
PUKUL 12 MALAM
Ezra belum tidur karena bermain game sampai larut malam. Di tengah asyik - asyik nya ia bermain game, ia haus lalu pergi ke dapur untuk mengisi botol minumnya yang kosong.Setelah mengisi botolnya, Saat hendak kembali ke kamarnya, ia melihat pintu kamar Hana terbuka sedikit dan terdengar suara merintih sedih di dalam kamar Hana.
"huhu...huhuhu.....hiks..hiks.." bunyi suara rintihan itu.
"eh? Suara siapa itu?(melirik ke kamar Hana) apa dari kamar Hana ya?" ujar Ezra.
Ia penasaran sekali dengan suara itu. Ia memutuskan untuk masuk ke dalam kamar Hana.
"(memasuki kamar Hana) HANAAA?!!!!" Ezra syok melihat Hana.
"huhu..hiks...nenek...jangan pergiii! (tersadar dadi mimpi) hosh...hosh..hosh..." suara napas Hana yang ngos - ngosan karena mimpi buruk.
"Hann! Kamu gapapa? Nihh minum dulu (memberikan botol minumnya)" Ezra menyuruh Hana untuk minum dahulu agar paniknya mereda.
Hana pun segera meminumnya "(meminum) hoshh...hosh...hiks..hiks...nenekkk..." tangis Hana.
Ezra mencoba menenangkan Hana "(menepuk Halus pundak Hana) udahh...tarik napas..hembuskan"
Hana mencoba mengikuti arahan dari Ezra dengan menrik napas lalu menghembuskannya secara berulang.
"Udah lebih tenang?" tanya Ezra.
"(mengangguk) huh..huh.." masih terdengar samar - samar suara napas Hana yang sedang mencoba menenangkan dirinya sendiri.
"kamu mimpi apa sihh sampe kayak gitu?!!" tanya Ezra dengan panik.
"....................." Hana tetap diam tidak mau menceritakan mimpi apa yang ia alami.
"yaudah! Kalo kamu ga mau ngasih tau, mending kamu tidur lagj aja," ujar Ezra.
"(menggelengkan kepala)" Hana tidak mau tidur lagi karena takut mimpi buruk lagi.
"tenang aja! Aku jagain kamu di kursi belajar itu! Sampai kamu tertidur lelap!" ujar Ezra untuk meredakan ketakitan Hana.
Akhirnya Hana mau menuruti perkataan Ezra untuk tidur. beberapa menit kemudian Hana lun akhirnya bisa tertidur dengan pulas lagi.
"eh...akhirnya tidur juga nih bocah...kira - kira dia ngimpi apa ya? Sampe ke bawa ke kehidupan nyata? Besok aja deh aku tanyain! Mungkin dia lago syok..aku juga tidur dehh!" Ezra pun juga kembali ke kamaranya untuk tidur.
ESOK HARINYA ( 05.00 am)
"hoam (menguap) Ezra udah balik ke kamar ya..?(melihat jam) eh? Udah jam segini? mendingan aku segera ke bawah dulu deh! daripada nanti ibu ngomel - ngomel di sini!" Hana pun segera bangun dan pergi ke bawah untuk beraktivitas.
DI LANTAI BAWAH
Hana melihat keadaan di lantai bawah yang ternyata belum ada seorang pun. Semua nya masih tertidur lelap.
Hana yang bosan akhirnya pergi mencari angin di luar tepatnya di taman bunga pribadi milik kakek dan neneknya.
DI TAMAN BUNGA
"(menghirup udara pagi) eh? itu kakek?" Hana melihat kakeknya di taman lalu menghampirinya.
"kakek~, kakek sedang apa? Kok di sini sendirian?" Tanya Hana ke kakeknya.
"mmm...cuman..mengingat kebersamaan kakek dengan nenek mu di sini! Kalau cucu kakek yang tersayang ini sedang apa di sini?" tanya balik.
"emm di dalam bosen! Semua orang belum pada bangun! Jadi...aku ke sini untuk cari angin, hehehe" jawab Hana.
"ohh...kalo gitu kakek masuk duluan ya?" ujar Kakek Hana
"oke kek!" jawab Hana.
BEBERAPA WAKTU KEMUDIAN
Hana masih senang menikmati keindahan taman kakek dan neneknya. Dia mengingat lagi kebersamaan dirinya dengan neneknya yanh sama - sama suka dengan bunga.
Dalam hati kecilnya, Hana merenungkan kebersamaannya dengan nenek "nek...aku kangen melihat bunga bersama nenek di sini, membuat donat bersama...."
