
"Shei !!!" Aku bahkan memanggil namanya begitu sampai di UKS. Namun ternyata dia baru mau keluar dari UKS. Aku langsung memegang pundaknya, memperhatikan wajahnya, lalu menarik lengannya dan mencari memar atau luka di sana. Bahkan aku mencari bekas terjatuh di bajunya.
"Kak Alan?" Tanyanya.
"Lu baik-baik aja??" Tanyaku.
"Iya..," katanya singkat.
"Fiuh.., baguslah.., gue kira lu kenapa-napa...," Kataku.
"Kak, mendingan jangan di depan pintu gini, deh...," Katanya lagi.
"Oh.., iya, lu bener juga..," kataku sambil tersenyum karena malu. Aku lalu langsung menggandengnya dan membawanya pergi.
*
"Kak.., kak Alan..," Ia memanggil namaku.
"Cepetan, abisin dulu susu stroberinya, baru boleh protes." Kataku. Ia lalu meminum susu stroberi yang aku belikan. Dia imut sekali saat menurut seperti ini.
"Kak Alan.., susunya udah habis." Dia malah melapor. Imut sekali, sih.
"Ya udah.., sekarang lu mau ngomong apa?"
"Aku ini gak kenapa-napa,kak. Aku itu tadi nganterin temen aku ke UKS karena dia kakinya luka pas main basket tadi karena jatuh di lapangan." Katanya.
"Tetep aja, lu harus dapet energi lagi setelah olahraga...," Kataku tidak mau kalah.
"Ya udah, iya..," katanya pasrah.
"Lu mau makan apa abis ini?" Tanyaku.
"Gak,kak..., Aku mau ganti baju dulu...,"
"Ganti baju?"
"Iya.., udah, kak Alan gak usah jajanin aku lagi. Aku gak enak..,"
"Kalo gak enak, harusnya lu nurutin, dong keinginan gue..,"
"Ya udah, enak aja, deh jadinya."
"Pft..., " Aku sungguh tak bisa menahan tawa lagi.
"Kok kak Alan malah ketawa?"
"Kamu imut banget, sih...,"
"Apa?" Sepertinya aku mengatakan sesuatu yang membuat gadis di hadapanku ini wajahnya menjadi semerah tomat. Sepertinya aku bisa membuatnya melayang,
"Ya, kamu imut. Kamu cantik dan imut...," Kataku lagi.
"Ooh.., ka,kalo gitu aku permisi dulu,ya,kak." Katanya lalu pergi sambil begitu saja.
Reaksinya itu lucu banget. Tapi sepertinya ada yang aneh di dalam dadaku. Tanganku lalu merambat ke dada kiri. Seperti ada gendang yang dipukul dengan sangat kencang di dalamnya. Tidak, seperti ada batu-batu yang dilempar dan berusaha keluar dari dalam dadaku. Ini baru pertama kali aku rasakan. Apakah ini artinya? Aku tidak mungkin kena penyakit jantung,kan?
*
__ADS_1
Sheilla POV
Aku memasang dasiku di depan cermin yang ada di dalam kelas,
"Ya, kamu imut. Kamu cantik dan imut...,"
Tiba-tiba malah terngiang kalimat kak Alan tadi. Aku langsung menggelengkan kepalaku cepat. Apa, sih yang aku pikirkan? Pasti itu hanya jebakan kak Alan. Setelah memuji begitu, pasti nanti dia akan membuangku begitu saja. Aku lalu memandang wajahku di cermin.
"Tapi dia adalah orang pertama selain ayahku yang menyebutku begitu...," Gumamku bicara sendiri. Bahkan aku tidak bisa menyangkal kalau aku senang dibilang begitu, meskipun aku tahu pasti dia tidak benar-benar mengatakan itu. Semua perempuan juga pasti dia bilang begitu. Tapi hatiku ini ingin mempercayai bahwa kak Alan menyebutku begitu benar-benar dari hatinya.
"Gak !! Aku harus menjaga perasaan !! Jangan sampai jatuh ke dalam pesonanya. Hu-Uh ! Pantes aja dia disebut prince Charming..., Charmingnya emang gak bisa ditolak !!" Kataku lalu pergi meninggalkan cermin.
*
Malamnya setelah selesai mengerjakan PR aku hanya memandang ponselku. Nomor kak Alan yang tadi pagi dia berikan sudah aku masukkan ke dalam kontak di ponselku, tapi kenapa aku merasa gugup begini hanya untuk menekan tombol telepon ? Bahkan ibu jariku hanya tinggal aku berikan kekuatan sedikit untuk menekannya,
"Sheilla !!!" Tiba-tiba Mama memanggilku,
"Hallo? Hallo ini siapa?" Tiba-tiba terdengar suara perempuan.
