Rahasia

Rahasia
Episode 45: Ke rumah sakit


__ADS_3

Amara terkejut saat membuka kulkas yang di dalamnya banyak sekali makanan ringan, coklat, dan juga susu ibu hamil.


"Ya ampun mas ini banyak sekali makanan ringannya, Ada susu ibu hamil juga..." Amara kegirangan


"Aku sengaja membeli banyak makanan ringan untuk kamu, Soalnya aku cari informasi tentang ibu hamil di internet katanya ibu hamil itu sering cepat lapar, Aku juga membeli buah-buahan di kulkas paling bawah supaya kamu dan calon anak kita sehat terus..." kata Wisnu sembari memakan habis baksonya


"Terimakasih ya sayang, Jadi makin sayang aku sama kamu... " Amara tersenyum manja


"Iya sama-sama sayang... "


.


.


Wisnu selesai makan bakso dan mengambil air minum yang ada di meja makan, Sedangkan Amara masih memilih-milih mengambil banyak makanan dan buah dari kulkas, Tiba-tiba pikiran Wisnu tertuju pada calon anak yang di kandung Amara "Setelah anak itu lahir aku akan segera melakukan tes DNA tanpa sepengetahuan Amara, Karena aku sebenarnya belum seratus persen yakin jika itu adalah anak kandungku" kata Wisnu dalam hati.


.


.


.


Ternyata Wisnu belum seratus persen yakin jika anak yang di kandung Amara adalah anaknya, Dia mengatakan yakin pada Amara hanya untuk membujuk Amara supaya mau ikut pulang bersamanya.


.


.


Sementara Amara senang karena akhirnya dia bisa pulang dan berkumpul kembali bersama Wisnu.


Setiap detik rasanya sangat berharga karena ini pertama kali Amara merasakan akan segera menjadi ibu, Hingga hari terus berganti tidak terasa kehamilan Amara sudah memasuki tujuh bulan, Amara dan Wisnu berencana akan melakukan acara tujuh bulan besok lusa.


.


.


"Sayang kamu jangan terlalu cape mengurus acara tujuh bulan lusa, Aku sudah menyuruh mengatur semua kesiapannya kepada orang-orang yang ahli dan berpengalaman..." kata Wisnu


"Aku tidak merasa cape mas, Aku hanya memastikan saja jika semuanya akan selesai tepat waktu... " jawab Amara


"Kamu tenang saja semuanya pasti akan berjalan lancar..." Wisnu menenangkan Amara


"Aamiin mas... " Amara sembari mengelus perutnya


.


.


Tuk... Tuk.. Tuk...


.


.


"Ada yang mengetuk pintu mas mungkin itu orang yang mengurus acara besok lusa... " Amara bersemangat berdiri dari tempat duduk dan berjalan menghampiri pintu


"Tunggu sayang biarkan aku saja yang membuka pintu... " Wisnu menghampiri Amara yang hampir sampai di depan pintu


.


.

__ADS_1


Wisnu segera bergegas ke arah pintu dan membukanya.


"Mana Amara... Dimana dia...! " ternyata itu adalah Ratih yang terlihat sangat marah


"Ada apa Ratih..?Ada apa kamu mencari Amara dan terlihat emosi...! " Wisnu kebingungan


"Amara...Amara dimana kamu.. !" Ratih tidak menjawab pertanyaan Wisnu dan memaksa masuk ke dalam rumah


.


.


Amara yang berada di ruang tamu mendengar suara teriakan lalu menghampiri Ratih yang begitu terlihat emosi.


"Ada apa mas..? " Amara sembari berjalan menuju Wisnu tapi, Terhenti karena Ratih yang datang menghampirinya.


"Amara katakan padaku guna-guna apa yang kamu lakukan pada mas Rendy hingga dia begitu tergila-gila sama kamu..!Apa kurangnya aku di bandingngkan kamu...!" Ratih sembari memegang tubuh Amara dengan erat


"Ada apa ini Ratih aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang kamu bicarakan...!" Amara bingung


"Lepaskan dia Ratih....! " teriak Rendi yang lari dan langsung masuk ke rumah di susul dengan Wisnu.


.


.


