
Dua hari kemudian
Semua siswa berangkat sekolah. Akan tetapi, hari ini adalah hari khusus untuk pendaftaran semua ekskul dan organisasi sekolah itu, termasuk ekskul olahraga yang seharusnya pendaftarannya besok di ajukan menjadi hari ini!.
Hana dan Ezra yang tidak sengaja berangkat secara bersamaan, saat hendak masuk ke kelas mereka berdua melihat Yala dan Rendra.
"Yala~! Hola brooo! Kece banget kamu! pakai jersey jadi tambah kerenn!" puji Hana yang terkesan dengan jersey Yala.
"iya dong!! Kamu juga kelihatan imut deh! pakaian kamu kayak penulis profesional! Hehehe!" puji balik Yala.
"eh? Broo? Wkakaka! Kamu kenapa pakai jas sih? Sebentar...aku tebak dulu! Kamu pasti ikut seleksi ekskul drama ya?! Hahaha! Tapi jujur sih keren..keren..kamu pasti jadi seorang CEO?! Yah..semoga lolos seleksinya! Seleksinya broo!" puji Rendra sekaligus menyempilkan kata ledekan untuk Ezra.
"hmm...makasih!(melihat warna jersey) pffttt! Warna jersey kamu juga bagus tuh! Warna ungu warna janda! Hahaha.. Tapi jujur sih keren juga! Semoga lolos seleksinya ya broo! Semangat!" ledek balik Ezra. Ke dua laki - laki itu dari luar terlihat seperti saling menyemangati satu sama lain akan tetapi dalam hati mereka tersempil rasa persaingan entah mempersaingkan hal yang tidak jelas.
Setelah selesai saling menyapa dan menyemangati satu sama lain, mereka berempat pergi ke tempat seleksi sesuai ekskul masing - masing. Mereka berjuang sesuai tekad mereka sendiri.
Selesai seleksi
waktu berjalan sangat lama sampai tibalah semua seleksi selesai kecuali ekskul olahraga.
"Ezraaaa!" panggil Hana.
"kau udah selesai seleksinya? Lancar nggak?" tanya Ezra.
"udah dong! Tapi...aku tadi agak gugup tanya jawab langsung sama kakak kelas! Nanti kalau aku nghak lolos gimana?..." jawab Hana dengan rasa lega akan tetapi ada sedikit rasa khawatir.
Ezra yang peka langsung mayakinkan bahwa Hana bisa lolos "kamu nggak boleh pesimis! Hana yang ku kenal selalu percaya diri! Kamu harus yakin kalau kamu lolos seleksi ini!"
"iya! aku harus optimis! Aku harus yakin! Hidup harus penuh dengan rasa optimis!" ujar Hana yang sadar bahwa moto hidupnya adalah optimis.
"nahh gitu baru Hana! Good job cil" ujar Ezra.
"hehehe..kalo kamu gimana?" tanya Hana
"yah...bisa kamu lihat sendiri sih!" ujar Ezra sambil menunjukkan rasa bangga yang memberikan tanda bahwa seleksinya berjalan lancar.
"cihh! Siap deh! Kalau gitu...mending kita ke lapangan basket buat semangatin Hana sama Rendra!" ajak Hana.
"emm...boleh juga!" akhirnya mereka berdua pergi ke lapangan basket untuk memberikan semangat kepada Yala dan Rendra.
Sesampainya di lapangan basket
"wowww semangattt//wahhhh yang itu ganteng bangettt//cogannnnnn semuaaa//wahh lihat cewek yang itu! cantikkk! Tinggi! Putihhh//kyaaaa makk!! Anakmu pengen satu cogan (cowok ganteng)!!" suara riyuh piyuk para penonton.
__ADS_1
"wahhhhh!!! Ramee bangettt! Ukh...sulit bergerak!" Hana bingung karena berdesakan ia jadi hampir terpisah dengan Ezra.
Ezra yang sadar langsung gercep (gerak cepat) menyeret Hana dari lautan manusia dan tidak sengaja berpelukan.
"eh? Aku? Aku? aku pelukan sama Ezra nih?" ujar Hana dalam hati yang membuat wajah Hana merona.
Ezra yang sadar langsung melepas pelukannnya dari Hana "ekhem..mending kita lihat dari sana aja! Yang agak sepi!" aja Ezra yang telinganya memerah sambil menggandeng tangan Hana agar tidak terpisah.
"o-oke..." jawab hana.
Di tempat mereka berdua duduk
"wahh pantas aja nggak selesai - selesai! Seleksinya aja urut dari 5 orang! Ketat banget ya ternyata di sini seleksinya!" ujar Hana dengan terkagum - kagum dengan sekolah itu.
"sudah wajar...sekolah ini kan juga memiliki kualitas yang sangat tinggi di bandingkan dengan sekolah yang lain!" jelas Ezra.
