Rahasia

Rahasia
Bab 9: Undangan


__ADS_3

Ketakutan Amara bukan tanpa alasan dia takut jika Wisnu tahu masalalunya dengan Rendi, Wisnu akan meninggalkannya dan jika Wisnu meninggalkan Amara, Belum tentu Amara akan mendapatkan lagi pasangan sempurna seperti Wisnu yang bisa membuat Amara merasa nyaman dan jatuh cinta setiap harinya.


"Aduh.. kepalaku terasa pusing lagi. " Amara memegang kepalanya.


Lalu Wisnu masuk kedalam kamar dengan membawa bubur.


"Sayang kamu kenapa.?" Wisnu melihat Amara yang terlihat kesakitan.


"Kepala aku terasa sakit sedikit mas, Tapi tidak apa-apa nanti aku bisa meminum obatnya lagi.. " Amara menenangkan Wisnu.


"Kamu yakin? Kita ke rumah sakit saja sekarang ya..! " kata Wisnu sembari memegang tangan Amara.


"Tidak perlu mas aku hanya butuh istirahat saja.. "


"Tapi kalau besok kepala kamu masih sakit kita periksa ke rumah sakit ya, Aku tidak tenang bekerja nanti kalau meninggalkan kamu di rumah seperti ini... " kata Wisnu.


"Iya sayang iya, Sudah kamu jangan khawatir ya..! " kata Amara


"Baiklah, Sekarang kamu makan dulu aku sudah buatkan bubur supaya nanti bisa minum obat.." Wisnu sembari menyuapi Amara.


.


Setelah selesai makan Wisnu memberikan obat pada Amara untuk di minum.


.


.


Keesokan harinya....


.


.

__ADS_1


Pagi-pagi sekali seperti biasa Amara memasak dan menyiapkan pakaian untuk Wisnu berangkat kerja.


"Sayang kenapa kamu masak dan sudah menyiapkan pakaian aku, Kamu itu sedang sakit harus istirahat.. " Wisnu menghampiri Amara.


"Aku sudah sehat mas, Kepala aku sudah tidak sakit lagi.. " jawab Amara.


"Ya tetap saja kamu jangan terlalu cape dulu nanti sakit lagi kepalanya.."


"Jangan bicara seperti itu mas, Ya semoga kepala aku tidak sakit lagi dan sehat seperti biasa.."


"Sudah biarkan saja pekerjaan rumah nanti aku kerjakan pulang kerja..."


"Kasihan kamu mas cape pulang kerja masa harus beres-beres rumah. " kata Amara.


"Tidak apa-apa asalkan kamu sehat mas sudah senang.. " Wisnu memegang tangan Amara.


"Ya sudah iya aku nurut, Kamu siap-siap dulu terus sarapan ya.. " kata Amara.


.


.


.


Tokk... tok.. tok suara yang mengetuk pintu, Amara membuka pintu.


.


.


"Ratih ayo masuk.. "ajak Amara dan mempersilahkan duduk.


"Aku khawatir dengan mbak Amara kemarin sakit kepala apa sudah berobat.?" tanya Ratih.

__ADS_1


"Sudah Ratih kemarin sebelum pulang kerumah aku mampir dulu ke klinik untuk berobat.."


"Oh iya ini aku bawakan buah untuk mbak Amara.. " Ratih sembari memberikan bingkisan buah-buahan.


"Terimakasih ya jadi merepotkan..." kata Amara.


"Sama-sama, Mbak Amara sakit apa kata dokter? " tanya Ratih.


"Tidak apa-apa aku hanya kelelahan dan butuh istirahat saja.. "


"Emm tiga hari lagi aku mau mengadakan acara untuk perayaan ulang tahun suami aku, Mbak Amara dan mas Wisnu datang ya..! " kata Ratih.


"Emmm iya insya allah kalau aku dan mas Wisnu tidak ada halangan kami datang ya.. "


"Iya mbak, acaranya jam tujuh malam dan di acara arisan kemarin aku juga mengundang ibu-ibu kompleks supaya datang.. "


"Ohh begitu, Semoga aku dan mas Wisnu bisa datang ya.."


"Kalau begitu aku permisi dulu ya mbak supaya mbak Amara bisa istirahat dan semoga mbak Amara cepat sembuh..." kata Ratih.


"Iya aamiin terimakasih sudah datang menjenguk dan membawa buah untuk aku ya Ratih.. "


"Sama-sama mbak" kata Ratih sembari kaluar dari Rumah Amara.


.


.


.


.


Selamat membaca semua jangan bosan-bosan untuk baca novel RAHASIA ya 😉

__ADS_1


__ADS_2