Pursuing A Dream

Pursuing A Dream
Bab. 22// pulang bareng


__ADS_3

Waktu istirahat selesai, semua siswa masuk ke kelasnya masing - masing.


Di kelas


Suasana kelas amat sangat ramai. Berbagai aktivitas para murid lakukan sembari menunggu guru masuk, ada yang menggosip, bermain gitar, belajar, dan ada juga yang mengintip keluar kelas untuk memastikan kalau - kalau ada guru yang hendak masuk ke kelas.


"eh eh kamu tadi lihat nggak sih! Ada anak murid sebelah yang di kacangin sama si Ezra!" bisik gosip salah satu murid peremluan di kelas Hana.


Murid lain yang juga sedang ikut bergosip langsung menyahuti gosip itu "ih..perempuan mana ya yang berani mencoba deketin Ezra?? Padahal kan udah jelas kalau Ezra dingin sama siapapun Kecuali si Hana!" sahut anak itu.


"heh! Sssttt! Jangan keras - keras dong kalo ngomong! Nanti orangnya denger loohh!" salah satu temannya mengingatkan agar tidak berbicara keras - keras.


Anak itu sadar kalau ia barusan berbicara terlalu keras "upsss..."


"HEHHH!! PAK SUGA OTW JALAN KE SINI!!!!" ujar salah satu murid laki - laki.


Semua murid berhamburan untuk kembali ke tempat duduknya masing - masing.


"oyy Han! Tugas mu yang dari Pak Suga udah kelar belum?" tanya Yala sembari mengeluarkan buku pelajarannya.


"Udah!!!" jawab Hana dengan nada marah.


"weehh....(mengernyitkan mata) kok kamu galak sih?? Kan kamu marahnya sama Ezra tapi, kok...galaknya sama aku?? Hiks..tega kali kamuu" Yala mendengar jawaban Hana yang tidak enak di dengar.


"ya...berarti kamu harusnya nyalahin si Ezra!udah jangan ganggu aku! Aku mau lanjut tidur!" ujar Hana yang emang lagi badmood.


Yala yang tidak tahu lagi harus melakukan apa untuk menyikapi sikap random sahabatnya itu membatin dalam hati "nihh bocah...marahnya sama siapa galaknya sama siapa?? Nggak lagi deh ngomong sama dia kalo lagi lagi marah!"


Tiba - tiba, Pak Suga datang dan menegur Hana "(menggebrak meja) heh! Kamu! Bangun!"


"hmm...siaapa sih ganggu aja tidur!" ujar Hana dengan kepala di taruh di atas meja.


Pak Suga kesal dan berkata dalam hati "ni anak dari kemarin beban banget di kelas ku! Sebenarnya gurunya siapa sih?? aku apa dia? Kok malah galakan dia!" ujar Pak Suga dalam hati.


"Hana!! Bangunn!! Kamu ini! nilai bahasa inggris kamu yang kemarin tuhh jelek!! Kamu malah suka molor??" ucap pak Suga sambil menjewer telinga Hana.


Hana merasa kesakitan karena telinganya di jewer oleh Pak Suga "aduh duh..aduh pak.." ujar Hana. Lalu Pak Suga melepaskan jewerannya "makannya dibilangin tuh nurut! Jangan bawel!"

__ADS_1


"ya... kan nilai bahasa inggris saya yang jelek baru kemarin!" ujar Hana dengan nada sombong.


"Tapi....tetap aja kamu nggak boleh tidur saat jam pelajaran!!" nasihat Pak Suga kepada Hana.


Mereka berdua saling berbicara dengan santai dan memubuat para murid lain memiliki opini kalau Hana dan Pak Suga memiliki hubungan spesial.


Hana pun akhirnya menuruti perkataan pak Suga untuk tidak tidur di kelas dan mendengarkan pelajaran.


Pelajaran berjalan dengan baik sampai waktu pulang sekolah.


Pulang sekolah


"Hana aku puqlng duluan ya? Soalnya aku udah di jemput di depan ma sopirku nihh!" ujar Yala.


Hana yang masih sibuk membereskan buku - bukunya, meng iyakan perkataan Yala "iyaaa"


Yala pun segera pulang karena sudah di tunggu oleh sopirnya, sedangkan Hana masih di kelas sambil membereskan buku - buku pelajarannya. Akan tetapi, ia tidak sendirian di kelas, karena masih ada Ezra yang menunggu Hana untuk pulang bareng.


Hana yang masih marah dengan Ezra, tetap diam tidak berbicara dengannya satu kata pun dan tetap fokus membereskan buku - bukunya. Setelah iya selesai memberskan buku - buku nya, ia langsung pergi meninggalkan kelas.


"aku nggak mau pergi sampai kamu maafin aku!!" ujar Ezra dengan penuh percaya diri.


Hana lelah dengan tingkah laku Ezra yang bandel dan tetap berjalan menuju halaman sekolah untuk menemui sopirnya.


