
Rendi yang mabuk berat senang saat melihat Amara di tempat tidur, Dia langsung menghampirinya dan tidur di samping Amara, Baju Rendi penuh dengan keringat dan air minuman yang tumpah saat mabuk-mabukan tadi, Dia merasa tidak nyaman sehingga membuka jas, Dasi dan kancing baju kemejanya.
.
.
.
Amara dan Rendi tidur pulas tanpa sadar akan ada masalah besar menunggu mereka.
.
.
Sementara Wisnu pada jam dua dini hari baru selesai bekerja, Aku pulang saja takut Amara insomnia lagi kasihan kalau harus bergadang sendirian, Wisnu berbicara sendiri, Diapun langsung bersiap-siap untuk pulang ke rumah.
.
.
Di perjalanan pulang Wisnu mampir kesebuah minimarket yang buka 24 jam, Dia mau membelikan makanan ringan untuk Amara, Wisnu takut Amara bergadang lagi seperti kemarin.
.
.
.
__ADS_1
Waktu menunjukkan jam tiga dini hari Wisnu sampai di rumah saat masuk Wisnu tidak merasakan ada hal yang aneh dia melihat kearah sofa, Tapi Amara tidak ada disana syukurlah mungkin Amara sudah tidak insomnia lagi, Gumam Wisnu dalam hati diapun langsung pergi kekamar untuk beristirahat dan betapa terkejutnya dia saat membuka pintu kamar.
.
.
.
Wisnu melihat Rendi dan Amara yang tidur bersama dengan posisi sedang berpelukan dan juga baju kemeja Rendi yang terbuka, Wisnu yang terkejut langsung menjatuhkan tas kerjanya, Dia mengahampiri Amara dan Rendi.
"Bangun kalian berdua...! " Wisnu berteriak dengan sangat emosi.
Amara yang mendengar teriakan Wisnu langsung terbangun, Betapa terkejutnya dia karena melihat Rendi yang sedang tidur di sampingnya, Begitupun dengan Rendi yang mulai terbangun dan mengusap matanya yang masih mengantuk.
"Apa yang telah kalian lakukan..?" Teriak Wisnu.
"Mas Wisnu aku tidak tahu apa-apa, Aku juga tidak tahu kenapa Rendi ada disini.." Amara berusaha menenangkan Wisnu, Sementara Rendi masih berusaha memulihkan pikirannya karena mabuk.
"Rendi kenapa kamu ada disini? Apa yang kamu lakukan disini? Cepat katakan pada mas Wisnu kalau ini semua salah paham dan kita tidak melakukan apa-apa...?" kata Amara menahan tangisnya.
"Aku juga tidak tahu, aku tidak ingat apa-apa yang aku ingat hanya sedang minum dengan teman-teman.." jawab Rendi yang masih merasa sedikit pusing.
"Mas aku mohon kamu percaya sama aku, Semua ini tidak seperti yang kamu pikirkan..." Amara menghampiri Wisnu dan memegang tangannya.
"Apalagi yang harus aku percaya dari kamu, Kenapa kamu begitu tega padaku Amara? Padahal aku sangat mencintai kamu.. " Wisnu melepaskan tangan Amara.
"Mas dengarkan aku, Aku juga mencintai kamu mas aku tidak mungkin menghianati hubungan kita aku mohon kamu percaya sama aku mas... " suara Amara bergetar sembari menangis
__ADS_1
"Amara benar Wisnu aku yakin ini semua salah aku, Tapi aku benar-benar tidak ingat kenapa aku bisa ada disini.." kata Rendi.
"Kalian tidak perlu saling membela, Yang jelas aku benar-benar kecewa pada kalian dan pak Rendi besok saya akan menyerahkan surat pengunduran diri dan sekarang juga silahkan kalian berdua keluar dari rumah ini..." Wisnu benar-benar emosi.
"Mas aku mohon jangan seperti ini biarkan aku jelaskan dulu mas kalau aku tidak tahu apa-apa soal Rendi ada di kamar kita percayalah.. " Amara memegang tangan Wisnu lagi.
"Aku butuh waktu untuk berpikir tolong kamu pergi sekarang juga aku benar-benar merasa jijik melihat kalian berdua.. " jawab Wisnu.
"Amara sebaiknya kita pergi dulu biarkan Wisnu berpikir dengan jernih dan nanti kita bisa jelaskan semuanya..." kata Rendi.
"Mas aku mohon mas percalah padaku mas... " Amara masih mencoba membujuk Wisnu.
"Pergi sekarang juga sebelum ada kekerasan disini, Cepat pergiiii... " teriak Wisnu pada Amara
.
.
Amara pergi dengan berlinang air mata disusul oleh Rendi, Sementara Wisnu masih merasa kecewa dan emosi atas kejadian ini.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Selamat membaca 😉