
Tak terasa waktu berjalan dengan cepat sampai tibalah pada hari Sabtu.
Pulang sekolah (rumah Ezra)
"mah.. aku pulang!" salam Ezra.
"ya... sana ganti baju terus makan! lauknya ada di lemari! kalo makannya udah selesai, siapin baju buat nanti kamu bawa ke rumah kakeknya Hana!" ujar mamah Ezra.
"loh.. kita nginep?" tanya Ezra.
"iya.. kalo gitu mamah ke pasar dulu! mau beli beberapa barang!" pamit mamah Ezra.
"lahh nginep? duhh harus segera siapin baju nih! arghh mamah gimana sih?! ngasih tau kok mendadak!" Ezra pun panik dan hanya mondar mandir menberantakkan baju - baju nya karena bingung dengan apa yang harus ia bawa.
"duh apa ini ya? jangan deh terlalu kuno! emm apa yang ini saja ya? duhh bingung! bentar.. bentar.. kok aku jadi orang yang ribet gini sih? kan aku cuma mau ketemu sana Hana bukan sama pejabat!" ujar Ezra dengan kesal.
tiga jam kemudian
mama Ezra sudah kembali dari pasar. saat baru saja sampai, mamah Ezra menemui Ezra dikamarnya dan meminta nya untuk membawa masuk barang belanjaan yang masih di luar rumah.
"Zra!! tolong bantuin mamah bawa barang belanjaan ke dapur dongg!(membuka pintu kamar) ASTAGA!! EZRA!!" mamah Ezra syok melihat kamar Ezra yang sangat berantakan.
"hehehe~" tawa pelan Ezra yang merasa bersalah.
"ya ampun... kenapa bisa berantakan gini sihh? terutama lemari kamu tuhh! kan mamah cuma nyuruh nyiapin beberapa baju! malah kamu keluarin semuanya!!" celoteh mamah Ezra sambil membantu Ezra merapikan kembali kamar nya.
"ya maap mah.. mamah sii.. ngasih tau kok mendadak!" ujar Ezra dengan kesal.
"kok jadi mamah yang di salahin! protes terus kamu itu! udah sekarang cepet siapin barang - barang yang mau kamu bawa! terus rapihin balik nih kamar kamu! mamah mau ke dapur dulu!" perintah mamah Ezra.
"siap ibu negara!" jawab Ezra dengan tegas.
Ezra pun memilih baju - baju yang akan ia bawa sembari merapikan kamarnya yang sangat berantakan.
Selesai merapikan kamarnya, Ezra pergi ke dapur untuk melapor ke mamahnya kalau kamarnya sudah selesai ia bereskan.
"mahh! kamarku tadi udah ku beresin!" laporan Ezra.
"yaa! loh kak di situ cuma lihat? sini dong bantuin mamah! tuh kupas wortel terus potong kecil - kecil!" perintah mamah Ezra.
Ezra yang tidak suka dengan perintah ibunya, menggerutu dalam hati "huh! tau gitu aku nggak datang ke sini! masak laki - laki suruh masak di dapur sihhh! arrghhh"
"nih mah! udah selesai!" ujar Ezra sambil memberikan potongan - potongan wortel.
"wahh cepet juga kamu ngerjainnya! hmm rapii! tuh lanjutin potong ayam!" perintah mamah Ezra lagi.
"hah?? kan aku tadi udah potong wortel mah!" protes Ezra.
"kamu nggak kasian sama mamah? setiap hari tangan mamah memeriksa para tentara kalau ada yang terluka dengan tangan mamah yang mungil ini hanya untuk mencari uang untukmu? hikss sedihh syekali... " alasan mamah Ezra dengan wajah memelas.
Ezra pun akhirnya menuruti perintah mamahnya "dihh! iya deh iya! mana ayamnya?!"
"hehe.. nah gitu dong! tuh di kulkas!" jawab mamah Ezra.
Ezra pun segera mengambil ayam yang ada di dalam kulkas lalu memotongnya. setelah memotong ayam itu, Ezra kembali ke kamarnya.
Di dalam kamar
"uhhh capek bangett!" saat Ezra hendak rebahan di pulau kapuk nya, tiba - tiba ia mendapat panggilan dari temannya.
(kring... kring...) bunyi telepon.
"(mengangkat telepon) ya halo? kenapa telepon?" tanya Ezra dengan nada marah.
"APA?! apa lagi sihh! ada aja masalah! kamu tenangin mereka berdua dulu! aku segera ke sana!" Ezra yang jengkel dengan masalah yang ada di grup pertemanannya langsung pergi ke tempat masalah itu berada.
