
Hana dan Ezra pergi ke kantin bersama sedangkan Yala dan Rendra pergi ke tempat papan pengumuman.
"wahhh....Ren! lihat itu! Brosur ekskul basket baru aja di tempel!" ujar Yala dengan semangat untuk mengajak Rendra dengan semangat.
Yala langsung melihat brosur yang tertempel di papan pengumuman itu. Kak Evos yang bertugas untuk menempel brosur melihat Yala seorang adek kelas yang terlihat bersemangat untuk melihat brosur.
"halo dekk! Mau daftar ekskul basket? Kok kelihatannya semangat banget?!" tanya Kak Evos dengan senang.
"eh? iya kak! Kakak dari ekskul basket ya?" tanya Yala dengan semangat.
"iya! Kok kamu tahu?" tanya Kak Evos dengan penasaran.
"kelihatan sih dari tinggi badan kakak! tinggi banget! Kayak temenku ini!..eh?" saat Yala sedang asyik mengobrol dengan Kak Evos tiba - tiba Rendra merangkul Yala.
"halo kak, saya Rendra dan teman saya Yala!" Rendra memperkenalkan dirinya bersama Yala dengan wajah datar.
"oh iya kak! Saya sampai lupa untuk memperkenalkan diri! Hehehe" ujar Yala dengan rasa bersalah.
"nggak papa! Kenalin aku Evos pradita! Panggil aja Kak Evos!" ujar Kak Evos.
"iya kak! Salam kenal juga!" salam Yala dengan senang.
"kalian mau daftar ke ekskul basket ya?" tanya Kak Evos.
"iya nih kak!" jawab Yala.
"wahh! Kalo gitu pendaftarannya 3 hari lagi dong! Jangan lupa latihan ya! Soalnya ini nanti di seleksi masuknya! Kalo gitu aku pergi dulu! Sampai jumoa lagi di seleksi besok! Semoga di terima!" ujar Kak Evos sambil menatap tajam Rendra seakan memberikan tantangan.
Ezra yang tersinggung dengan tatapan tajam Kak Evos menatap tajam balik seperti menjawab tantangan "pasti akan diterima!" jawab Rendra dengan yakin.
Kak Evos pun pergi menjnggalkan mereka berdua. Yala yang sadar bahwa Rendra dengan cukup lama langsung menepis tangan Rendra "(menepis) tangannya di jaga woyy! sekali lagi kamu megang aku tanpa ijin...aku gigit!! Huh!" ujar Yala sembari melotot ke arah Rendra.
"eh? siapa juga yang megang kamu?" tanya Rendra untuk mengelak fakta.
"cihh! Nggak sadar diri!" ujar Yala sembari pergi menunggalkan Rendra.
"mau kemana woyy?" tanya Rendra.
"ke kantin! Nyusul Hana!" jawab Yala dengan kesal.
__ADS_1
"aku ikuttt!" pinta Rendra.
"nggak usah!" jawab Yala dengan tegas.
"ya udah! Nanti kalo jadi obat nyamuk sendirian jangan nyesel ya~" rayu Rendra.
"(menghentikan langkah kaki) eh? Tapi ada benernya juga sih?" Yala mempertimbangkannya dalam hati. "cih! Ya udah ayokk!" ajak Yala walaupun tidak dengan rasa lapang dada.
"nah gitu dongg~" Rendra senang karena bisa pergi ke kantin bersama Yala. "eh? Kenapa aku jadi senang ya? Padahal kan aku cuma mau pergi ke kantin sama dia! Perasaan apa ini?" Rendra sedang bertanya - tanya dalam hatinya.
Sesampainya Di Kantin
"Hana~" sapa Yala sambil menepuk pundak Hana.
"eh Yala? Kamu udah selesai lihat brosur ekskul?" tanya Hana.
"udah dong~ sekolah ini banyak banget ekskulnya! Kan biasanya ada tuh yang namanya kegiatan literasi, nah kalo di sini tuh ada ekskul literasi cuyy! Kayaknya cocok deh buat kamu Han!" ujar Yala.
"apa?? Beneran?? Aku pengen ikutt!!" ujar Hana dengan senang.
"iya! Bener! Masak aku bohing sama sahabat ku ini! kalau kamu pengen ikut...pendaftarannya dua hari lagi!" ujar Yala.
"harus ikut!" ujar Hana dengan semangat membara.
"emang apa aja yang diseleksi yal?" tanya Hana dengan penasaran.