Lalu Rendi dan Wisnu berusaha melepaskan Ratih yang terus memegang tubuh Amara dengan kuat


"Lepaskan aku mas, Aku benar-benar tidak rela jika kamu lebih mencintai dia daripada aku padahal aku sekarang sedang mengandung calon anak kita, Anak kamu mas... !" teriak ratih yang masih memegang tubuh Amara


"Tenanglah Ratih aku yakin kita bisa bicarakan baik-baik semuanya... " kata Wisnu yang memegang Amara dan berusaha menghalanginya dari Ratih, Hingga akhirnya tubuh Amara bisa lepas dari Ratih


"Ratih tenanglah aku sudah jelaskan jika itu semua murni kesalahan aku bukan Amara... !" kata Rendi


"Apa......?,Apa benar yang Ratih bilang itu Rendi...? " Amara terkejut


"Kamu tidak perlu pura-pura tidak tahu Amara, Aku tahu ini semua rencana kamu untuk merebut mas Rendi dari aku iya bukan...?" kata Ratih


"Sungguh Ratih aku benar-benar tidak tahu dengan apa yang Rendi lakukan itu.... " jelas Amara


"Alah dasar kamu munafik aku benci pada kamu Amara... " Ratih kembali menarik dan memegang tubuh Amara, Karena tangan Ratih yang begitu kuat menarik tubuh Amara mereka berdua terjatuh dengan keras hingga membuat mereka berdua mengalami pendarahan.


.


.


.


Rendi dan Wisnu terkejut langsung menolong istri mereka masing-masing yang terlihat kesakitan memegang perutnya, Amara dan Ratih segera di bawa ke rumah sakit memakai mobil Rendi.


.


.


Tidak lama mereka sampai di rumah sakit terdekat dan langsung mendapat tindakan dokter masuk ke dalam ruangan.


Wisnu dan Rendi yang menunggu di luar ruangan begitu cemas, Mereka berdoa untuk istri dan calon anak mereka walaupun Rendi tidak mencintai Ratih tapi, Tetap saja Rendi khawatir jika terjadi sesuatu pada Ratih dan calon anaknya.


.


.

__ADS_1


.


Setelah menunggu beberapa waktu dokter keluar dan mengatakan jika Ratih dan Amara mengalami pendarahan untuk itu bayi yang ada di dalam perutnya harus segera di keluarkan dengan keadaan prematur, Dokter meminta persetujuan dari Wisnu dan Rendi untuk melakukan tindakan operasi.


"Baiklah dokter jika memang itu jalan terbaik tolong selamatkan istri dan anak saya... " kata Wisnu dengan suara sedikit bergetar


"Saya juga sama dokter tolong berikan penanganan terbaik untuk kedua pasien... " lanjut Rendi


"Baiklah pak, Kami akan melakukan yang terbaik untuk semua pasien silahkan ke bagian administrasi untuk menandatangani persetujuan operasi..." jawab dokter


.


.


Setelah tandatangan Rendi dan Wisnu menunggu lagi di depan ruangan operasi, Wajah tegang bercampur cemas begitu terlihat mereka berharap semuanya selamat dan baik-baik saja.


.


.


.


Setelah beberapa jam menunggu dokter akhirnya keluar dari ruangan


"Bagaimana dokter semuanya selamat bukan...?Semuanya baik-baik saja bukan...? " kata Wisnu menghampiri dokter


"Allhamdulilah pak semuanya selamat tapi, untuk bayinya karena prematur harus di masukkan ke dalam alat khusus dan perawatan intensif.."jawab dokter


"Syukurlah apa saya sudah boleh masuk..?" tanya Wisnu boleh pak silahkan


Wisnu langsung masuk ke dalam ruangan karena dia sangat senang dan sudah tidak sabar ingin melihat bayinya.


.


.


Sementara di ruangan berbeda dokter yang menangani Ratih juga akhirnya keluar dari ruang operasi.


"Dokter bagaimana keadaan istri dan anak saya..? mereka selamat bukan...?" Rendi menghampiri dokter yang baru keluar


"Untuk istri bapak Allhamdulilah dia baik-baik saja tapi, Maaf kami tidak bisa menyelamatkan anak bapak dan ibu, Kami sudah melakukan yang terbaik tapi, Tuhan berkehendak lain, Yang sabar ya pak kami turut berduka dan silahkan bapak sudah bisa masuk menemui istri bapak, Saya permisi pak... " kata dokter dengan wajah sedih sembari meninggalkan Rendi


.


.


.


Setelah mendengar informasi dari dokter itu tubuh Rendi terasa lemas dia hanya terduduk di kursi tanpa bisa mengatakan apa-apa.


.


.


.


.


.


Selamat membaca 😉

__ADS_1


__ADS_2