"mahh! Ezra keluar dulu!" pamit Ezra.
"mau ke mana kamu?!" tanya mamah Ezra.
"keluar sebentar! ada urusan sama temen! Ezra pergi dulu? mah!" Ezra langsung keluar dengan menaiki motornya.
DI MARKAS GENG
sampai lah Ezra di tempat markas geng nya.
"cepat katakan masalah apa yang membuat kalian bertengkar!" tanya Ezra. Akan tetapi kedua orang itu tidak ada yang mau menjawab.
"cihh! Haikal! kenapa dengan mereka?!" tanya Ezra kepada haikal.
"mereka begitu karena masalah perempuan!" jelas Haikal.
__ADS_1
"haish... hanya karena perempuan kalian bertengkar? sangat tidak solid! memang benar sih harta tahta wanita! kalian inget dong! kalian itu temen! yah... meskipun masih 2 tahun! kita itu masih SMP! masih kelas 1 juga belum kelas 3! pikirin lagi kalo kalian mau punya cewek! emang siapa sih ceweknya? kelas berapa coba? cntik apa enggak? pinter apa enggak? ya jelas nggak ada lah! coba pikir pakai logika lah broo! kalian itu laki! mana ada laki cari perempuan murahan! kalian lihat! masa satu cewek suka sama dua cowok! kan nggak mungkin lah! emang kalian udah nyatain perasaan kalian ke dia?" tanya Ezra.
"em.. katanya sih mereka berdua udah nyatain perasaannya! tapi... cewek itu malah bales gini! " maaf aku bingung mau milih salah satu dari kalian" gitu... " jelas haikal ke Ezra.
"nohh lihat! dari jawabannya aja udah keliatan kalo cewek itu plin plan woyy! sadar! kurang kerjaan banget!" ceramah Ezra.
Ezra yang sudah capek akhirnya mengambil langkah agar mereka berdua bermaaf-maafan "sekarang gini deh! kalian berdua sini! berdiri di depan ku! kalian harus saling bertatapan dalam waktu 2 menit! tidak boleh memalingkan wajah! cepattt!"
mereka berdua bertatap muka secara langsung.
tidak sampai satu menit mereka berdua tertawa terbahak - bahak karena melihat komuk (muka) satu sama lain yang menahan tawa.
"nah gitu dongg! kan enak dilihat kalo kita ketawa bareng, sedih bareng, sekarang kalian maafan dulu dong! kring.... kring... (suara telepon) bentar aku angkat telepon dari nyokap gua! ya... halo mah.... ya nanti! Ezra pulang nanti!" ujar Ezra.
"lah kenapa ni anak di matiin! padahal ayahnya udah mau pulang! duhh! aku coba spam lagi deh!" ujar mamah Ezra yang kesal karena dari tadi Ezra tidak mengangkat teleponnya.
"ayo kita jajan di WS (warung steak)!" ajak Ezra.
semua temannya meng iyakan ajakan Ezra. Akhirnya mereka semua pergi ke WS bersama - sama.
SELESAI MAKAN DI WS (WARUNG STEAK)
"kring... kring..." bunyi telepon Ezra.
"Zra! HP mu dari tadi bunyi tuh! mending kamu cepet angkat!" ujar haikal.
"ahh palingan juga itu nyokap gue!" ujar Ezra sembari membuka HP nya.
"jangkrik! ternyata yang barusan bokap gue! gue pulang dulu broo! nih uangnya! kalo kembalian buat kalian atau kalian sedekahin! gue pulang duluan!" ujar Ezra yang segera pulang ke rumah.
Ezra mengendarai motornya dengan kencang. Akhirnya sampailah ia di rumah.
"pah.. Ezra pulang!" salam Ezra.
"prang.... " suara lemparan tutup panci ke arah Ezra yang meleset. Ternyata tutup panci itu lemparan dari papah Ezra.
"a-ampun pahh! Ezra nggak akan mengulanginya lagi!" mohon Ezra kepada ayahnya.
"main terosss! papah sama mamah bakal maafin kamu! dengan satu syarat! motor kamu kita sita selama seminggu atau lebih! tergantung suasana hati kita berdua!" ujar mamah Ezra.
"ta-tapi mah... tadi temen ku ada masa-" belum selesai penjelasan Ezra, palah Ezra sudah memotong terlebih dahulu "nggak ada tapi - tapian! sini kunci motor kamu! bonus hukuman kamu tambah 2 hari latihan sama papah saat kamu libur sekolah!"