Tiba - tiba..."HANAAA!!!" Ezra datang lalu mengejutkan Hana dari belakang.
"kodokk! Ezra! hiiiihhhhh! Udah aku bilangin jangan suka kayak gitu woyy!! (memukul) plakkk...!" Hana yang kesal memukul lengan Ezra dengan sangat keras sampai berbunyi nyaring.
"ADUHH! iya iiya..shhh..." ujar Ezra yang kesakitan.
"rasain tuhh! Makanya jangan suka ngagetin orang! Sini tangan mu!" perintah Hana dengan mimik wajah yang masih kesal.
Ezra pun mengulurkan tangannya ke Hana.
Walaupun kesal, Hana tetap peduli kepada Ezra "(meniup) fuuhhhh..fuhh..masih sakit?" tanya Hana dengan penuh perhatian.
"udah enggak! Soalnya udah kamu sembuhin!" Ezra menggoda Hana.
__ADS_1
"(merona) apaan sihh?!!!" ujar Hana dengan kesal sekaligus malu seperti anak kucing.
Suasanana romantis di antara mereka menambah keindahan fajar pada pagi hari, langit kemerah - merahan muncul dari arah timur memancarkan cahaya secara horizontal pada garis cakrawala. Cinta monyet antara 2 anak yang sedang tumbuh sebagai seorang remaja.
Tiga tahun kemudian
Musim panas telah tiba. Sinar matahari memancarkan kecerahannya, menyambut para murid baru yang masuk awal sekolah.
AWAL MASUK SEKOLAH (SMA)
Ezra berjalan memasuki sekolah barunya. Dari belakang tiba - tiba ada seorang hadia yang menggandeng tangannya.
"Ezraa!!! Holaa broo! Cool amat sih dari tadi keknya?" Ternyata gadis itu adalah Hana.
"hmm..suka - suka aku lah!" jawab Ezra.
"eh...kamu tahu nggak sihhh! kita juga sekelas sama Yala lohhhhh!terus aku juga sebangku sama Yala! Di belang sendiri paling pojok lagii! Nanti bisa tidur! hehehe" oceh Hana dengan senang.
"terus kenapa? Aku harus apa? Harus bilang yeyy yeyyy! Gitu? Lagian kamu dari dulu kalo pelajaran suka tidur! Emang kamu itu kalo malem ngapain aja sih? " ujar Ezra.
"ya nggak gitu juga kali...aku kan cuma ngasih tauuu! Eh omong - omong kamu nanti duduk sama no absen berapa?" tanya Hana.
"intinya aku duduk di depan tempat duduk kamu!" jawab Ezra.
Mereka akhirnya sampai di depan kelas. Mereka pun duduk di tempat mereka masing - masing.
Saat Hana memasuki kelas, Ia sudah melihat Hana duduk di banguknya sendiri "Yalaaa!!" sapa Hana seraya memeluk Yala.
"Hanaaa!!! Duhh aku seneng bangett dehh bisa sekelas lagi sama kamu!" Ke dua gadis itu sangat senang karena sudah bertemu satu sama lain. Seakan perpisahan mereka sudah lebih dari 100 tahun.
Mereka pun duduk sejajar serta berbincang - bincang ala anak perempuan.
Ezra yang heran dengan kelakuan mereka berdua berkata dalam hatinya "kenapa mereka selalu seperti itu sihh? Setiap ketemu pelukan terosss! Kenapa Hana nggak peluk aku aja?? Eh..duhh pikiran kotorr!!! Nggak..nggak boleh...aku tahu aku ini laki! Laki harus bisa mengontrol nafsunya!!!" Ujar Ezra dalam hatinya. Ia tak sadar saat memikirkan hal itu mimik wajahnya kelihatan kesal.
"zra...? Kamu kenapa?" tanya Hana yang tersadar melihat wajah Ezra yang kesal langsung menanyakannya.
"hah..iya..napa?" Ezra tersadar lalu menjawab panggilan Hana.
"kamu kenapa? Wajah kamu kayak lagi kesel?" tanya Hana dengan penasaran.
"eh..emm..nggak papa! Nggak ada apa - apa kok!" jawab Ezra.
"ohh ya udah..ku kira ada apa?" balas Hana dengan tenang, yang kemudian kembali mengobrol dengan Hana.
"iya dongg!! Selama liburan aku sibuk meninggikan tinggi badanku agar lebih tinggi dari si Rendra! Makanya kamu juga harus rajin olahraga biar tambah tinggi! Jangan cuma tidur teross aja! aku sampai heran kamu yang tukang tidur di kelas bisa masuk sekolah favorit kayak gini lewat jalur prestasi!" ujar Yala dengan penuh Emosi.
