
Alvin POV
Sheilla masih tersenyum sambil menatapku. Entah kenapa, meskipun responnya baik, aku merasa akan ada kabar yang tidak ingin ku dengar,
"Kak Alvin...," Alan langsung melotot mendengarnya.
"aku__,"
"Sheilla tidak mungkin bersama kak Alvin." Potong Sheilla. Ternyata benar, kabar yang tidak ingin kudengar yang keluar dari mulutnya.
"begitu,ya...," Kataku sedih.
"Ah.., sial.., jadi Shei bukan milik siapa-siapa sekarang ?" Tanya Alan sambil menyenderkan tubuhnya ke sandaran bangku. Tunggu, apa maksudnya ?
"Sudahlah, baikan sana !" Kata Sheilla lagi.
"Aku, sih ingin berbaikan dengan Alvin, tetapi dia...," Alan melirikku.
"Shei.., kamu tidak bersama Alan ?" Aku mengabaikan pertanyaan Alan.
"Tidak." Jawab Sheilla singkat.
"lalu ? kenapa kalian ada di sini?"
"Aku yang mengundang mereka." Kata Jun.
"ah.., Elu...," Kataku.
"Tunggu, gue penasaran, sebenarnya lu siapa?" Tanyaku pada Jun.
Jun malah tersenyum lebar lalu merangkul Alan,
"Orang yang jatuh cinta pada Alan.., Ups ! sebagai sahabat maksudnya, hahaha...," Orang ini jauh lebih aneh, sepertinya Alan ketularan dia.
"kenapa terdengar aneh ? Lu gak boleh bilang gitu, besok malam Lu,kan mau nikah." Tegur Alan.
"maafkan aku kak Kay..," Dia malah menyebut nama calon istrinya.
"Hey, jadinya Lu mau temenan sama gue, gak ?" Tanya Alan lagi. Ah, Alan yang dulu telah kembali.
"Tunggu," Aku melihat jam tangan, 20 menit lagi aku harus masuk kerja,
"Gue harus konfirmasi, Jadi Shei, lu jomblo sekarang, lalu bagaimana ke depannya? Siapa yang bakalan sama elu ? lu udah nentuin?" Tanyaku.
"udah. Kak Alan...," Jawabnya, lalu menatap Alan lagi,
"jika 4 tahun lagi dia tidak melamarku, maka aku akan menikah dengan laki-laki lain." Jawab Shei tegas. Fakta macam apa ini ? Mungkinkah mereka putus dengan syarat ?
"Hey, Shei, itu tidak akan terjadi !" Kata Alan emosi.
"Maka buatlah seperti yang Kak Alan katakan!" Kata Shei tegas.
__ADS_1
"Sepertinya kalian memang saling mencintai,ya ?" Kataku.
"Tentu saja !!" Kata Alan dan Sheilla kompak, tetapi sama-sama sewot.
"Hey.., kenapa jadi kalian yang marah ? Harusnya, kan gue !" Kataku menegur mereka.
"oh, maaf, maaf...," Kata Sheilla. Sedangkan Alan masih diam, Sheilla segera menyikut pinggangnya,
"Aww.., i,iya, iya, maaf !" Kata Alan menurut.
"Pft...," Aku malah jadi tertawa melihat tingkah mereka.
"Sial..., Gue kesal karena ditolak Shei, tapi gue suka ngeliat tingkah kalian..., Lu salah minum obat,ya Lan, hahaha...," Aku tak bisa menahan tawaku lagi.
"Hah? Salah minum obat ?" Alan malah bingung sendiri,
"emang dia aneh aja, hahaha..., tapi itu yang membuat gue suka sama dia, haha...," Tiba-tiba Jun menyambar percakapan.
"uhm.., Jun.., ingat, Lu mau nikah...," Kataku memperingati Jun yang aneh. Tunggu, kenapa aku tidak canggung dengannya?
"Ahaha.., Alvin, Nama lu Alvin, kan ?" Tanya Jun. Aku mengangguk,
"Gue udah sering ngungkapin itu,kok ke Alan. Calon istri gue juga fine aja.., dia juga kenal sama Alan." Kata Jun.
Alan mengenal calon istri Jun ? Apa mereka sempat terlibat cinta segitiga ? Kenapa aku jadi penasaran ?
"ah, tapi Gue dan Alan gak pernah terjebak dalam cinta segitiga. Malah Alan yang jadi Mak comblangnya. hahahaha...," Dia menjawab pertanyaan di benakku sambil tertawa. Dasar aneh. Hari ini sungguh aneh.