"nihh (menyerahkan kuncinya)"
"iya dehh!" jawab Ezra yang menuruti perintah mamah nya dengan raut wajah yang murung.
Ezra pun segera pergi ke kamar mandi untuk mandi.
"pah... apa kita nggak keterlaluan?" tanya mamah Ezra kepada suaminya.
"emm.. menurut papah enggak sihh! anak laki - laki itu emang harus di temenin biar jalan hidup nya tetap lurus! nggak mlengse kemana - mana!" ujar papah Ezra.
SETELAH SEMUA SELESAI BERSIAP
"Semua barang udah kamu masukin ke mobil kan Zra?!" tanya mamah Ezra.
"udah.. " jawab Ezra.
"kalo gitu ayo kita segera berangkat sebelum hari terlalu malam!" ajak papah Ezra.
Selama perjalanan mereka berbincang tentang berbagai macam topik. Sampai- sampai mereka tidak merasa kalau sudah sampai ke tempat tujuan.
RUMAH KAKEK HANA
"permisi... Hana.. ini aku Ezra!" salam Ezra.
"eh,Bu Vivi, ayo silahkan masuk!" Ibu Hana msmbukan pintu lalu memprsilahkan mereka sekeluarga masuk.
ayah Hana kemudian menghampiri Ezra dan papahnya untuk membantu membawa barang bawaan dari bagasi mobil untuk masuk ke rumah "mari pak! saya bantu bawa barangnya"
"eh iya! makasih maaf jadi ngerepotin!" ujar papah Ezra.
"ahh enggak kok! malah saya yang nggak enak! sampai keluarga pak Harun harus sampai dateng ke sini! hehe" ujar ayah Hana.
Semua orang pun masuk ke dalam rumah.
DI RUANG TAMU
Hana menyajikan minuman untuk mereka semua " ini teh untuk ibu dan tante vivi! terus ini kopi untuk ayah, om Harun sama Ezra! terus ini susu untuk aku dan kakekkk! hehehe! silahkan di minum! maaf kalau yang teh kurang manis, hehehe" ujar Hana yang malu karena untuk pertama kalinya Hana saat sudah menginjak remaja menginap satu atap dengan Ezra yah, walaupun tidak sekamar.
"wahh! terimakasih Hana! ternyata Hana pinter juga ya kalau urusan makanan?!" puji mamah Ezra.
__ADS_1
"hehe~ makasih loh tante pujiannya! ini sekalian kue nya dimakan!" ujar Hana.
"yahh begitulah! walaupun kalau memasak kadang suka ngobrak abrik dapur! yaa maklum! soalnya Hana tuh suka mengkolaborasi makanan! tapi... ya anehnya tetep enak! hahaha" ibu Hana menceritakan hal apa saja yang terjadi ketika Hana memasak.
"apasih buu? bikin malu Hana aja dehh! huh!" ujar Hana dengan kesal.
"hihihi nggak usah malu! dulu tante juga gitu kayak Hana! yang penting berani mencoba! nggak kayak si Ezra tuh! kalo di suruh kerjaannya ngomel mulu! apalagi kalau cuma di rusuh potong sayuran! ya nggak pah?" bertanya dengan papah Ezra untuk membuktikan kebenaran.
"hohoho! iya! tuh" ujar papah Ezra.
Ezra yang tidak Terima protes ke mamahnya "ihh enggak sebegitu kalinya sih mahh!"
Mamah Ezra meremehkan perkataan Ezra "o ya? kalo begitu nanti coba kamu cuci semua piring dan gelas ini? sanggup?" tantang mamah Ezra.
"okehh!" menyetujui tantangan itu.
setelah semua selesai makan, Ezra pergi ke dapur untuk mencuci gelas dan piring kotor. Semua keluarga berada di ruang tamu berbincang ruang gembira seakan tak tahu tujuan utama mereka datang ke sana.
Hana menyusul Ezra ke dapur untuk melihat apakah Ezra kesulitan dalam mencuci piring dan gelas kotor itu.
"oyyy! lagi apa tuu?" mengagetkan Ezra.
"bangk*! ngagetin aja kamu nihh!" ujar Ezra.
"fufufu! ya maap! bisa nggak tuh! yang bersih lohh?" ejek Hana.
"apaan sihh! bahagia banget sih kamu kelihatan nya kalo lihat aku sengsara! ughh" ujar Ezra.
"ya iya dongg! hehe canda~! eh ngomong - ngomong waktu itu... kamu mau ngomong apa sama aku?" tanya Hana yang masih kepikiran sampai sekarang.