"ohhh...ehh lihat tu Zra! Itu kan Yala! Wuuuu yalaaaa!!! Semangattttttt semangatttt!!!!" teriakan semabgat dari Hana untuk Yala.
Dan ternyata terdengar samar - samar oleh Yala "eh? Kok kayak suaranya Hana ya?" tanya Yala dalam hati sembari melihat ke sana kemari.
"YALAAAA! AKU DI SINI!!!!" panggil Hana dnegn begitu keras. Usahanya itu membuahkan hasil dan Yala melihat Hana dari kejahuan dan membalas dengan senyuman.
"Zraaa! Yala respon aku!! Harus di abadikan ini! HP mana HP! Aku butuh untu memotret Yala! Fast! Oh ini di kantungku!" Ujara Hana dengan sangat heboh seakan telab di respon okeh seorang artis.
Ezra yang membuat rencana dadakan untuk mengerjain Hana menyiapkan langkah walnya dengan mengeluarkan HP nya. Setelah itu, Ezra mulai berakting "wahh iya!! Yala cantik bangett! Harus di kirim ke forum sekolah nihh!"
"WTF???!!! Kenapa si Ezra ikutan juga sihh??" tanya Hana dalam hatinya dengan muka jengkel.
"hehe...kayaknya dia udah mulai cemburu nihh! Apa harus aku panasin lagi ya? Biar tambah seru!" ujar Ezra dalam gati karena menyadari kejengkelan Hana terhadap sikapnya.
"emang ya! Yala tuh cantik putih! Tinggi lagi! Apa mungkin Perutnya juga setengah sixpack! Harus di abadikan juga ini!" ujar Ezra untuk memanasi Hana.
"Ezra!!!" teriak Hana sembari memukul kepala Ezra dengan tangan.
"aduhh!" suara kesakitan Ezra.
"kamu nggak boleh memfoto Yala!! kalo kamu nekat....aku akan...." ujar Hana sambil senyum seoerti iblis.
Ezra membisikkan sesuatu kepada Hana "kenapa?? Kamu nggak suka? Cemburu??" ujar Ezra sambil tersenyum.
Hana yang kaget dengan pertanyaan dari Ezra yang menurutnya nggak masuk akal menjawabnya dengan wajah seperti tomat "hah?? Apa sih?? Maksud aku tuhhh, kamu jangan deket - deket sama Yala, soalnya tuhh aku udah nge-ship Yala sama Rendra!" alasan Hana.
"pffttt!! Oke...oke.. Kamu aja deh yang foto Yala" ujar Ezra dengan senang.
__ADS_1
"huhh!"
Selesai seleksi
"Hanaaaaa!!!" panggil Yala dari kejahuan.
"eh? Yala?! Kok kamu jalannya di tuntun sama Rendra?" tanya Hana.
"ohh...ini tadi kaki ku sempet keseleo! Tapi nggak papa! Nggak sakit kok! Hehehe" ujar Yala.
Hana pun mengomeli Yala tentang kondisinya "kamu tuh udah keseleo! Tapi masih aja bandel! Untuk nggak patah tu kaki!"
"eh? Jangan patah dong! Yang penting seleksi ku aman kok! Kalau kamu gimana?" tanya Yala.
"em..aku tadi agak gugup sih saat sesi tanya jawab! Tapi nggak papa!" ujar Hana dengan tetap menyemangati dirinya sendiri.
"good job kids! Besok tinggal kita lihat pengumumannya! sshhh! Duh! Kakiku..." ujar Yala dengan kesakitan.
"eh? kamu belum ke uks?" tanya Hana yang melihat luka Yala.
"hehehe bekum..." jawab Yala
"mau aku anter?" tawar Hana.
"nggak usah! Biar aku aja yang nganter!" sela Rendra dengan dengan tegas.
"fufufu...okeiii! kalau gitu aku titip Yala ya Ren? Aku mau balik ke kelas sama Ezra!" ujar Hana sembari menyeret pegi Ezra.
"Ayo Yal! Keburu jam pulang sekilah nih!!" ajak Rendra.
Yala yang kakinya tambah membengkak dan sakit meminta agar jangan terlalu ceoat "ssshhh! Bentar dong! Kaki ku lagi sakit nihh!" ujar Yala.
"ck! bikin repot aja!" ujar Ezra yang jengkel dan langsung menggendong Yala agar segera sampai di uks.
"eh? Jangan gitu woyyy! Malu tauu dilihatin banyak orang!" ujar Yala dengan kesal marena malu dilihat oleh banyak orang.
"udah jangan berisik! Daripada aku suruh kamu jalan sendiri?!" ujar Rendra.
"huh! Kalau aja kaki ku nggak sakit, aku oasti nggak akan mau mau kamu gendong!" ujar Yala.
"cihh! Nggak tahu terimakasih!" ujar Rendra.
"wleee!!" ejek Yala.
__ADS_1