Pursuing A Dream

Pursuing A Dream
Bab. 01//masa kecil Hana dan Ezra


__ADS_3


MASA KECIL HANA



Namanya Hana, ia di besarkan di keluarga yang penuh kasih sayang oleh ayah dan ibunya.Hana sangat di manja, sekalipun di manja dia tetap menjalankan kewajibannya sebagai anak terutama dalam bidang pendidikan. Hana belajar dengan tekun terutama dia hobi membaca buku, Ia anak yang sangat pintar dan ceria dengan siapa saja yang ia kenal. Tapi, dia juga mudah menangis alias cengeng jika sedang berada di lingkungan baru. Namun, jika baru kenal tapi dia sangat nyaman, dia tidak akan cengeng malah dia akan sangat gembira dan berambisi untuk membuat orang itu merasa nyaman dengannya seperti ia nyaman dengan orang itu. seperti seekor kucing yang menemukan mangsa yang di sukainya.


Suatu hari, ia dan keluarganya baru saja pindah rumah. Tentu saja dia juga pindah sekolah. Saat itu dia masih PAUD. Ibunya mencarikannya PAUD baru agar ia tetap bisa belajar. Saat hendak mendaftar ia di tolak.


"Maaf Bu, kita tidak bisa menerima anak ibu!" ujar guru itu dengan gembira.


"Kalau boleh tau kenapa bu?" tanya Ibu Hana.

__ADS_1


"Kemampuan anak ibu sudah bagus, bisa langsung masuk tk!" ujar guru itu.


"Tapi apakah umurnya tidak terlalu cepat?" tanya ibu Hana yang mengkhawartirkan umur anaknya yang masih muda.


"Nggak papa bu, anak ibu sudah cukup mengerti, dan membacanya sudah sangat lancarrr." ujar guru TK itu.


"Apakah ada rekomendasi TK yang dekat di daerah sini?" tanya ibu Hana


Guru itu memberikan rekomendasi TK terdekat "TK suaka yang paling dekat di daerah sini bu"


Akirnya ke dua orang tua Hana memutuskan bahwa Hana langsung masuk TK walaupun umurnya masih terlalu muda.


Setelah mendaftar TK Hana akhirnya di terima dan besoknya langsung masuk. Apakah dengan di terimanya Hana di sekolah itu dapat mempertemukannya dengan Si dingin yang pintar?

__ADS_1



MASA KECIL EZRA



Ezra, sorang anak laki - laki yang masih kecil. Ia pintar seperti Hana, akan tetapi ia pintar tidak hanya dengan kasih sayang, akan tetapi dengan ketegasan ayahnya sedangkan ia mendapat kasih sayang dari ibunya.


Karena ayahnya seorang militer, Ezra di didik tengan tegas layaknya seorang militer kecil. Mungkin hal itu yang menyebabkan Ezra menjadi anak yang beraikap dingin sampai ia mempunyai teman anak kecil perempuan seumuran dengannya yang dia anggap seperti adik sendiri.


Sampai ia di ajak pindah keluarganya ke luar pulau karena masalah pekerjaan ayahnya. Ia merasa berat hati untuk meninggalkan temannya yang sudah di anggapnya sebagai adik yang sangat ia sayangi.


Ia pergi berpamitan dengan adiknya itu "hei! Kamu jangan nangis!! Aku janji besok kita akan bertemu lagi!!" pamit Ezra agar anak itu tidak terlarut dalam sedih. "hiks..hiks..janji??" tanya anak kecil itu yang menangis sembari mengacungkan jari kelingkingnya. "iya!! pasti!!" jawab Ezra.

__ADS_1


Ezra langsung pergi dan meninggalkan gadis kecil itu dan hatinya berubah kembali menjadi es di gunung everest. Sampai ia pindah di rumah barunya dan bertemu dengan gadis kecil lagi bernama Hana. Apakah Hana bisa mencairkan hati si Ezra???


__ADS_2