"emm seingatku...keahlian membaca, memahasi isi cerita! Penulisan! Terus kalau yang pengen ikut bagian komikus ketambahan harus bisa gambar! Kalau nggak pengen ikut seleksi itu...kamu bisa juga pakai penghargaan kalau misal kamu menang lomba cerita kek, novel kek, gituu!" jelas Yala dengan detail.
"yah..tapi aku nggak punya penghargaan! Tapi, Seleksinya banyak juga ya! lolos pikirin terakhir tapi yang utama ikut selesi dulu!" ujar Hana dengan pantang menyerah.
Yala bangga akhirnya Seorang Hana mempunyai tekad dan keinginan dalam hidupnya "good job kids! Ini baru Hana sahabat akuu! Ehh..jajan kamu banyak banget! Kasih satu donggg!"
"nggak mau! Ini punya aku! Beli sendiri ah! Aku lagi pelit!" ujar Hana yang jajanannya tidak mau di rebut oleh siapapun.
"ck! Tau gitu enggak aku kasih tau tentang inpo ekskul!" ujar Yala dengan kesal.
"wleee" ejek Hana.
"Ren! Pesen makanan yok! Keburu masukk nihh" ajak Yala.
__ADS_1
"okeee!" jawab Rendra.
Yala dan Rendra pergi untuk memesan makanan. Jadi, di bangku itu, hanya ada Hana dan Ezra. Hana penasaran dengan novel apa yang sedang di baca oleh Ezra, sampai - sampai membuat Ezra dari tadi terdiam karena fokus membaca novel itu.
Hana pun menghampiri Ezra dan duduk di sampingnya persis "Zra! Kamu baca apa sih? Kok dari tadi diemm mulu!(melihat HP Ezra) ohh kamu lagi mbaca CS (chat story) di mangatoon? Aku kira lagi mbaca novel kayak biasanya!"
"iya emang kenapa? Soalnya aku bosen baca novel! Jadi, aku coba baca nih CS (chat story) ternyata lumayan baguss lah..." ujar Ezra.
"ya nggak papa sih! Cuman heran aja kamu sampai sefokus itu! Emang judulnya ala sih? Kok kayaknya seru gitu?" tanya Hana.
"judulnya Royal True Love !" jawab Ezra.
"oke! Otw download mangatoon biar bisa ikut baca!" ujar Hana dengan semangat.
Beberapa waktu kemudian
Yala dan Rendra datang dengan membawa makanan. Hana yang emang suka makan tergiur melihat makanan Yala dan Rendra.
"wahhh! Aku pengen! Em..yal..aku-" belem selesai berbicara Yala langsung menyela karena sudah tau apa yang akan Hana ucapkan "nggak boleh!"
"yah..kenapa yal? Kenapa? Aku ini teman kamu lohhh! Eh bukan cuma teman tapi sahabat kamu!" Hana berakting lagi agar di izinkan oleh Yala.
"e..eleh! Tadi aku minta nggak kamu kasih! Huh! Dasar ratu drama! Huh!" ujar yala dengan kesal.
mereka berdua kembali ribut. Rendra semakin terheran heran melihat tingkah kedua perempuan itu.
"broo! Kok kamu kayak nya santai banget ngelihat tingkah mereka berdua yang absurd?! Kamu pakai jurus paan sih broo?" tanya Rendra dengan pemasaran
"udah biasa, kuncinya hanya sabar untuk menunggu mereka berdua kembali waras!" ujar Ezra.
"kalo nggak waras - waras gimana?" tanya Rendra.
"emm..kalo nggak waras - waras ya? Gampang aja! Nanti kita ke uks, terus minta paromex ke anak pmr!" ujar Ezra.
Akhirnya Hana memutuskan untuk pergi lalu tidak lama kemudian ia kembali membawa makanan begitu banyak untuk dirinya sendiri.
"hah?! beli makanan lagi? Badan sekecil itu makanannya di taruh di organ bagian mana coba?" tanya Ezra, Rendra dan juga Yala dalam hati.
Rendra yang terpikir perkataan dari Ezra "broo..belum waras juga nih bocah berdua! Sesuai perkataan mu, ayo ke uks! Kita minta paromex ke pmr!" ajak Rendra dengan muak.
__ADS_1
"jangan woyy! Tadi aku cuma bercanda! Nanti kalau mereka bersdua kenapa - napa gimana? Mending kita balik ke kelas tinggalin mereka berdua di sini! oke?" ajak Ezra.
"ya udah ayo brooo!" Akhirnya Ezra dan Rendra meninggalkan kedua perempuan itu yang masih kuat makan di kantin.