"yaa wajarlah..kan aku ini anak pintarr! Aku bisa masuk tk 2 tahun lebih awal di banding kamu! Hihihi! nggak papa badan nggak tinggi yang penting IQ tinggi! Chuakss!" ujar Hana dengan nada sombong.
"cihh! siap si paling IQ tinggi! Dahh tolong dong kepalanya di kondisikan biar nggak gede - gede (besar - besar) amat! Nanti kali kebesaren bisa meletus lohh" menakut - nakuti Hana.
"penelitian mengatakan bahwa sombong tidak membuat kepala membesar! Itu hanya pepatah!" balas Hana.
Saat mereka sedang asyik Mengobril, Rendra datang memasuki kelas. Ternyata Rendra juga sekelas dengan mereka bertiga. Rendra duduk ke tempat duduknya yaitu di sebelah Ezra.
"ehh..RENDRAA??!! Kok kamu di sini?!" tanya Yala dengan kesal, karena emang dari dulu Yala tidak menyukai Rendra. Setiap kali mereka bertemu di sanalah ada keributan yang dahsyat.
"ya terserah aku! Ini tempat duduk aku! (memandang Yala) lohh?? Kamu!! Kamu juga murid kelas ini??? Arghhh sungguh sial nasib ku sekelas teruss dengan mu!!!" Rendra kaget karena sekelas lagi dengan Yala.
"cihhh! Sialan!" ujar Yala dengan kesal.
"kalian berdua kenapa sih? Berantem teross! Nanti benci jadi cinta lohh" ejek Hana dengan senang.
"amit - amit.. Sama orang kayak gituu!" ujar Yala dengan sangat kesal.
"hihihi..makanya jangan berantem terosss!" ujar Hana.
"ting ting tong tong...ting ting tong tong..masuk..masuk...jam pertama udah mulai..masuk..masuk.." ternyata bunyi bel hanya di awal yang kemudian di lanjut oleh anak OSIS dengan nada sahur mimi peri.
semua siswa baru yang baru mendengar bel masuk sekolah yang unik di sekolah favorit itu tertawa terbahak - bahak, termasuk Hana, Yala, Rendra, sekaligus cowok yang sok cool (Ezra).
"HAHAHHAAH...Bunyi bell apa ituu?? Hahah..menghibur bangett woyy!" ujar Yala dengan tawa yang keras.
KAKAK KELAS YANG MENDENGAR SUARA TAWA ADIK KELASNYA
"kenapa dengan dekel (adek kelas)? Kok tertawa keras sampai segitunya?" ujar kakak kelas yang kelas nya dekat dengan daerah kelas para adik kelas.
"ya..maklum lah..denger tu bel masuk yang lawak sekali! Emang OSIS tuh ya...! Tinggal cari bunyi bell lewat internet kek nya susah amat!" jawab teman sebangkunya.
"yah..maklum..hanya orang yang kurang kerjaan yang gabung ke OSIS tuh..jadi..mereka daftar jadi Babu sekolah..hahahah" canda kakak kelas itu.
"apakah membicarakan tentang aku?" tanya Kak David selaku calon ketua OSIS yang akan di lantik pada besok hari Senin. Dengan sorot mata seperti burung Elang yang menatap tajam mangsanya.
Teman sekelasnya pun ketakutan dengan sorot nata yang mengerikan itu "ti..tidak..ka..kami..hanya membicarakan tentang adik kelas kita...?" ujar kedua kakak kelas itu.
__ADS_1
"ohh...baiklah kalau begitu...!" ujar Kak david yang ekspresinya berubah seketika menjadi seorang pangeran yang tampan.
"i..iya.."
KEMBALI KE KELAS HANA
Kemudian ada seorang guru perempuan dengan memakai kacamata terlihat seperti guru killer masuk ke kelas mereka.
"Selamat pagi anak - anak..perkenalkan saya Bu Irma selaku wali kelas kalian di kelas 10 ini dan juga sebagai guru matematika kalian!" ujar Bu irma sengan tatapan yang mencekam, tiba - tiba suasana kelas yang awalnya ramai seperti pasar berubah menjadi tempat pemakaman, yang sangat sunyi...
Semua siswa hanya mengucapkan sepatah kata yaitu "baik bu.."
"baik..hari ini kita langsung pembelajaran matematika karena saya tidak mau kalau nanti waktu kita kepotong oleh demo organisasi dan ekskul! Sekarang buka Bab pertama halaman 5!" perintah Bu Irma dengan nada tegas.
