Rahasia

Rahasia
Bab 8: STRES


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang Amara terus melamun rasanya dia masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar tadi, Jika Ratih itu istrinya Rendi berarti mereka adalah tetangga Amara dan bukan tidak mungkin Amara akan sering melihat dan bertemu Rendi.


.


.


Entah kenapa Amara merasa kepalanya sangat pusing dan memutuskan untuk ke klinik terlebih dulu.


"Di depan ada klinik kita berhenti dulu ya pak, Nanti saya tambah biaya taksinya...!" Amara sembari memijat kepalanya sendiri


"Baik mbak.. " jawab supir taksi


.


.


Sesampainya di klinik Amara langsung mendaftar untuk berobat.


.


.


Beberapa saat kemudian....


"Ibu Amara silahkan masuk.. " kata seorang suster.


Amara langsung masuk keruangan dokter.


"Silahkan duduk ibu Amara, Apa keluhannya.?" tanya dokter.


"Kepala saya tiba-tiba terasa pusing dan sakit dok.." kata Amara


"Sejak kapan bu..?" kata dokter.


"Beberapa hari ini dok.."


"Kalau begitu silahkan ibu tidur dulu di sebelah sana..." dokter menunjuk ke arah tempat tidur pasien dan langsung memeriksa Amara, Lalu dokter juga menanyakan beberapa pertanyaan lagi.


.

__ADS_1


.


Tidak lama dokter selesai memeriksa Amara.


"Saya sakit apa ya dokter..?" tanya Amara sembari duduk


"Tidak apa-apa ibu Amara hanya kelelahan dan terlalu stres, Saya sarankan jangan terlalu banyak pikiran ya bu ini saya sudah resepkan obat untuk ibu Amara.." dokter sembari memberikan sebuah kertas


"Baik dokter terimakasih.."


"Sama-sama ibu semoga cepat sembuh.. " jawab dokter.


.


.


Amara pergi kebagian obat dan langsung pulang.


"Sepertinya aku terlalu berlebihan memikirkan Rendi sehingga menjadi stres, Aku harus tenang semuanya akan baik-baik saja" kata Amara dalam hati.


"Sudah sampai bu.. !" suara supir taksi mengejutkan Amara yang melamun.


"Sama-sama mbak.. " kata supir taksi.


.


.


Amara masuk kedalam rumah dan langsung meminum obat, Karena kelelahan setelah itu dia tertidur.


.


.


Sore harinya....


.


"Sayang, Amara.. " suara lembut Wisnu sembari mengelus rambut Amara

__ADS_1


Amara mencoba membuka matanya yang terasa berat karena masih mengantuk


"Kamu sudah pulang mas.?".


"Sudah mas baru saja pulang kamu sakit? Itu ada obat disamping tempat tidur..." kata Wisnu


terdengar khawatir


"Iya mas tadi kepala aku tiba-tiba sakit jadi sebelum pulang dari arisan aku ke klinik dulu" Amara dengan suaranya yang masih serak.


"Lalu kata dokter kamu sakit apa?" kata Wisnu.


"Aku tidak apa-apa mas, hanya kelelahan saja.. " kata Amara


"Maaf ya mas tadi tidak mangantar kamu ke klinik.. " Wisnu sembari memeluk Amara.


"Tidak apa-apa mas aku sudah merasa lebih baik sekarang.. " Amara memeluk Wisnu juga.


"Ya sudah mas buatkan kamu bubur dulu, Kamu tidur saja disini jangan kemana-mana... " kata Wisnu


"Jangan mas, Mas Wisnu pasti cape baru pulang kerja.. " tangan Amara menahan Wisnu.


"Tidak apa-apa sayang kamu tunggu sebentar ya... " Wisnu melepaskan tangan Amara perlahan.


.


.


Selain penyabar dan perhatian mas Wisnu pandai memasak juga aku sangat bersyukur, Walaupun aku dan dia di jodohkan oleh orang tua kami, Tapi aku di jodohkan dengan orang yang tepat aku takut mas Wisnu akan berubah jika tahu masalalu aku dan Rendi, aku takut mas Wisnu tidak bisa menerima masalaluku, Amara bergumam dengan diri sendiri.


.


.


.


.


Maaf baru bisa update lagi teman-teman semoga kalian suka terus dengan novel RAHASIA ini 😉

__ADS_1


__ADS_2