"Darimana suara itu?" Kataku lalu melihat layar ponselku,
"Hallo? Ini siapa, sih?"
Mataku melotot saat sadar kalau aku menelpon nomor kak Alan dan sekarang ponselku berada di mode loadspeaker,
"Hallo? Ini orang iseng,ya?" Kata perempuan itu lagi.
"Bukannya kata kak Alan ini nomornya, kenapa malah cewek yang ngangkat?"
"Hey !! Ini siapa, sih?? Kalo gak ada jawaban aku tutup ya !!"
"Hah? Cewek? Ini ceweknya kak Alan?"
"Ternyata benar, pasti dia pacar kak Alan yang lain..," batinku.
"Uhmm.., pokoknya bilang aja sama kak Alan kalo Sheilla udah nelpon dia. Makasih." Aku langsung menutupnya.
Kakiku langsung lemas. Duuh, bisa-bisa kak Alan kena masalah sama ceweknya gara-gara aku telpon. Tapi bodo amet, daripada besok gak bisa pulang.
*
Alan POV
"Hello Baby..., I'm coming ~~" kataku yang benar-benar merasa bahagia setelah selesai mandi. Entah kenapa aku merasa sangat bahagia saat ini, tapi kebahagiaanku ini dirusak dengan wujud Elena yang cemberut di tempat tidurku sambil memandang ponselku.
"Woy, El ! Abang lu lagi bahagia, nih..., Senyum dikit, kek !!" Kataku kesal.
Ia melirikku dengan wajah masamnya,
"Kata kak Alan mau senyum, kek, nangis, kek, cemberut, kek, aku,kan tetep cantik." Kata Elena sombong. Aku jadi menyesal pernah bilang begitu.
Aku lalu menghampirinya dan mengambil ponselku,
"Ngapain, lu ? Lagi ngelabrak cewek gue,ya?" Ledekku. Kadang aku suka memintanya pura-pura jadi pacarku yang memergoki pacaran dengan cewek lain supaya aku bisa putus.
"Gak, aku lagi stalker hape kak Alan supaya tau siapa cewek yang lagi kak Alan deketin." Katanya jujur.
__ADS_1
"Kepo aja lu !" Kataku lalu memeriksa notifikasi yang super penuh.
"Oh,iya.., tadi ada cewek yang nelpon, katanya aku disuruh bilang ke kak Alan kalo Sheilla udah nelpon."
"Oh, Sheilla__," Aku langsung berhenti menscroll notifikasi,
"Sheilla lu bilang??? Terus lu Namain gak kontaknya??" Tanyaku.
"Enggak. Kayaknya dia cewek iseng, deh...,"
"Duuh.., ******..., Kalo dia salah paham sama gue gimana? Lu tadi yang ngangkat???" Tanyaku panik.
"Iya__,"
"Duuh.., kalo dia ngira gue punya cewek lain gimana???" Kataku panik sendiri.
"Ih, apaan, sih kak Alan? Biasanya juga gitu. Lebay, deh."
"Oh,iya.., nomornya yang mana?" Tanyaku lalu membuka daftar panggilan masuk.
"Hem.., kayaknya dia belum lama nelpon. Mungkin panggilan masuk terakhir." Kata Elena.
Aku langsung menelpon nomor panggilan masuk terakhir,
"Nomor yang anda tuju sedang sibuk atau berada di luar jangkauan...,"
Aku langsung mematikkan teleponku lalu menelpon nomor itu lagi.
"Kak Alan, cewek itu siapa, sih?" Tanya Elena malah menggangguku dan nomor itu masih belum mengangkat panggilanku.
"Nanti lu juga tau, udah, sana, balik ke kamar lu sana !!" Kataku,
"Hallo?" Akhirnya diangkat juga, sudah bisa kupastikan ini adalah suara Sheilla.
"Ck, kak Alan nyebelin, ih..," kata Elena lalu pergi dari kamarku.
"Shei...," Kataku senang.
"Ini siapa?" Apa-apaan ini? Aku bahkan bisa mengenali suaranya dan dia tidak bisa mengenali suaraku. Curang !
"Ini cowok lu Alan." Kataku agak bete.
"Beneran kak Alan?"
"Iya, siapa lagi, ini gue Alan."
"Ooh..,"
"Lu save nomor gue ya..,"
"Iya. Udah." Aku tersenyum mendengarnya.
"Besok mau gue jemput gak?"
"Gak usah. Aku biasa berangkat bareng papa."
"Ooh, begitu."
__ADS_1
"Daah kak Alan." Tiba-tiba telepon mati. Pembicaraan macam apa ini? Tunggu, dia berani menutup telepon dariku?
*