
DI KANTIN
"Wahh... rame banget!" Ujar Hana.
"Jelas lah lihatlah! hanya ada satu kantin di sekolah ini!" jelas Ezra.
"iya juga ya! sekolah elit kantin sulit!" ejek Hana.
SELESAI JAJAN
"huh! leganya udah keluar! gerah banget di dalem sana!" ujar Hana.
"Tapi... Ezra mana ya? apa dia masih di dalem sana? mending aku tunggu di ditaman dulu deh!" Hana pun menunggu Ezra di sebuah taman.
"Wah... bunganya bagus - bagus! anginnya sejuk lagi!" puji Hana.
Tiba - tiba ada sekelompok kakak kelas genit yang lewat dan menyapa Hana "(bersiul)... adek cantik!..." ujar salah satu dari mereka.
"Dihh najis! sok kenal banget anda!?" ujar Hana yang merasa risih.
"apa kamu bilang? baru masuk aja udah belagu!" ujar kakak kelas dengan penuh rasa kesal.
"anda juga jangan belagu! udah kelas 9 tuh jangan sok keras! udah tua! udah mau lulus aja sok belagu! huh!!" ejek Hana kembali.
"bocil!!! (plak)" saat kakak kelas itu hendak memukul Hana, Tiba - tiba Ezra datang dan menangkisnya.
"Cihh! sebaiknya singkirkan tangan kotormu dari nya! berani kok sama perempuan?! sini ada lawan yang sebanding dengan mu!" lawan Ezra dengan kesal.
"Dasar bocah!! (melemparkan pukulan pertama)"
__ADS_1
"HEHH!!" remeh Ezra.
Ezra yang menantang lalu berkelahi dengan beberapa kakak kelas itu. Sampai heboh satu sekolah. Hana sudah mencoba melerai nya tetapi gagal. Syukur lah kemudian ada guru yang melihat lalu melerai mereka secara paksa.
"Sudah! sudah! baru pertama masuk aja udah bikin gaduh! sekarang ayo kalian ikut bapak ke BK!" ujar Guru tersebut.
Akhirnya mereka semua pergi ke ruang BK.
DI RUANG BK
"Assalamu'alaikum, permisi Bu.." salam guru itu.
"Waalaikumsalam, masuk.." jawab Bu Fatri.
"Ada apa pak? kok bawa 5 siswa ini? Lohh! ada Hana juga?!" tanya Bu Fatri yang terkejut melihat salah satu murid dari kelas yang di ampunya.
"Ini Bu tadi mereka berkelahi di taman! kecuali anak perempuan ini, jadi saya bawa dia kemari agar bisa memberi kesaksian penyebab para
"Hana.. bisa kah kamu memberi tahu apa penyebab mereka bisa bertengkar?" Tanya Bu Fatri kepada Hana.
Hana pun mulai menjelaskan kronologi pertengkaran. Bu Fatri menyimak dengan baik penjelasan dari Hana. Saat Hana sedang menjelaskan tiba - tiba salah satu dari kakak kelas itu menyela "Kan saya hanya menyapa? apa salahnya menyapa seseorang?!"
"Maksud Anda mungkin benar! tapi nada bicara genit anda membuat saya tersinggung!" jawab Hana.
"Sudah! sudah! Alvin kamu harus tenang! murid baru siapa namamu?" tanya Bu Fatri ke Ezra.
"Saya Ezra dari kelas 7A" jawab Ezra.
"Kenapa kamu berkelahi?" tanya Bu Fatri lagi.
__ADS_1
"Habisnya, dia yang mulai duluan Bu! masak berani sama anak perempuan?!" ujar Ezra dengan kesal.
"Baiklah! satu penyebab utama kalian bertengkar adalah karena gegabah! lain kali kalau ada masalah kalian bicarakan dulu! untuk Alvin lain kali kalau menyapa orang jangan memakai nada genit terutama pada anak perempuan! kalian paham?!" jelas Bu Fatri.
"paham Bu... " jawab semua anak.
"Baiklah untuk kasus kali ini ibu maafkan! tapi kalau besok sampai terjadi kasus seperti ini pada kalian, ibu akan memanggil orang tua. kalian ke sekolah!" peringatan Bu Fatri.
Semuanya kembali ke kelas masing - masing.
DI KELAS HANA
"Han! kamu gapapa? aku dengar tadi kamu terlibat pertengkaran sama kakak kelas!" tanya Yala yang khawatir.
"iya aku gapapa! untung aja tadi ada Ezra!" jawab Hana.
Bel pulang sekolah berbunyi. Semua siswa pulang ke rumah masing - masing.
"Cill! ayok pulang!" ajak Ezra.
"oke! Yal aku pulang duluan ya!?" pamit Hana.
"okeyy hati - hati di jalan!" jawab Yala.
DI PERJALANAN PULANG
"Duhh aku capekk!" gerutu Hana.
"Makanya tadi aku ajak naik bus nggak mau? malah milih jalan kaki!" ujar Ezra.
__ADS_1
"huh! eh omong-omong kamu mau ikut apa?" tanya Hana.
"hmmm.. belum kepikiran sih! tapi kyknya basket!" jawab Ezra.