Rahasia

Rahasia
Epi. 65 SYARAT


__ADS_3

***


Flashback on


Tira dan orangtuanya melihat adegan tersebut. Pengucapan permintaan maaf yang sudah didengar ratusan kali.


" Maaf Tante. Jujur saya belum bisa memaafkan apalagi melupakan. Tapi semoga ini jadi pelajaran untuk kedepannya. Saya juga punya syarat untuk Ilham dan saya mau dia bisa lakukan itu ! " tegas nada bicara Tira


" Apa Ra ? Apa yang kamu mau ? Kami akan coba berikan " ucap Ibu Ayu. Wajahnya sedikit berseri ada kelapangan dihatinya.


" Pertama, saya mau Ilham jangan pernah ganggu saya atau keluarga saya lagi atau orang-orang yang ada didekat saya " Ibu Ayu dan suaminya mengangguk.


" Dan kedua. Saya tak pernah mau melihat anak Om dan Tante lagi. Baik dilingkungan rumah saya ataupun lainnya. Jadi pastikan, jangan pernah sengaja menampakkan wajahnya didepan saya lagi dalam keadaan apapun dan bagaimana pun. Jauhi saya dan jauhi keluarga saya. Saya tidak mau berurusan lagi dengan Ilham " ucapnya dengan nada datar namun sangat serius.


" Baik Ra. Akan kami sampaikan dan akan kami jaga kepercayaan Tira " ucap Pa Kumis


" Terimakasih Ra. Terimakasih. Maaf untuk semuanya. Maaf sudah mengganggu kamu. Maafin atas tingkah laku anak kami. Terimakasih Tira. Terimakasih " ada secerca sinar di bola mata hitam Ibu Ayu. Wajahnya kembali bersemangat mendengar ucapan Tira.


***


flashback off

__ADS_1


Tira mencabut pelaporan terhadap Ilham atas dirinya waktu itu. Ia masih sangat kesal bahkan muak jika mendengar namanya apalagi harus bertatap muka dengan pria tersebut. Mencabut laporan bukan berarti memaafkan begitu ? Ia, memori pahitnya terpatri dalam ingatan seumur hidup.


" Mah, Mah. Ilham bebas Mah. Ilham bebas " ucap Ilham penuh kegirangan.


" Kamu sadar apa yang kamu lakuin " ucap Mamah pada Ilham dengan wajah penuh emosi.


Plakk, tamparan keras meluncur ke wajahnya. Ilham memegang pipinya, tak percaya bahwa wanita lemah lembut yang ia sayangi bisa melakukan hal tersebut pada dirinya.


" Mah. Mamah. Maafin Ilham Mah " ucap Ilham merasa bersalah


" Kamu tau apa yang kamu lakuin ? Hah ? Kamu tau gimana hancurnya perasaan Mamah ? Gimana orang-orang mandang keluarga kita ? Itu semua karena kamu. Kamu ga bisa kontrol diri kamu sendiri " ucap Ibu Ayu penuh kekecewaan


" Kamu ngga usah minta maaf sama Mamah. Karena Mamah ngga lakuin apa-apa untuk kamu. Mamah juga ngga bisa bebasin kamu dari sini " ucap Ibu Ayu.


" Maksud Mamah apa ? Kata Pak Polisi aku bebas Mah. Hanya wajib lapor aja. Aku udah ngga di sel Mah. Aku bebas " Ilham berkata dengan girangnya.


" Iya. Benar kamu sudah bebas. Tapi kamu tau siapa yang bebasin kamu ? " tanya Pa Kumis


" Siapa lagi kalo bukan Mamah dan Papahkan ? " jawabnya dengan percaya diri.


" Salah. Bukan kami berdua. Tapi yang membebaskan kamu adalah korban kamu sendiri. Dia yang berbaik hati mencabut laporan kamu " ucap Ibu Ayu

__ADS_1


Apa Tira ? Apa dia sudah maafin aku


Yah. Pasti sudah maafin. Ilham


" Mah. Ayo kita kerumah Tira. Aku mau kesana Mah, Pah " ujar Ilham tak sabar


" Tidak perlu. Bahkan kamu jangan pernah menampakkan dirimu di depan Tira " ujar Ibu Ayu.


" Kenapa Mah. Aku mau berterimakasih sama Tira " Ilham nampak bingung dengan ucapan sang ibu.


Ibu Ayu dan suaminya menjelaskan tentang persyaratan yang diajukan oleh Tira. Betapa sakit hatinya wanita itu.


" Ra, kamu tau, kenapa aku begitu ingin bersama kamu ? Aku ingin kamu jadi milik aku seutuhnya. Karena ini Ra. Karena kebaikan kamu. Karena ketulusan kamu. Kamu bukan cuma punya fisik yang cantik tapi kamu juga punya hati yang baik.


Maaf Ra, aku pakai cara licik untuk dapetin kamu. Dan ternyata cara ini yang buat kamu terluka. Betapa bodohnya aku Ra. Seharusnya aku jaga kamu. Tapi aku mah ingin merusak mu. Demi ego, demi kepuasan aku pribadi. Aku minta maaf Ra. Aku minta maaf. Aku menyesal Ra. Sangat menyesal " begitulah ungkapan yang ingin dikatakan oleh Ilham.


Namun karena persyaratan yang diajukan oleh Tira, Ilham mengerti. Ia harus sejauh mungkin tidak bersama dengan Tira. Bahkan untuk melihatnya dari jauh pun tak berhak.


______________________________________________


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2