Rahasia

Rahasia
EPI. 72 MENGHINDAR


__ADS_3

Sebelumnya ...


Irama dari ketukan pintu kamar membuatnya merubah posisi. Dari berbaring menjadi terbangun membuka pintu untuk melihat siapa didepan pintu kamarnya.


" Mas " suara panggilan dari wanita baya memanggilnya dengan nada lembut.


" Iya Bu " Arya membuka pintu kamarnya dan menerima sebuah kotak makan berwarna merah muda.


" Anterin ke Nad yah " pintanya


" Ini apaan Bu ? " melihat kotak makan yang berbentuk kepala Hello Kitty. Seriar kartun berkarakter kucing berpita, memilki wajah menggemaskan namun tak memiliki sebuah mulut.


" Kue untuk Nad. Sama sekalian kasih tau Nad, besok Ibu ngga ke sana. Ayo cepetan, mumpung masih sore " ujar wanita tua tersebut.


" Bukan sore Bu. Ini udah jam 8 malam " Arya menunjukkan jamnya pada sang Ibunda


" Iyah. Iyah. Ya sudah sana. Tolong Ibu ya Mas " pintanya sekali lagi dengan suara lembut dan tak berani Arya bantah


Arya bergegas mengambil kunci mobil lalu mengendarai si hitam untuk menuju rumah yang pernah ditempati Ia dan keluarganya selama 20 tahun. Rumah mewah dengan cat putih dihampir seluruh tembok tinggi.


Seorang satpam membatu membuka pintu gerbang, lalu menyapa dengan ramah.


" Eh. Ternyata Mas Arya. Malam Mas "


" Malam Pa " menyapa kembali dari balik kemudi dengan pintu kaca yang sudah terbuka.


Arya masuk melalui pintu utama. Ia sudah sangat hafal seluk beluk rumah mewah yang jarang sekali lengkap penghuninya.


Ada dua wanita yang duduk dimeja makan. Tapi yang dilakukan bukan makan malam. Satu wanita berusia 25 tahun sedang menangis tersedu dan tak jelas apa yang dibicarakan. Dan gadis remaja disebelahnya sudah bingung apa yang harus diperbuat.


" Nad. Ini kue dari ibu " Arya berjalan menuju dapur, sengaja Ia lakukan untuk menghindari Gita yang masih asik menangis


" Makasih Mas " ucap Nad yang kegirangan.

__ADS_1


" Satya ada dimana Ya ? " tanya Gita disela tangisnya yang berhasil menghentikan langkah Arya


" Ngga tau " jawabnya dengan santai


" Ngga mungkin lu gatau dimana Satya. Lu kan sohibnya, terus lu juga assistant nya. Kalian berdua, kaya kancing sama baju. Dimana ada Satya, disitu ada lu. Jangan bohong sama gw " hardik Gita


" Tapi liat sendirikan, sekarang gw ga sama Satya " jawabnya, lalu meninggalkan dua wanita yang masih belum bergerak dari posisinya


" Dasar nyebelinnnnn " teriak Gita, yang membuat gendang telinga Nad sakit sampai Nad harus menutup kedua telinganya dengan telapak tangan. Demi suara teriakan dan tangisan yang terdengar sangat fals.


Gita masih terus berusaha menghubungi sang tunangan. Tapi nampaknya pria tersebut masih mengacuhkan dirinya. Berkali-kali Ia coba, berkali-kali itu juga tak ada respon. Dari menelfon, SMS, Whatsapp bahkan media sosial juga Ia lakukan. Dan hasilnya masih nihil.


Gita menoleh kearah Nad. Melihat Nad meletakkan ponselnya dimeja makan. Gita berinisiatif menelfon dengan ponsel milik Nad. Siapa tahu Satya akan mengangkat.


" Nad pinjam hp kamu " belum dijawab, Gita sudah mengambil ponsel tersebut.


" Apa passwordnya ? " tanya Gita yang sukses membuat Nad kebingungan. Ada sesuatu yang Nad sembunyikan di ponsel tersebut.


" Aku pinjam sebentar. Lagian kalo Satya sibuk, Arya ga mungkin ada disini. Pasti itu alesan aja untuk menghindar dari Kak Gita " ucapnya dengan penuh percaya diri.


