Pursuing A Dream

Pursuing A Dream
Bab. 21//apakah dia cemburu?


__ADS_3

Setelah ulangan


Semua siswa di buat lemas oleh soal dari Bu Irma. Yah..salah satunya Si Yala "ukh..susah amat tuh soal tadi..untung aja tadi aku sempet belajar! Udah Belajar aja masih kesulitan apalagi kalau nggak belajar!! Untung aku ngikutin perkataan tuh bocah!" Yala melihat Hana agak kesal karena suka molor di kelas.


"woyy!! Bangunnnn!!! Udah istirahat nihh!! Kamu mau jajan di kantin nggak???" teriak Yala agar Hana terbangun dari tidurnya.


Hana yang terkejut dengan teriakan Yala, langsung terbangun dari tidurnya "Hah??apa ini??ada apa??" ujar Hana dengan nyawanya yang belum terkumpul semua.


"noh! Dah istirahat tuh!! Mau jajan nggak?? 20 menit lagi masuk soalnya?!" tanya Yala.


Hana yang mengetahui bahwa sudah jam istirahat, nyawanya yang tadi belum terkumpul semua tiba - tiba terkumpul semua "Gass!! Ayokk!!"


Yala yang heran karrna mendaoat satu sahabat yang aneh bergumam dalam hati "cihh! Giliran jajan langsung maju nomor satu!! Ya tuhan!!.kenapa aku bisa punya sahabat kek gini??"


Mereka berdua akhirnya pergi menuju kantin. Saat sedang menuju kantin, tiba - tiba di depan mereka ada penghambat.


Rambut ungu bagai terong dan wajah bodoh yang sok pintar sempat menghambat perjalanan mereka menuju kantin. "yo~ kawan lama! Sanggup juga ya kalian masuk sekolah ini? Hahahah" ujar Almira si terong.


Yala yang emosinya suka meledak - ledak langsung membalas perkataan Almira "Cihh! Siapa yang kau panggil kawan??? Kamu bayar aku satu miliar pun aku tetep nggak mau temen sama tukang nyontek kayak kamu!!"


Hana yang tidak mau berurusan dengan wanita gila itu langsung mengajak Yala menyelonong pergi. Akan tetapi perempuan itu malah ngelunjak"heh!! Dasar rendahan! Beraninya kalian mengacuhkan aku! Kalian nggak tahu siapa aku?? Apakah kalian lupa?? Dasar pikun!!"

__ADS_1


Hana yang sudah muak dengan kicauan itu langsung berbalik arah dan mendatangi Almira "kamu bisa diem nggak?? Kamu lupa apa yang kamu perbuat padaku dulu?? Udah nyontek! Fitnah lagi! di mana logika kamu hah?? Akal sehat masih ada??" tanya Hana dengan tegas.


Karena banyak murid, Almira malu dan berusaha untuk mengelak dari fakta "si-siapa yang tukang nyontek sama tukang fitnah?? kamu kalii!"


"Cihh! Ternyata masih ada urat malu! Gini - gini, aku sama Yala masuk sini pakai jalir prestasi! Nggak kayak kamu! Anak pejabat malah lewat jalur dalam! chuaakss! Aku saranin kamu segera bertobat deh!(senyum iblis) ayok yal! Kita tinggalin terong ungu itu!" balas Hana yang kemudian meninggalkannya.


"itu kan anaknya...//wahh masak sih..!!//ngeri banget!!" suara bisikan gosip mengelilingi Almira.


Almira yang mendengar semua bisikan itu, menjadi semakin benci dengan Hana "ck! Awas aja kalian! Aku tidak akan menerima penghinaan ini!"


Di kantin


Di sisi lain, ada Ezra dan Rendra di bangku lain. Ezra melihat Hana. Ia yang melihat itu, hendak menghampirinya. Akan tetapi, saat hendak menghampiri Hana, tiba - tiba ada Si terong ungu "Ezra! Kamu ternyata juga sekolah sini??" ujar Almira sambil menunjukkan ekspresi lucu seperti seekor babi.


"(mengernyitkan dahi) kamu... kenapa di sini???" tanya Ezra dengan kesal.


Almira yang memang memiliki obsesi terhadap Ezra, mendengar perntanyaan Ezra dari sudut pendengarannya terdengar sangat romantis baginya. "iya...ya? Kenapa juga aku bisa sekolah di sini??hmm...karena kamu!" ujar Almira seperti tanpa dosa.


Ezra kesal dengan jawaban dari Almira "sumpah! Nih orang udah nggak waras!" ujar Ezra dalam hati.


Tiba - tiba, Hana muncul tepat di samping Almira "permisi...kenapa ada terong ungu di sini?" ujar Hana dengan senyum lebar dan mata melotot.

__ADS_1


Ezra langsung mendorong pergi Almira agar Hana dapat duduk di bangku sebelahnya "eh? Hana? kamu duduk sini aja!" Almira terkejut dengan perlakuan Ezra "whatt the hell????" ujar Almira dalam hati.


"Cihh! Aku nggak mau duduk di bekas perempuan munafik itu! Yok Yal! Kita duduk di sebelah sana aja! Huh!" Hana merasa cemburu dan pergi berpindah tempat di seberang.


"e-eh?...Han!! Tungguu" Ezra berdiri dari bangku tempat ia makan untuk menyusul Hana. Tapi, tangannya di pegang oleh Almira. Ezra yang tidak suka dengan perilaku Almira, langsung menghempaskan tangan Almira "cih!" ujar Ezra dengan tatapan tajam.


Rendra pun juga ikut menyusul Ezra, akan tetapi sebelum itu, ia membisikkan peringatan kepada Almira "mending kamu mulai berhenti menyukainya, karena sudah ada seorang wanita lain di hatinya! Kamu harus nya tau sadar diri!" bisik Rendra dengan nada tegas lalu pergi meninggalkan Almira.


"jangan harap aku akan menyerah begitu saja!" ujar Almira dengan sangat kesal.


Di meja makan


Ezra mencoba membujuk Hana yang mungkin? Sedang csmburu "Hana~" bujuk Ezra. "Huh!! Kenapa??" balas Hana sambil memalingkan muka.


"kamu marah ya?" tanya Ezra. "enggak tuh!" jawab Hana dengan tegas. Ezra mulai berpikir cara untuk membuatnya jadi banyak bicara "atau...jangan - jangan..kamu cemburu ya??" goda Ezra.


"ihh...apa sih?? Ya enggak lah!! Ngapain juga aku cemburu??" ujar Hana dengan nada kesal, tetapi wajahnya yang merona memperjelas kalau ia memang sedang cemburu.


Ezra yang melihat hal itu, langsung bertanya - tanya dalam hatinya "apa bener ya Hana cemburu? Tapi kenapa dia cemburu? Cemburu kan cuma sama orang yang ia cintai?? Ataukah dia suka sama aku???.." tanya Ezra dalam hati sambil wajahnya yang juga ikut merona.


Ezra kembali melihat Hana yang sedang makan dengan lahap. "ahh! Nggak mungkin! Tapi...bagaimana kalau mungkinn???" ujar Ezra dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2