"Andra ?" Tanyaku.
"Ya, dan jangan tanya tentang Andra dulu sebelum lu jawab permintaan maaf gue !!" Kata Alan.
Aku menyenderkan tubuhku, aku harus segera memberikan jawaban. Sekali lagi aku melirik ke arah Sheilla yang sedang menikmati kopinya,
"Shei !" Aku memanggilnya.
"hm ?"
"jika gue ngelamar lu sekarang, lu bakalan tetap pilih Alan ?" Tanyaku. Siapa tahu dia berubah pikiran.
"iya.., Tetap pilih kak Alan." Jawab Shei santai tanpa harus berpikir panjang. Ternyata sejak awal aku sudah kalah dari Alan. Hal itu malah membuatku tersenyum.
"Sial...," Lirihku. Tiga orang di hadapanku jadi menatapku,
"Sialnya gue juga kangen sama lu Lan !!" Kataku.
"Alvin...," Lirih Alan.
"Peluk ! Peluk ! Peluk !" Lagi-lagi Jun dan Shei memprovokasi emosiku.
"tapi__," Belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, Alan langsung memelukku. Sebuah pelukan yang sangat erat seolah ia tumpahkan segala rindu yang selama 10 tahun ini ia bendung sendiri.
__ADS_1
"Thanks, Vin...," Suara Alan bergetar. Apakah ia menangis ?
"hiks !" Ya, dia menangis, bahkan terisak.
"Maafin gue yang bodoh waktu itu. Maafin gue yang labil waktu itu. Bodohnya gue adalah gak sadar kalau elu adalah sahabat terbaik gue..., Hiks !" Alan mengucapkan segala kesalahannya.
"Apaan, sih ?!" Kataku yang akhirnya membalas pelukannya,
"sekalipun Cici Natalie gak suka sama lu, Lu tetep sahabat gue, Lan !" Kataku yang juga menumpahkan segala kerinduanku selama ini. Ah, ternyata aku lebih merindukannya dibanding Sheilla.
"Asal lu tahu, gue seolah merasakan patah hati kedua kalinya waktu itu..., tapi gue gak bisa berbuat apa-apa..., Gue cuman bisa marah tanpa alasan yang jelas.., hiks !" Ya ampun.., aku bahkan juga jadi ikutan terisak.
Alan melepas pelukannya, Aku melihat wajahnya yang memerah karena menangis, ia lalu menempelkan keningnya dengan keningku,
"jadi, lu maafin gue,kan ?" Tanyanya lagi.
"Apaan, sih ? Pake ditanya ? Ya iyalah !! Dasar si beg* !!!" Kataku yang kesal.
"Alhamdulillah.., lega rasanya gue...," katanya lalu melepaskan keningnya dari keningku, Ia lalu tersenyum padaku.
"Lu gak masuk kerja ?" Tanyanya. Sial ! Aku sampai lupa, aku langsung melihat jam tanganku, dan hebatnya 5 menit lagi aku harus sampai di kantor sedangkan waktu tempuh dari cafe ini ke kantorku adalah 10 menit dengan sepedaku.
"Gue udah telat !!" Kataku.
"Ya udah sana !" Kata Alan.
"gara-gara lu Lan !" Kataku meledeknya.
"Emang sengaja, hahaha..," Ternyata Alan juga meledekku.
"Ya udah, gue pamit, ya..., Lain waktu kita ketemu lagi..," Kataku,
"Tunggu !" Alan masih mencegahku dan menyelipkan sebuah kertas di saku kemejaku,
"itu nomor gue, nanti save,ya..," Kata Alan sambil mengedipkan matanya. Haduh, Alan versi tak tahu malu muncul lagi.
"iya, iya..," Kataku,
"nanti datang di pernikahan gue ,ya...," Kata Jun tiba-tiba.
"Iya,iya.., kirim aja alamatnya dimana !!" Kataku berlari ke tempat sepedaku terparkir.
"jangan lupa, hubungi gue balik !! Nanti gue kasih alamatnya !!!" Teriak Alan.
"Iyaa !!!" Seruku dan akhirnya meninggalkan mereka. Ya, aku meninggalkan mereka sekaligus meninggalkan kenangan pahit yang terjadi antara aku dan mereka. Semoga kami bisa berhubungan baik di masa depan. Eh, tunggu. Bagaimana dengan Andra ?
*
*
*
__ADS_1
Ada yang penasaran dengan Andra?