Pursuing A Dream

Pursuing A Dream
Bab. 07//masa kecil Hana (7)


__ADS_3

Tiba - tiba Ezra datang "woyyy!! kalian mau ngapain dia?! lepasin nggak!" ujar Ezra yang marah.


"Cihh, kenapa temannya laki - laki!" ujar salah satu bocah.


"oyy! sini kalau berani! masak berani sama perempuan?" ujar Ezra sembari menantang ketiga bocah itu.


"Ayo!!" ujar ketiga bocah itu.


Karena sepi, mereka berempat berkelahi. Hana khawatir kalau Ezra kalah dan terluka akan tetapi, ternyata yang kewalahan justru ketiga bocah itu.


"hosh.. hosh.. cihh! aku hanya seorang dan kalian bertiga! kenapa kalian? menyerah?" ujar Ezra.


"Cihh! tunggu pembalasan kita lain kali! ayo kita pergi!" ujar salah satu bocah sembari mengajak kedua temannya. Ketiga bocah itu pun pergi meninggalkan Hana dan Ezra.


"hiks.. Ezra! kamu gapapa?!" tanya Hana yang khawatir.


"huh! cuma lecet dikit! segini mah bukan apa - apa!" ujar Ezra dengan sombong.


Hana yang jengkel dibuat nya langsung memukul punggung Ezra. "plakk! rasain tuh!" ujar Hana dengan jengkel.


"Aduh! ya maap! toh itu juga karena nyelametin kamu! nggak bilang makasih malah mukul!" ujar Ezra.


"iye iye! makasih dehh, ya udah sekarang kita pulang!" ujar Hana.


"oke... " jawab Ezra.


mereka pun akhirnya pulang ke rumah. sesampainya di rumah, Ezra malah mengikuti Hana ke rumahnya.


Hana pun bingung dan bertanya kepada Ezra "Loh, Ra? kok kamu ke rumah ku? kan rumah ku di sebelah situ?!" tanya Hana.


"Aku di titip in ke rumahmu sampai nanti sore!" jawab Ezra.


"hah?!" Hana yang tidak bisa berkata.


"kelamaan! ayo masuk ke rumah mu!" ujar Ezra dengan santai.


"tu - tunggu tapi kenapa?!" tanya Hana.


Ezra pun masuk ke rumah Hana "permisi tante!" undang Ezra sembari masuk ke rumah Hana.


"Eh Ezra! kalian udah pu..Ezra! wajahmu kenapa!?" tanya ibu Hana.


"ibu! tadi.. pas pulang sekolah


...----------------...


...--------------------------------...


gitu bu ceritanya!" ujar Hana.


"Aduhh! untung kamu nggak cedera serius! cuma lecet! Hana tolong ambil in kotak obat di meja!" omel ibu Hana.


"ya bu!" jawab Hana.


"Aduhh! Ezra, maaf loh gara - gara nyelamatin Hana kamu jadi kayak gini! lain kali jangan gegabah ya Ezra!" ujar ibu Hana yang khawatir.


"iya tante! maaf udah buat tante khawatir!" maaf Ezra.

__ADS_1


"nih bu kotak obat nya!" ujar Hana sembari memberi kotak obat kepada ibu nya.


"makasih..." ujar ibu Hana yang sedang mengobati luka Ezra.


"sshh... " Ezra merasa sedikit kesakitan.


"nah.. sudah!" ujar ibu Ezra yang sudah selesai mengibati luka Ezra.


"terimakasih" ujar Ezra.


"ya sudah sekarang kalian ganti baju dulu! eh Ezra, baju kamu di rumah kamu nanti gantinya di rumah kamu ya! nanti di anter Hana! Hana kamu nanti anter Ezra ke rumahnya ya!" ujar Ibu Hana.


"baik tante" ujar Ezra.


Hana pun segera ganti baju lalu menemani Ezra ke rumahnya. "ibu, aku sudah ganti baju!" ujar Hana yang turun dari kamarnya.


"Ezra, ini kuncinya! kamu bisa buka pintunya sendiri kan?" tanya ibu Hana.


"bisa kok tan! tenang aja!" ujar Ezra.


"Ezra! ayokkk!" ajak Hana.


"ya! " jawab Ezra. Akhirnya mereka berdua pergi ke rumah Ezra.


Di dalam rumah Ezra


"permisi! aku masuk ya Ra!" Hana masuk ke dalam rumah Ezra.


"ya.....! Hana kamu tunggu di sini dulu! aku mau ke atas untuk ganti baju!" ujar Ezra.


"oke!" jawab Hana. Saat Ezra ganti baju, Hana melihat isi rumah Ezra dan melihat - lihat foto keluarga Ezra.


Tidak lama kemudian Ezra turun. "eh Ezra! udah ganti bajunya?" tanya Hana.


"udah! kamu lagi lihat apa?" tanya Ezra yang menuju ke arah Hana.