"emm! nggak papa! nggak penting juga!" ujar Ezra yang telinganya merah merona. Akan tetapi Hana tidak melihat nya karena tertutup rambut Ezra.
"o.. oke.. " jawab Ezra.
Selesai mencuci piring, Ezra kembali ke ruang tamu di mana semua orang sedang berkumpul. Akan tetapi Ezra ke sana buka bermaksud untuk ikut nimbrung, akan tetapi mencari Hana. Tenyata Hana tidak ada di sana.
"mah! Hana kemana? Kok nggak kelihatan?" tanya Ezra.
Ibu Hana pun mrmberi tahu Ezra "ohh..Hana tadi kayaknya pergi ke kamar atas! Mau ngerjain tugas! Coba kamu lihat!"
Ezra pun pergi ke lantai atas untuk mencari Hana di kamarnya. Saat sudah sampai di depan pintunya, Ezra mengintip Hana yang sedang sangat serius mengerjakan tugas. Tiba - tiba terlintas di pikirannya ide nakal. Ia berpikir untuk mengerjai Hana dengan suara hantu.
Ezra pun segera mencari suara hantu dari internet. "nah! Udah ketemu tinggal puter nih hihihi!" ujar Ezra kegirangan.
"(memutar suara hantu) hihi..hihihi...hihihihi..." suara dari internet.
"eh..(mendengarkan kembali)..suara apa itu? (hihihiihih) ha..ha..hantuuuuuuuuuu!!!!!!!!" Hana yang ketakutan langsung keluar dari kamarnya.
Tepat di depan pintu kamarnya, Ezra berdiri. Hana yang sangat takut, tidak memperdulikan apa pun yang ada di depannya. Dia hanya ingin segera keluar dari kamarnya. Saat keluar kamar Ia menabrak Ezra.
"kyaaaaa! Hantuuuu!" (dubrakk) mereka berdua terjatuh.
mereka berdua saling bertatapan tapi...tidak begitu lama Hana langsung tersadar bahwa suara mengerikan itu berasal dari Ezra.
"(memukul Ezra) kamu tuh ya! Sukanya ngisengin akuuuu muluuu! Plis deh kamu mendingan berhenti! Kalo nggak, aku nggak mau temenan sama kamu! Huh!" ujar Hana yang kesal karena Ezra sering mengerjai nya.
"iya deh maap, habisnya seru ngisengin kamu tahuu!hehehe" tawa nakal Ezra.
Hana pun kembali ke kamarnya untuk melanjutkan tugasnya. Ezra pun juga mengikuti Hana untuk melihat Hana mengerjakan tugas dengan benar atau tidak.
Hana mengerjakan tugas di meja belajar yang di siapkan khusus oleh neneknya karena Hana sering menginap di sana.
"salah ituu! Harusnya tuh ginii! Sini aku ajarin! (melihat tugas Hana) emm..ini dikali sama ini terus dikalikan 2 tetus baru di kali seperempat! Gituu!" Ezra membantu Hana dalam mengerjakan tugas.
"hehehe, makasih bantuannya!" uajar Hana katena Ezra sudah membatunya.
"Kamu kenapa bisa jawab kayak gini? Kamu pasti lihat dari internet yang ada kata "maap kalo salah" gitu kannn? Udah aku bilangan jangan dibiasain lihat jawaban dari internet! Yaaa walaupun kebanyakan jawabannya bener sihh! Tapii kamu harus belajar berpikir sendiri! Pahamm?" Ezra memberikan ceramah yang amat panjang kepada Hana.
"iyaa dehh! lain kali aku akan berusaha pakai isi kepala ku sendiri! Arigatou sensei!" ujar Hana.
"di ceramahin dulu baru nurutt!" ujar Ezra.
"ehh..kok dari tadi nggak ada yang ke sini ya?apa rumah kakek mu ini kedap suara?" tanya Ezra.
"iyaa!" jawab Hana.
"ohh"
WAKTU TIDUR TELAH TIBA
Ibu Hana memberi kamar untuk Ezra dan orang tuanya tidur "Tante Vivi dan Om Harun bisa tidur di kamar situ, terus Ezra bisa tidur di sebelah kamar Hana"
__ADS_1
"terimakasih yaa! Udah menyediakan tempat tidur untuk kita sekeluarga!fufufu" ujar mamah Ezra.
"iyaa! Kami juga berterimakasih karena kedatangan keluarga kalian sudah membuat suasana di rumah ini menjadi hangat" ujar ibu Hana.