacarnya, ya meskipun kemarin dia minta putus.


"Apa gak cukup ngerjain aku ?? Apa gak cukup berpura-pura baik sama aku biar aku dibully??? Sampai akhirnya kalian akan tertawa kan setelah aku pindah sekolah.., iya, aku harusnya pindah sekolah aja...," Kata Shei. Rasanya aku ingin keluar dari persembunyianku dan langsung memeluknya. Niatku awalnya memang mau mempermainkan dia, tapi tidak sampai dia dibully.


"Gak ! Aku gak bisa...," Kata Alvin.


"Kenapa??? Mau tunggu aku sampai mati, hah???!!!" Shei benar-benar marah kali ini, bahkan wajahnya basah.


"Karena aku suka kamu Shei !!!" Tegas Alvin. Kalimat Alvin berhasil membuatku mematung. Aku pasti salah dengar. Alvin tidak mungkin mengkhianatiku. Dia adalah orang yang paling dekat denganku dibandingkan siapapun.


Shei mulai mengangkat kepalanya dan menatap Alvin tajam. Aku bahkan bisa merasakan amarahnya.


"Aku gak butuh perasaan kak Alvin !! Aku butuh kak Alvin gak melihat aku lagi, gak muncul di hadapanku lagi !!!" Dia mengusir kami semua dari hidupnya. Aku senang, tapi dia juga memintaku menjauh. Seharusnya aku langsung menjauh, tapi aku tidak bisa menjauh, bukan ! aku tidak mau menjauh.


"Gak.., gak bisa..., Aku gak bisa jauh dari kamu, Shei..., Aku gak bisa menghilang dari hadapan kamu...," Alvin malah memohon.


"Kenapa.., kenapa kak Alvin gak ikut kak Alan yang udah mengabaikan aku dan itu membuat hidupku lebih tenang???" Kalimat Shei membuat jantungku rasanya diremas. Dia bahagia jika tidak ada aku di hidupnya.


Alvin malah berjalan mendekati Shei lalu memeluknya,


"Gue bilang gak bisa,ya gak bisa !!!" Kata Alvin. Emosiku langsung meningkat yang melihatnya


"Lepasin kak Alvin !!!"


BUG !!


Aku langsung menariknya untuk melepas pelukannya dan memukul Alvin.


"Brengsek lu, Vin!" Aku terengah-engah karena amarahku. Gadis yang aku sukai membenciku dan sahabat yang aku percaya mengkhianatiku. Alvin langsung tersungkur, aku langsung menibaninya lalu menarik kerahnya dan memukul wajahnya sepuasnya,


"Kak Alan !!!" Dia menyebut namaku, membuat aku berhenti. Aku melihat wajah Alvin yang sudah babak belur.

__ADS_1


"Kak Alan udah jahat sama aku, setidaknya jangan jahat sama kak Alvin !" Katanya lalu pergi. Aku mengepalkan tanganku. Kenapa seolah ia membela Alvin? Kenapa ia seolah lebih peduli pada Alvin daripada aku?


__ADS_2