Perintah Bu Irma itu sampai membuat semua murid melongo dan syok mendengarnya. Semua murid berbisik membicarakan tentang perintah Bu Irma itu.
"wss..wus...wes..ws..ws" bunyi suara bisikan yang terdengar oleh Bu Irma, akan tetapi ia mengabaikannya seperti tak ada suara apapun dan tetap melanjutkan pembelajarannya.
Dua jam pelajaran telah usai
Ada pengumuman bahwa semua siswa kelas 10 di minta untuk menuju ke aula katena Dema dari semua organisasi dan ekskul di sekolah itu akan segera di mulai.
"Han! Ayokk!" ajak Yala dengan sangat semangat.
"iya!! Bentar!! Lagi masukin Buku aku nihh! Eh..tuh HP mu nggak kamu bawa? Mending kamu bawa daripada hilang!" Hana mengingatkan Yala agar HP nya tidak ketinggalan.
"oh iya...hehehe..makasih udah di ingetin! Ayok berangkat!" jawab Yala.
"okeii" jawab Hana.
Di Perjalanan
Yala dan Hana berjalan berdampingan di belakang cowok tampan yang tidak lain dan tidak salah adalah Ezra dan Rendra.
Banyak murid perempuan yang terpana melihat ketampanan Ezra dan Rendra melirik syirik kepada Hana dan Yala.
Yala yang heran dengan lirikan nereka bertanya kepada Yala "eh..Yal, kok tatapan mereka ke kita gitu sihh?"
"ya..wajarlah lihatlah posisi kita! Kita bisa berjalan di belakang para laki - laki tampan bagi mereka!" jawab Hana.
Setelah berjalan agak lama menuju ke aula, Hana teringat kalau HP nya, ia masukkan ke dalam tas.
"ih..Yal! HP ku ketinggalan di tass! Gimana nihh?!" Hana memberitahukannya kepada Yala dengan panik.
"kamu nih...ngingetin orang tapi malah lupa sendiri! Aku males balik ke kelass! Udah jauh juga! Capekk" ujar Yala dengan kesal kepada sahabatnya yang agak lemot ini tapi pintar.
"ya..maap..ya udah deh..aku balik sendiri kamu ke sana duluan aja gapapa!" ujar Hana.
"eh..nggak papa nih aku duluan?" tanya kembali Yala.
"nggak papa!" jawab Hana sambil berlari meninggalkan Yala.
"okee.." jawab yala yang melanjutkan langkah kakinya.
Hana pun kembali ke kelasnya.
Sesampainya di kelas
"semoga aja nggak ada yang ngunci pintunya!" ujar Hana dalam hatinya.
Sesampainya di depan kelas, ia melihat kalau pintunya sudah di kunci dari luar yang berada tepat di atas pintu.
"lahh! Siapa sih yang ngunci? pasti kerjaan anak OSIS!" gerutu Hana dengan geram.
Hana berusaha untuk menggapai kunci agar bisa masuk "(melompat - lompat seperti kelinci) arghh kenapa nggak bisa - bisa sih! Harusnya aku tadi ngajak Yala!" ujar Hana dengan sangat kesal.
Saat Hana berputus asa dalam membuka pintu, tiba - tiba ada tangan di atas Hana yang memabntu membukakan pintu "(melihat ke atas) eh..tangan siapa?" tanya Hana dalam hati.
Pintu terbuka, Hana langsung melihat ke belakang. "nah..udah ke buka, kamu mau ambil apa di dalam? Eh..jangan - jangan kamu mau mencuri ya?" ternyata orang itu adalah Kak David.
"ehh..eng..enggak, saya cuman mau mengambil HP saya yang ketinggalan di dalam kelas! Terus pas aaya udah balik kelas udah di kunci, tapi saya kurang tinggi untuk meraih kuncinya jadi, makasih udah bantuin membuka nih pintu! Hehehe!" Hana menjelaskan kepada Kak David.
"iya..lain kali jangan teledor! Sekarang ayo kita segera menuju aula!" ajak kak David.
"okee" jawab Hana dengan senang.
Akhirnya mereka berdua berjalan bersama menuju Aula.
Sesampainya di depan Aula Sekolah.
"baik kak! Terima kasih tadi telah memabantu saya! Kalau begitu saya masuk duluan!" pamit Hana kepada Kak David sembari meninggalkannya dengan cepat.
"iya...eh? aku lupa menanyakan namanya siapa! Wanita yang menarik..aku jadi sangat ingin menemuinya lagi!" ujar Kak David dengan senyum nakal.
__ADS_1