Pursuing A Dream

Pursuing A Dream
Bab.13


__ADS_3

"(mengangkat telepon) ya.. halo yah! ada apa?..... APA??? hiks nggak mungkin! oke yah aku segera pulang!(menutup telepon) hiks... hiksss.. huaaaaaaa" Hana menangis tersedu-sedu.


"kenapa Han?! kenapa kamu nangis?" tanya Ezra yang terkejut.


"hikss... nenekku.. hiks.. me-meninggal! huaaaa... hiks..ayo zra... anterin aku pulang sekarang! hiks hiks" ajak Hana yang tak henti - hentinya menangis.


"oke... ayo aku anterin kamu pulang sekarang!" ujar Ezra.


mereka berdua bergegas pulang. di jalan Ezra mengendarai motornya dengan sangat cepat.


akhirnya mereka sampai ke rumah.


"Ayah!! hiks.. hiks.." Hana yang menangis langsung memeluk ayahnya.


"(membalas pelukan) ayo kita berangkat ke rumah nenek! baju - baju kamu udah ibu bawakan!Ezra kami pergi dulu! terimakasih karena tadi sudah menjaga Hana!" ajak ayah Hana.


Keluarga Hana pun pergi ke rumah neneknya secara mendadak karena kabar duka. Ezra pun juga pulang ke rumahnya.


"mah.. pah.. Ezra pulang..." salam Ezra yang masuk ke rumahnya.


"eh.. kok udah pulang? cepet banget? mana Hana? kok nggak mampir dulu ke sini?" tanya mamah Ezra.


"em.. kami pulang cepat karena dapat kabar kalau nenek Hana meninggal dunia!" ujar Ezra dengan sedih.


"ya ampun.... pah!!! ayo turun!" panggil mamah Ezra.


"ada apa sih mah? teriak teriak?!" tanya papah Ezra.


"itu... neneknya Hana meninggal!" ujar mamah Ezra.


"hah? masak? padahal baru 2 minggu yang lalu dia ke sini kan? kayak juga nggak sakit apa - apa tuh! raut wajahnya juga ceria kok saat itu!" ujar papah Ezra dengan syok.


"iya sih... lha gimana? mau takziah ke sana apa enggak?" tanya mamah Ezra.


"ya harus sih! lagian kita sama mereka udah kayak sepupu deket! lagian juga rumahnya nggak jauh - jauh amat!" ujar papah Ezra.


"tapi kapan?kan papah masih kerja besok?" tanya mamah Ezra.


"iya juga ya? emm.. kalo gitu gini aja! kita tunggu seminggu keluarnya Hana udah pulang apa belum, kalau belum hari minggunya kita susul ke sana, gimana?" tanya papah Ezra.

__ADS_1


"nah gitu juga gapapa kok!" ujar mamah Ezra.


"kalo gitu... Ezra bersih-bersih dulu terus tidur!" ujar Ezra.


"ya.. " jawab papah Ezra.


Ezra lun pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri.


DI KAMAR EZRA


selesai membersihkan diri...Ezra rebahan sambil merenung "(rebahan) uh.. Hana sekarang masih sedih nggak ya? kenapa dia sampai sesedih itu ya? padahal kan emang sudah takdir antar hidup dan mati seseorang?"


tiba - tiba terdengar suara orang mengetuk pintu dari luar kamar Ezra "tok.. tok.. Ezra! kamu tadi udah makan malam di jalan apa belum?" ternyata orang itu adalah papah Ezra.


"belum pah!" jawab Ezra.


"ayo turun! kita makan malam bareng!" ajak papah Ezra.


"ya pah! papah sama mamah makan duluan aja gapapa! Ezra nanti nyusul!" ujar Ezra dari kamarnya.


"oke!" jawab papah Ezra.


Sementara Ezra didalam kamarnya sembari menatap HP nya.


DI RUANG MAKAN


"Eh Ezra.. sini cepet makan! keburu di habisin sama papah mu tuh!" canda mamah Ezra.


"hihi.. iya ya! kan papah makannya banyak!" balas Ezra.


"apaan sih mah! papah badan kekar gini masak makannya banyak? papah tuh yang banyak olahraga nya! Ezra! (melotot) kamu juga ikut - ikut! besok minggu kamu harus ikut latihan sama papah!" ujar papah Ezra dengan kesal.


