Pursuing A Dream

Pursuing A Dream
Bab. 08//awal mula


__ADS_3

8 tahun kemudian


Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun. Tak terasa waktu berjalan dengan cepat tanpa kita sadari. Sekarang Hana sudah beranjak dewasa dan duduk di bangku kelas 7 SMP begitu juga dengan Erza. Hari ini hari pertama hana masuk sekolah.


"Wah... besar banget sekolahnya! duhh tapi mana ya kelasnya? ugh.. aku tanya ibu itu aja!" ucap Hana yang bingung letak kelasnya.


"Permisi bu, mau tanya kelas 7D di mana ya bu?" tanya Hana.


"lorong itu lurusss teruss sampai pojok! nanti ada nama kelas 7 Diamond" jawab ibu itu.


"owalah.. makasih ya bu!" ucap Hana.


"iya nak.. " balas ibu.


"Wah... lapangannya gede bangettt! terus masih asri pula lingkungannya! pantesan jadi sekolah favorit!" Hana yang terkesan sampai tidak melihat jalan menabrak orang.


"Aduhhh!" ujar Rendra.


"Aduhh! siapa sihh yang jalan nggak pakai mata?!" ujar Hana dengan kesal padahal yang berbuat salah adalah dia.


"Bukannya kamu yang jalannya nggak pakai mata?!" ujar Rendra dengan geram.


"Iya! aku emang jalannya nggak pakai mata! tapi pakai kaki! huh dasar laki - laki!" ujar Hana yang lalu pergi meninggalkan Rendra.


"Apasih! ga jelas banget! udah jelas dia yang salah malah dia yang marah! woman.. woman..! jangan sampai deh kalau sekelas sama tu anak!" ujar Rendra dengan geram.

__ADS_1


"Hosh.. ternyata lumayan jauh dari gerbang depan! masuk nggak ya? mau masuk tapi malu! ughh aku harus masukk!" ujar Hana.


Akhirnya Hana masuk "Selamat pagi!!" sapa Hana.


Semua menjawab dengan riang. Dalam hati Hana "aku harus duduk di mana ya? aku nggak kenal sama mereka semua!" Tiba - tiba "Hana! sini! duduk sama aku!" undang Yala dengan gembira.


"kyaaa! Yala! kamu sekelas sama aku tohh?! sumpah seneng bangettt bisa sekelas sama kamu!" ujar Hana dengan senang.


"Iya dongg! tapi kenapa kita bisa di sini? padahal temen - temen kita di kelas sebelah!" ujar Yala


"iya ya? padahal sama - sama jalur zonasi! ahh ga penting! yang penting aku sekelas sama kamuuu!" ujar Hana


Tidak lama kemudian bel masuk berbunyi. Semua anak masuk kelas. Pelajaran pun di mulai.


semua murid pun menjawab "baik bu!"


"Udah pada kenal ibu belum nih?" tanya Bu Fatri.


"Belum!" jawab semua murid.


"Berhubung pada belum kenal sama ibu.. ibu mau perkenalan! kenalin nama saya Hidayatul Fatri, bisa di panggil Bu Fatri! kan saya udah perkenalan nih! sekarang giliran kalian yang perkenalan! mulai dari depan sini ya!" ujar Bu Fatri.


Semua murid pun mulai memperkenalkan dirinya masing - masing. Tiba - tiba ada seorang murid yang datang terlambat.


"hosh.. hosh.. permisi Bu!" ujar Rendra yang telat.

__ADS_1


"ya? kenapa baru masuk?" tanya Bu Fatri.


"Ini tadi saya ke toilet Bu! jadinya telat masuk!" jelas Rendra.


"Owalah.. ya udah sekarang kamu perkenalan diri dulu!" ujar Bu Fatri.


"oke Bu!" ucap Rendra.


Saat Rendra memperkenalkan dirinya, Hana berbisik ke Yala "Yal!" undang Hana.


"Apa?!" jawab Yala.


"Aku tadi pagi ketemu sama dia tau!! orang e nyebelin banget!" ujar Hana yang masih kesal dengan Rendra.


"Dia siapa? Rendra?" tanya Yala.


"iya! kenapa sihh harus sekelas sama dia?!" ujar Hana.


"Nahh! sebagai wali kelas ibu akan mengacak tempat duduk kalian!" ujar Bu Fatri.


"Mengacak gimana bu?" tanya Alma.


"Pertanyaan bagus! jadi masing - masing mengambil kertas yang sudah ibu sediakan! kalau sudah jangan di buka dulu tunggu aba - aba dari ibu! nah setelah di buka nanti kalian duduk dengan nomor absen siswa yang tertulis di kertas mu itu! paham?!" ujar Bu Fatri.


semua siswa memahaminya.

__ADS_1


__ADS_2