
Hari Pengumuman
Pagi yang cerah mengawali para murid yang sekolah. Hari ini adalah hari pengumuman siapa saja yang lolos seleksi. Semua murid sangat antusias untuk melihat papan pengumuman.
"Ezraaaa~ oyyy" panggil Hana yang menghampiri Ezra.
"hmm?" jawab Ezra.
"eh, pengumumannya hari ini kan?" Tanya Hana.
"iya...nanti istirahat!" jawab Ezra yang sedang membaca buku pelajaran karena nanti akan ada ulangan harian.
Hana ingin menggoda Ezra yang sedang fokus belajar "kamu fokus banget sih? Kamu belum belajar ya~?"
"arghh! Kamu bisa diem dulu nggakk?? Aku lagi fokus belajar! Aku tadi malem belum belajarr!" ujar Ezra yang kesal dengan senyum terpaksa.
Hana yang syok karena tahu seorang Ezra yang si ambis bisa tidak belajar saat ulangan "WHATTT?? kamu beneran nggak belajar??"
"iya..duhh jangan teriak di telinga aku!" ujar Ezra dengan pasti.
"eh..hehehe..ya maaf..aku tuhh kaget aja! Kamu seorang anak dengan jiwa ambisius tidak belajar hari ini??!! Kan kayak what the hell gitu lohh??" oceh Hana sepanjang perjalanan menuju kelas.
"yahh...kali - kali nggak belajar lah ya..lagian aku sama kamu mungkin? juga masih di atas aku! Hihihi" ejek Ezra.
"hah? Apa kamu bilang?? ooo..kamu bilang kamu lebih pinter?" tanya Hana.
"iya!" jawab Ezra sambil meneruskan membaca buku pelajaran.
"lebih pinter dari aku??!!" tanya Hana ddngan Enosi yang hampir full.
__ADS_1
"iya!!" jawab Ezra dengan santai.
Hana yang sudah tak tahan dengan emosi dirinya yang sudah full "ooo...jadi ngelunjak nih ceritanya? Di diemin malah ngelunjak???"
"eh?? kok perasaanku nggak enak ya? (melihat Hana) eh? Duhh gawat nuh bocah udah enosi tingkat dewa!! Harus segera menghindar!! SOS!!!" ujar Ezra dalam hati yang merasakan aura kemarahan dari Hana sembari diam - diam kabur meninggalkan Hana duluan.
"Kamu ya!! (melihat Ezra yang tiba - tiba sudah jauh dipandang mata) DASARR EZRAA!! SINI KAMUU!!!! JANGAN LARIII!!" teriak Hana yang mengejar Ezra.
Mereka berdua kejar - kejaran sampai di depan kelas.
Sesampainya di kelas
Semua murid terlihat lemas semua. Mereka lemas bukan tanpa alasan. Apakah kalian tahu alasan mengapa nereka semua lemas? Ya..karena jam pertama adalah pelajaran matematika dan di saat itu ada ulangan harian.
"eh? Yal...kok kamu lemes gitu?? Belum sarapan kah?" tanya Hana sembari duduk di kursinya.
"ukhh...rasanya aku ingin bolos kelas saja!!" ujar Yaka ddngan sangat lemas.
"iya...Duhh aku mending push up 100 kali daripada ulangan matematika satu kali!" ujar Yala.
"hahaha...makanya belajar! Jangan cuman olahraga doang! Nanti jangan harap nyontek aku ya! Aku masih pelit contekan!! Hihihi!" peringat Hana dengan tegas.
"ihh! Kamu kok gitu!! Kali ini aja please...ya Han?!" pinta Yaka dengan melas.
"nggak mau! Kalo praktek olahraga aja, kamu nggak mau nyontekin aku!!" ujar Hana.
Yala yang merasa ada kata - kata Hana yang salah "lohh? Kan itu praktek bodoh! Terus gimana aku mau nyontekin kamu kalo lagi praktek! Gimana sihh?!" ujar Yaka dengan geram.
Hana pun sadar kalau ia salah bicara "oh iya juga ya? Tapi, aku tetap nggak mau!! Kamu inget si Almira yang di kucilkan dari kelas kita itu?! Dia kan di kucilkan karena nyontek!!"
__ADS_1
"iya ya! aku sampai kasihan sama kamu dan Tata! Di contekin diam - dian sama dia! Sampai di fitnah juga! Aku aja sampai terpengaruh fitnahnya! emang perempuan licik! Aku sampai heran deh! Kenapa dia bisa masuk ke sekolah ini!" ujar Yala dengan kesal mengingat kejadian masa lalu.
"yaa biasalah...jalur dalam! Semua mudah dengan uang! Secara kan dia keluarga pajabat! Ya kali anak pejabat nggak ke terima di sekolah favorit kelas atas kayak gini! Jadi...aku nggak mau nyontekin kamu karena aku nggak mau kamu nanti kebiasaan nyontek kayak si Almira itu!" ujar Hana yang mengingatkan Yala sekali lagi.
"iya juga sih..terus ini gimana?? Aku nggak tahu matematika nihh!! Ajarin dongg!!" ujar Yala yang meminta di ajarkan oleh Hana.
Hana yang senang karena sahabatnya mau belajar, akhirnya mengajarkan materi yang belum di pahami oleh Yala.
Saat ulangan
Bu Irma membagikan soal ulangan kepada para murid. "silahkan kalian kerjakan! Ibu beri waktu sampai jam pelajaran ini berakhir! Ibu harap kalian mengerjakan ulangan ini dengan jujur!" ujar Bu Irma dengan tegas sembari keliling kelas untuk memantau.
"Duhh...nih soal kenapa melenceng dari yang diajarkan sama si Hana sihh?!! Yah...meskipun ada yang lumayan mudah sihh! Tapi...tetep aja susah woyyy!! Hikss..Andai aku punya kekuatan telepati!!" ujar Yala dalam hati yang sedih karena kesusahan untuk mengerjakan soal.
"Anak - anak...nanti kalau sudah selesai, silahkan bisa di kumpulkan di meja ibu! Dan jika kalian bisa selesai lebih awal dan benar semua, kalian boleh tidur sampai jam pelajaran ibu selesai!" ujar Bu Irma.
Tiba - tiba Ezra maju ke depan dengan membawa jawaban ulangannya itu lalu menaruhnya di atas meja Bu Irma.
Bu Irma yang melihat hal itu, langsung bertanya "loh? kamu mau kemana?" tanya Bu Irma dengan tatapan dingin.
"(senyum sinis) mengumpulkan jawaban bu. Apakah tidak boleh??" tanya Ezra.
Semua murid terkejut karena Ezra sudah menyelesaikan soal itu dengan cepat.
Bu Irma meragukan Ezra karena selesai dengan cepat "coba sini Ibu lihat!" perintah Bu Irma.
Ezra pun mendatangi Bu Irma lalu memberikan jawabannya. "(mengoreksi jawaban) hmm..kerja bagus! Silahakn kamu boleh tidur!" ujar Bu Irma dengan senang.
"baik bu, terimakasih!" ujar Ezra yang lalu kembali ke tempatnya "(tersenyum ke Hana)" Hana yang melihat senyum Ezra yang seperti menyombongkan diri tidak terima "cihh! Dasar pengkhianat! Katanya belum belajar, tapi kok selesai lebih awal??" gerutu Hana dalam hati.
__ADS_1
Tidak lama setelah Ezra tertidur, Hana juga selesai menjawab semua soal itu lalu mengumpulkannya ke Bu Irma. Selesai di koreksi oleh Bu Irma, ia juga langsung tertidur lelap.