"lah.. lah.. tapi kan mamah duluan yang mulai kok malah aku yang kena hukuman? nggak adil ah!" ujar Ezra dengan kesal.


keluarga mereka terlihat sangat harmonis di meja makan. tapi beda hal lagi kalau hanya ada Ezra dengan papahnya.


SATU BULAN YANG LALU


di lapangan hijau yang berada di kompleks perumahan mereka. Ezra berlatih fisik di dampingi oleh papahnya

__ADS_1


"prittt.... pritttt..." bunyi peluit papahnya "Ezra!! ayo semangatt! laki kok kendor! ayo... sedikit lagi!! kurang 5 putaran lagi! cepet sedikit! masih banyak latihan yang harus kita lakukan!" ucapan semangat yang menggebu - nggebu dari papah Ezra yang terlihat seperti menyiksa anaknya sendiri.


Ezra menggurutu dalam hatinya sambil tetap berlari mengelilingi lapangan "Tuhan.. kenapa aku dilahirkan untuk ini?"


Selesai berlari mengelilingi lapangan, Ezra dan ayahnya pergi ke tempat gym yang di bangun khusus untuk penghuni perumahan.


DI TEMPAT GYM


"nah Ezra! pertama kita harus pemanasan kemudian melakukan gerakan dasar untuk melatih otot! seperti sit up, push up dan yang paling utama kamu harus berlatih mengangkat barbel!" arahan papah Ezra.


"hah? serius pah? tadi aku habis lari muter lapangan loh! papah nggak inget?" Ujar Ezra.


"alah jangan alesan! kamu itu juga belum latihan bela diri sama papah! ini latihan dasar dulu! lagian kamu juga harus bisa ngelindungin cewek kamu besok!" ujar papah Ezra.


"dihh! aku aja belum punya cewek!" jawab Ezra dengan kesal.


"tuhh! Si Hana! kalo bukan cewek mu siapa? simpanan? pokoknya papah nggak mau tau kamu besok kalo udah gede nggak boleh punya perempuan simpanan! harus jadi laki yang setia!" nasihat papah Ezra.


"siap! komandan!" jawab Ezra dengan tegas.


"nah gitu dongg! good job! ayo kita terusin latihan nya!" ajak palah Ezra.


KEMBALI KE MASA SEKARANG


"emm.. mah! aku mau tanya! kok Hana bisa sesedih itu ya? padahal kan emang sudah wajar kalau ada orang meninggal di dunia ini! boleh sih sedih! tapi... masalah nya itu si Hana di jalan sampai nangis sesegukan terus jaket ku basah karena kena ingusnya!" curhat Ezra.


"emm.. gimana ya mamah mau jelasinnya? emm.. jadi gini! setiap orang memiliki orang-orang yang sangat mereka sayangi sampai - sampai ada yang tidak mau kehilangan mereka walapun cuma sedetik aja! kamu pernah lihat kan terakhir neneknya Hana yang sempat nginep di sini? kamu coba deh lihat suasana hati Hana saat itu gimana?" tanya mamah Ezra.


"emm... saat itu aku di ajak Hana buat donat bareng sama neneknya! Hana tuh kelihatan seneng banget terus tingkahnya berubah jadi kayak anak tk!" ujar Ezra.


"nah jika kita bersama orang yang kita sayangi sikap kita bisa berubah kapan pun! contohnya ya kayak kamu! semenjak kenal Hana sikap kamu yang dulu sok cool sekarang jadi agak mendingan walaupun hanya sama orang terdekat sih dari pada dulu cuek sama semua orang! sampai mamah sama papah bingung harus gimana!" ujar mamah Ezra.


"iya tuh betul kata mamah kamu!" ujar papah Ezra.


"iya deh iya!" jawab Ezra.


KEADAAN HANA


Selesai pemakaman neneknya, Hana pergi ke kamarnya. didalam kamar Hana masih menangis secara diam - diam.

__ADS_1


"hiks... hiks... ne-nenek.. hiks kenapa harus pergi sekarang... pa - padahal kan ne - nenek udah.. hiks.. janji mau nemenin Hana sampai sukses.. hiks.. nenek......" Hana menangis dengan memeluk sebuah guling dan menempelkan mukanya di guling itu agar saat menangis tak terdengar oleh siapapun.


saat Hana sedang bersedih tiba - tiba ada yang menelepon Hana. Hana pun mengangkatnya.


__ADS_2