Rahasia

Rahasia
Bab 40: Rendi menyamar


__ADS_3

Baru saja Amara merasa lega karena masalahnya yang pertama sudah selesai dengan Rendi, Tapi sekarang muncul lagi masalah yang baru.


.


.


Di sepanjang perjalanan pulang Amara terus menangis dan dia tidak menyadari kalau Rendi mengikuti di belakang taksinya, Rendi khawatir karena setelah membayar administrasi Rendi melihat Amara menangis dan pergi dari rumah sakit itu menggunakan taksi tapi tidak bersama Wisnu.


.


.


.


"Kasihan sekali kamu nak sekian lama kamu di nantikan, Tapi setelah kamu hadir papah kamu malah meragukan kamu anaknya, Kamu tenang saja ada atau tidaknya papah bersama kita mamah akan menjaga kamu sampai kamu lahir dan sampai kamu tumbuh besar bahkan selamanya... " kata Amara berbicara sendiri sembari mengelus perutnya.


.


.


Tiba-tiba telepon genggam Amara berbunyi dan ternyata ada pesan dari Wisnu " walaupun anak itu belum jelas anak siapa, Tapi aku akan memenuhi kebutuhan kamu sampai nanti melahirkan."


"Apa kamu pikir aku akan bahagia mendapatkan pesan seperti ini mas, bagiku ini hanya semakin menambah luka di hati ini.. " kata Amara sembari menangis dia hanya melihat pesan dari Wisnu dan tidak membalas pesan itu.


.


.


.


Sesampainya di kontrakan Amara langsung tidur dan beristirahat dia merasakan tubuhnya sangat lelah di tambah kepalanya juga masih sedikit pusing.


.


.


Pagi harinya


.


.


"Kamu sudah sampai Amara... " sapa ibu Sri yang sedang membuka toko


"Iya sudah bu... " jawab Amara

__ADS_1


"Itu mata kamu sembab, Wajah kamu juga pucat apa kamu sakit..? " tanya ibu Sri


"Tidak apa-apa bu kemarin saya dari rumah sakit dan ternyata saya sedang hamil... " kata Amara sembari tersenyum


"Wah....Selamat ya Amara kamu akan menjadi seorang ibu kamu kerjanya pelan-pelan saja dan jangan mengangkat yang berat-berat dulu,Kalau kamu merasa cape istirahat jangan di paksakan untuk kerja.. " kata ibu Sri


"Iya ibu Sri terimakasih atas pengertiannya..." kata Amara


"Lalu apakah kamu sudah memberitahu suami kamu soal kehamilan kamu ini? Pasti dia akan senang.."


"Sudah bu, Tapi sayangnya dia tidak senang dengan berita ini... " raut wajah Amara langsung berubah


"Aneh sekali suami kamu itu mendengar kabar istrinya hamil malah tidak senang... " Ibu Sri bingung


"Emmm ya sudah bu lain kali saya cerita saya permisi masuk ke gudang dulu mau menyimpan tas lalu segera mulai bekerja..." kata Amara sembari masuk.


.


.


.


Walaupun masalah datang terus menerus, Tapi Amara seperti memiliki harapan dan kekuatan baru dari kehamilannya, Amara memang merasa sedikit pusing dan mual tapi hal itu dia nikmati karena kata ibu Sri wanita yang masih di awal kehamilan wajar merasakan hal seperti yang Amara alami.


.


.


"Allhamdulilah aku bersyukur kamu sudah mendapatkan kerja lagi mas..." kata Amara sembari tersenyum menatap telepon genggamnya, Tapi Amara masih enggan untuk membalas pesan dari Wisnu, Dia ingin benar-benar berdamai dulu dengan keadaannya yang sekarang.


.


.


.


Di sisi lain tempat kerja baru Wisnu ternyata adalah cabang perusahaan Rendi, Wisnu tidak mengetahui kalau itu adalah cabang perusahaan Rendi karena sebelumnya Rendi sudah menyuruh semua karyawan,Dan orang yang memegang jabatan di sana untuk tidak memberitahu Wisnu jika Rendi adalah pemilik perusahaan itu.


.


.


.


Akhirnya waktu jam istirahat Amara meminta izin pada ibu Sri untuk makan di luar.

__ADS_1


"Saya mau cari makan dulu ya bu..! " kata Amara


"Mau ibu temani tidak..? " tanya ibu Sri


"Tidak perlu nanti kalau ibu ikut tidak ada yang jaga toko.. " kata Amara


"Iya sudah hati-hati ya... " kata ibu Sri.


.


.


.


Tidak jauh dari toko Amara menemukan rumah makan sederhana.


.


.


"Permisi ibu saya mau makan, Lauknya sama ikan goreng sama sayur sop terus telur dadarnya satu..." kata Amara sembari menunjuk menu pilihannya.


Saat Amara duduk di kursi panjang di sampingnya ada seorang lelaki duduk yang seperti tidak asing untuknya, Tapi Amara tidak menghiraukannya.


Padahal orang yang duduk di samping Amara adalah Rendi, Dia menyamar agar bisa melihat Amara dari dekat dan duduk di dekatnya.


.


.


.


Sudah lama sekali aku tidak duduk di samping kamu seperti ini Mara, Makan berdua bersama kamu rasanya sangat berbeda walaupun di tempat sederhana aku ingin kebersamaan ini tidak cepat berlalu kamu mungkin tidak menyadari kalau ini adalah aku, Tapi aku berjanji akan selalu berusaha ada untuk kamu, Kata Rendi di dalam hati sembari sesekali menengok ke arah Amara yang begitu lahap makan siang.


.


.


.


.


.


Selamat membaca 😉

__ADS_1


__ADS_2