"oh.. ini! aku lagi lihat foto keluarga mu, gapapa kan?" tanya Hana.


"lihat aja! aku ngganteng kan di foto itu? jadi kamu suka?" ujar Ezra.


"Dihh! aku cuma kagum sama orang tua mu! mereka keren sekali! ternyata ayah mu seorang tentara?" tanya Hana.


"ya.. begitu lah! ayah seorang tentara dan ibuku seorang dokter di sebuah asrama tentara! aku di titip in ke rumah mu karena kedua orang tua ku sedang bekerja!" ujar Ezra.


"oo begitu.." jawab Hana.


"mau nonton TV di rumah ku?" tanya Ezra.


"Mauuu!!" jawab Hana.


Mereka berdua pun menonton TV bersama. Saat menonton TV, mungkin karena kelelahan karena sekolah mereka berdua tertidur di ruang tamu. Mereka tertidur cukup lama sampai sore hari.


Sore hari


"Ezra.. ayo bangun nak... udah sore nihh" suara Tante Vivi membangun kan Ezra yang tertidur lelap.


"hoamm.... iya.. eh ibu udah pulang? Hana mana?" tanya Ezra yang terkejut karena hari ternyata sudah sore.

__ADS_1


"oh.. Hana? Hana tadi udah bangun duluan terus pulang! sebentar deh! kamu baru bangun udah nanyain Hana?! betah sama Hana?! fufufu" tanya Tante Vivi.


"apa sih bu! tadi tu aku sama Hana ketiduran karena capek habis sekolah!" jawab Ezra dengan kesal.


"haha iya deh iya, ya udah sekarang mandi sana! kamu udah bau bangettt!" ujar Tante Vivi.


"huhh!" Ezra pun segera bersiap untuk mandi. Setelah mandi Ezra makan malam bersama keluarganya.


"Ezra, tadi gimana sama Hana? betah?" tanya Om Harun yang ingin mengusili anaknya.


"Apa sih ayah?! huh!" jawab Ezra dengan kesal kepada ayahnya.


"sayang! Ezra gimana kalau besok akhir pekan kamu joging sekitar kompleks sini?!" tanya ibunya.


"hmm boleh juga sihh! tapi sama siapa? kan aku belum hafal jalan kompleks sini?" tanya Ezra.


"Ya sama siapa lagi kalau bukan sama Hana?! hahaha!" jawab ayahnya.


"ihh apa sih yah! tapi boleh juga sih!" jawab Ezra.


"tuh kan! apa ayah bilang! kejarlah impian mu sedini mungkin!" ujar ayahnya yang memberi saran.


"sayang! Ezra masih kecil! sewajarnya aja dong ngasih sarannya!" ujar ibunya.


"Ezra nanti habis makan tugasnya jangan lupa di kerjain! bisa nggak ngerjain sendiri? nanti kalau nggak bisa kasih tau ibu ya?!" ujar ibunya.


"Tenang aja bu! PR sekecil itu mah gampang!" ujar Ezra dengan bangga.


"Good job! itu baru anak ibu dan ayah!" ujar ayahnya.


Di rumah Hana


"Hana jangan lupa tugasnya di kerjain! kalau perlu bantuan, ibu di kamar!" ujar ibu Hana.


"oke bu!" jawab Hana.


Di kamar Hana.


"Duhhh ini jawabannya apa ya?" pikir Hana yang sedang kesulitan dalam soal matematika.


"Kesulitan?! Sini aku ajarin!" tiba - tiba Ezra muncul di jendela kamar Hana.


"Ezra! kamu lompat lagi?! nanti kalau kamu jatuh gimana?!" ujar Hana.


"gapapa sans! sini aku ajarin! kita ngerjain tugas bareng!" ujar Ezra.


"oke! kenapa soal - soal ini sulit semua?!" ujar Hana dengan kesal.


"Cihhh! kamu itu pintar dalam membaca tetapi bodoh dalam matematika!" ejek Ezra.


"biarin! mending kamu ajarin aku biar dapet pahala!" ujar Hana.


"Dihh! oke aku ajarin tapi besok akhir pekan temenin aku joging keliling kompleks ya!?" ujar Ezra yang meminta bayaran.


"oke setuju! tapi kita ajak Kak Gea dan Kak Yuba ya?! soalnya aku juga belum hafal banget sama jalan kompleks ini!" ujar Hana.


"oke!" ujar Ezra yang menyetujui nya.

__ADS_1


Mereka berdua mengerjakan tugas bersama sampai tugas itu selesai. Hana yang lelah mengerjakan tugas langsung tertidur pulas.


"ohh udah tidur ternyata! di lihat lihat saat tidur dia juga imutt! eh apa dia imut?! nggak salah tadi aku bilang gitu?! ihh jauhkan lah aku dari orang kayak dia! aku pulang dulu ya! dadah!" Ezra pamit dan langsung pulang lewat jendela.


__ADS_2