Rahasia

Rahasia
Bab 7: Ratih ternyata...


__ADS_3

Keesokan harinya setelah selesai beres-beres rumah Amara langsung mandi untuk bersiap-siap supaya tidak terlambat datang keacara arisan dan tadi malam Amara juga sudah memberitahu Ratih tempat dan jam acaranya.


.


.


Selesai mandi Amara mendengar telepon genggamnya berbunyi ternyata ada pesan dari nomor baru isi pesannya "bagaimana semalam berbelanja di minimarketnya apakah menyenangkan?", Karena itu pesan dari nomor baru Amara melihat dulu foto profilnya betapa terkejutnya dia ternyata itu adalah nomor Rendi.


"Darimana Rendi mempunyai nomor telepon aku..?, Bagaimana dia tahu aku semalam dari minimarket..?" Amara terus bertanya-tanya pada diri sendiri dan merasa tidak tenang.


.


.


Tuk.. tuk... tuk


.


Suara mengetuk pintu itu membangunkan Amara dari lamunan dan langsung membuka pintu.


"Ratih.. aku kira siapa ayo masuk. "


"Iya mbak, apa mba Amara mau berangkat bersama aku ke acara arisan.?" tanya Ratih.


"Terimakasih tawarannya, Tapi aku belum selesai soalnya tadi beres-beres rumah dulu jadi kamu berangkat dulu saja.. " kata Amara


"Baiklah kalau begitu aku berangkat dulu ya mbak.."kata Ratih sembari berpamitan.


"Gara-gara pesan dari Rendi aku jadi melamun, Sudahlah aku tidak mau memikirkannya biarkan saja. " Amara berbicara sendiri.


.


.


Secepat mungkin Amara bersiap-siap dan langsung berangkat dengan mobil taksi.

__ADS_1


.


.


Tidak lama kemudian Amara sampai...


.


.


Amara masuk ke dalam kafe dan menghampiri para ibu-ibu kompleks tetangganya yang sudah datang.


"Maaf ya aku terlambat.. " Amara sembari duduk.


"Tidak apa-apa mbak Amara kita baru mau mulai.." jawab bu Lala


Tiba-tiba telepon genggam Amara berbunyi saat Amara melihatnya ternyata ada pesan dari Rendi "sedang arisan ya? Ingat ya jangan banyak minum yang dingin kamu gampang batuk.." Rendi masih seperti dulu perhatian jika dulu Amara merasa sangat senang mendapatkan perhatian dari Rendi, Tapi sekarang Amara malah merasa takut dan cemas.


.


Aku lebih baik mematikan dulu telepon genggamku ini supaya aku tidak memikirkan Rendi dan bisa berbaur dengan ibu-ibu yang lain, Gumam Amara dalam hati.


.


.


"Mbak Asri belum datang ya..?" tanya Amara


"Mamah sedang ke toilet dulu mbak.." jawab Ratih


"Apa... Mamah??? " Amara terkejut


Mbak Asri datang dari toilet sembari duduk di dekat Ratih.


"Aduh maaf ya semua tadi mules jadi sedikit lama di toiletnya.."

__ADS_1


"Iya mbak Amara ibu Asri ini mamah aku..! " Ratih sembari menatap kearah Amara.


"Masa mbak Amara lupa, Mbak Amara waktu itu datang ke acara pernikahan Ratih beberapa hari yang lalu.." sambung mbak Asri.


"Emm mungkin karena waktu itu Ratih memakai riasan pengantin jadi pangling..." kata Amara sedikit gugup.


"Tidak apa-apa mbak saya juga lupa mbak datang keacara pernikahan aku karena banyak sekali teman mamah yang datang jadi aku tidak hafal satu persatu..."


.


.


Amara semakin gelisah dan tidak tenang dia tidak bisa fokus pada acara arisannya, Walaupun Amara berusaha menyembunyikan kecemasannya, Tapi raut muka Amara tetap saja terlihat tidak tenang.


"Aku pulang dulu ya ibu-ibu semua... " kata Amara.


"Kenapa mbak Amara acaranya belum selesai..!" tanya bu Lala.


"Aku sepertinya kurang enak badan jadi maaf tidak bisa ikut sampai acaranya selesai..." Amara sembari terus menutupi raut mukanya yang gelisah.


"Mbak Amara mau aku antar ke klinik tidak..? " tanya Ratih.


"Tidak perlu repot-repot, Ini acara pertama kamu dengan ibu-ibu kompleks jadi kamu di sini saja supaya lebih akrab dan kenal dengan tetangga lain." kata Amara.


"Ya sudah hati-hati ya mbak.. " kata Ratih.


.


.


.


.


Maaf ya sekarang baru bisa malam update nya, semoga kalian suka terus baca novel RAHASIA

__ADS_1


jangan lupa like, vote sama komentarnya juga ya 😉


__ADS_2