Sesampainya di halaman sekolah


"kamu kenapa sih nggak segera pulang?? Kan kamu pulang sendiri pakai motor??" ujar Hana dengan geram sambil melihat ke sana ke mari mencari sopirnya.


Ezra yang sudah tahu apa yang akan terjadi meng-iyakan perkataan Hana "beneran nih, aku tinggal?? Nanti nyesel loch...?"


Hana tetap teguh dengan perkataannya "Nggak nyesel lah!! Udahh sana kamu pulang duluan!!"


"yaudah kalau gitu, aku pulang duluan!" ujar Ezra sembari pergi meninggalkan Hana.


15 menit kemudian


Sopir Hana belum datang juga. Hana sudah berulang kali menghubungi Sopirnya, akan tetapi tidak diangkat. Ia mencoba menghubungi sopirnya sekali lagi dan akhirnya tersambung.

__ADS_1


"Halo pak? Bapak kemana ya?? kok belum datang juga??" tanya Hana dengan cemas.


"eh? Maaf nona..tiba - tiba ban mobilnya bocor di jalan, apakahtadinona tidak di beritahu oleh nak Ezra??" tanya si Sopir.


Hana terkejut sekaligus bertambah marah dengan Ezra "si sialan itu!!!" ujar Hana dalam hati.


"eh? Ya udah kalau begitu pak..saya nyari taxi aja!" ujar Hana kepada pak Sopir lewat telepon.


"baik nonan, maaf untuk kejadian hari ini.." ucap pak sopir lewat telepon lalu mematikan sambungannya.


"duhh ada taxi nggak ya sekitar sini?? Atau naik bis aja ya?? Aarrghh tapi nanti dempet - dempetan! Aku nggak mau! Tapi kalau nggak ada taxi nanti aku terpaksa naik biss dongg!" ujar Hana dengan kesal sembari menuju depan sekolah untuk mencari taxi dan menunggu bis umum.


Akan tetapi sekian lama ia menunggu taxi, tak ada satupun yang kunjung lewat. "duhh kenapa nggak ada taxi yang lewat sih?? Masak aku harus nelepon si Ezra?? Kan nggak mungkin!" ujar Hana dengan menyesal karena tadi sudah menyuruh Ezra untuk pergi.


Tiba - tiba, ada suara motor CBR "brum...brum.." suara yang di hasilkan dari knalpot motor itu. Ternyata suara itu barasal dari motor Ezra. Ezra yang memang sudah memantau Hana dari tadi, menepi ke jalur Hana "pfftt?? Kamu masih di sini??" tanya Ezra dengan senyum puas.


"kenapa?? Lagian aku juga nggak nyesel!!" teriak Hana dengan geram.


Ezra tetap bersikeras menggoda Hana dengan dalih agar Hana mau diantarnya "yakin nggak nyesel?? Kalo nggak nyesel aku tinggal nihh?? Tuhh udah ada bis! Kamu naik bias aja! Rame loh bis nya! Pasti seru! Lihat pemandangan kota dari dalam bis sambil menghirup bau stella jeruk!"


"what?? Stella jeruk?? Duhh harus pikir pikir lagi! Aarrggghh masak aku nebeng Ezra?? Kan jadi maluu! Eh? Bentar tapi kan aku nggaka da salah sama dia!!" pikir Hana dalam hati sambil melirik mata Ezra yang berbinar - binar ingin memberikan tumpangan kepada Hana.


Hati Hana kalah dengan tatapan mata Ezra yang berbinar - binar "ughh...ya udah deh! Aku mau nebeng kamu aja!!"


"nih helm nya! Dipakai!" perintah Ezra yang dengan sigap langsung memberikan helm nya kepada Hana.


"haha?? Udah nyiapin helm?? baru ya ini??(sambil naik motor) pantesan tadi nggak ngasih tau kalo sopirku nggak bisa njemput!! Huh!!" ujar Hana dengan geram yang posisinya sudah naik motor.


"hehehe...nggak papa yang pentin aku bisa boncengin kamu! Ya udah pegangan ya!!" ujar Ezra dengan perasaan tak bersalah.


Hana menolak karena canggung untuk memegang anak laki - laki "nggak mau" tolak Hana dengan tegas. Tiba - tiba Ezra tancap gas dengan kencang yang membuat Hana terkejut dan reflek memeluk Ezra "nahh kalo pegangan kan enak?!" ujar Ezra dengan semangat mengendarai motornya.


"kamu ya?? Suka nge gas tiba - tiba nanti kalo aku jatuh gimana??? Kamu mau tanggung jawab???" sahut Hana dengan kesal sambil tetap memeluk erat Ezra.


"tenang...kan jatuh nya ke bawah bukan ke atas! Nanti kalo beneran jatuh aku akan tanggung jawab untuk nangkep kamu!" tegas Ezra sembari fokus memperhatikan jalan sekitar.


"apasih kamu! Gombal aja bisanya!!" ujar Hana. Mereka berdua akhirnya pulang bersama.

__ADS_1


__ADS_2