" Atau mungkin kamu, sengaja ngumpetin Satya ? " tanya seperti akan menerkam.


" Eh ngga Ka, ngga. Aku ngga tau apa-apa. Aku ngga tau dimana Ka Satya " menolak tuduhan tersebut.


" Yaudah. Nih, buka passwordnya " Gita menyerahkan.


Dengan terpaksa Nad membuka password tersebut, lalu memberikan ponselnya kembali pada Gita. Gita segera mencari kontak Satya. Dengan perasaan gusar, Ia menghubungi no tersebut.


" Halo " ucap pria diseberang sana. Gita berhasil menghubungi pria yang sedari tadi dicari.


" KAMU DIMANAAAAA ? " tanya Gita dengan berteriak, dan lagi Nad menutup kupingnya rapat-rapat dengan kedua telapak tangan.


" Aku telfon ga diangkat. Giliran aku pakai no nya Nad, kamu langsung angkat. Bagus yah " ucapnya lagi, dengan nada penekanan diakhir kalimat.

__ADS_1


Ka, jangan marah sama Nad yah. Aku dipaksa sama Kak Gita. Swear ✌️. Nad


Semetara setelah Arya meletakkan kotak makan yang berisi kue kedalam kulkas. Ia masih memilih duduk di taman samping dapur. Taman yang berukuran tidak besar. Namun banyak sekali kenangan indah yang Ia lakukan ketika masih tinggal dirumah mewah ini.


Arya duduk disebuah bangku taman tersebut. Di sampingnya ada Mang Asep supir rumah dirumah ini. Mang Asep tinggal dirumah ini. Setiap hari tugasnya mengantar dan menjemput Nad. Arya dan Mang Asep mengobrol tanpa canggung.


Tak terasa sudah pukul 10 malam, sudah waktunya pulang bagi Arya.


" Mang udah malem. Saya pamit pulang yah " ucap Arya sebelum meninggalkan Mang Asep yang masih menikmati udara malam dengan secangkir kopi hitam.


" Hati-hati Mas Arya " ucapnya dengan ramah


Sementara disalah satu kamar hotel, ada yang tak menikmati malamnya. Bergerak ke kiri ke kanan, berusaha mengistirahatkan tubuhnya yang lelah diatas kasur yang empuk. Sialnya, matanya enggan terpejam karena beban pikirannya yang kacau, lebih menguasai dirinya.


Semakin membahas mengenai pernikahan, semakin membuat kepalanya terasa sakit. Jika Ia bisa memilih, Ia akan membatalkan pertungan tersebut.


" Ahhhhhh... Kacau " teriaknya sampil melemparkan bantal yang dipakainya ke lantai.


Dan ditempat lainnya, ada yang duduk berdiam diri didepan meja rias. Duduk termenung tanpa suara. Tanpa tangisan, karena air matanya sudah habis. Meski sakit, Ia harus bangkit. Menatap masa depan yang harus dijalani.


" Syad. aku rindu " mengusap foto tersebut, lalu mendekap erat di dada.


" Aku tahu, Jodoh, maut dan rezeki itu sudah di atur sama Allah. Tapi cara kamu itu jahat. Kamu pergi tanpa pamit " ucapnya dengan lirih.


" Aku janji sama kamu. Seperti yang sering kamu bilang. Aku harus jaga diri. Yah. Aku akan jaga diri. Aku akan ikutin semua kata kamu. Make up, Dance dan cara berpakaian akan aku ubah " Tira bertekad


" Semoga suatu saat nanti, kita akan dipertemukan kembali "


" Terimakasih sudah ada disisi ku selalu. Terima kasih sudah selalu setia mengingatakan ku. Terimakasih untuk saran dan hal baik lainnya. Terimakasih untuk selalu mendukung ku. Terimakasih sudah mau menerima rasa dari ku. Terimakasih sudah menjaga ku selama yang kamu bisa. Terimakasih atas waktu yang tak bisa aku kembalikan. Dan terimakasih atas semua yang sudah kamu lakukan. Terimakasih Syad. Terimakasih " ucapan rasa terimakasih yang tulus terucap dari hati yang terdalam.


______________________________________________


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2