Rahasia

Rahasia
Bab 41:Amara Ngidam


__ADS_3

Amara makan siang dengan lahap tanpa menyadari bahwa orang yang duduk di sampingnya adalah Rendi, Setelah selesai makan tiba-tiba Amara ngidam ingin buah mangga muda.


"Emmm ibu saya sudah selesai makan ini uangnya.." kata Amara sembari memberikan sejumlah uang


"Baik mbak sebentar kembaliannya... " jawab ibu penjaga rumah makan sederhana itu


"Maaf ibu saya mau tanya di daerah dekat sini ada yang jualan mangga muda tidak ya..?" tanya Amara


"Kalau daerah dekat sini tidak ada mbak, Yang saya tahu ada yang berjualan buah di dekat masjid sana, Tapi saya tidak yakin ada mangga muda atau tidak disana dan kalau mbak mau kesana harus naik ojek soalnya lumayan jauh kalau jalan kaki..." kata ibu itu sembari memberikan uang kembalian Amara


"Saya bisa....Ehem maksud saya kalau mbaknya mau saya bisa antar... " Rendi langsung menyamarkan suaranya dan berbicara dengan logat jawa.


"Memangnya mas ini tukang ojek...?" tanya Amara


"Iya mbak... " jawab Rendi yang sedang menyamar.


"Tapi mana motornya? Di luar tadi saya tidak melihat ada sepeda motor...? " tanya Amara


"Saya juga tadi perasaan lihat mas ini keluar dari mobil bukan naik sepeda motor ke sini.. !" ibu penjaga rumah makan sederhana ikut berbicara.


"Wah ibu ini bisa saja kalau saya punya mobil saya tidak akan jadi tukang ojek ibu ini aneh sekali, Orang saya kesini tadi di antar teman saya naik sepeda motor sepertinya ibu ini salah lihat.. " Rendi sembari tertawa untuk menutupi gugupnya


"Emmm iya mungkin ya saya salah...." ibu itu malah bingung sendiri


"Terus dimana sepeda motornya...?" tanya Amara


"Itu... Emmmm....Anu sepeda motor saya di pinjam teman saya tadi, Sebentar saya telepon dulu orangnya... " Rendi keluar dari rumah makan sederhana itu.


.


.


.


"Halo,Saya mau kamu cari tukang ojek beli motor serta helmnya berapapun harganya saya tidak peduli kamu berikan saja uangnya, Dan saya mau kamu antarkan motornya 5 menit lagi kesini laksanakan sekarang juga..." Rendi menelpon supirnya dengan suara berbisik yang berada di sebrang rumah makan sederhana itu.


"Baik pak... " jawab supir Rendi


.


.


Sekitar sepuluh menit berlalu...


.

__ADS_1


.


Dit... Dit.. Dit suara klakson motor


"Itu teman saya sudah sampai mbak mari saya antar mbak membeli buah..." kata Rendi pada Amara


Rendi dan Amara keluar menghampiri orang yang membawa motor.


"Kalau kamu antar saya, Lalu teman kamu ini bagaimana...?" tanya Amara


"Tidak apa-apa mbak rumah saya tidak terlalu jauh dari sini... " jawab orang suruhan Rendi


.


.


Amara dan Rendi akhirnya pergi ketempat yang di maksud ibu penjaga rumah makan sederhana tadi, Dan saat sampai tujuan syukurlah ternyata disana ada mangga muda yang di inginkan Amara.


.


.


Penyamaran Rendi berhasil dengan logat jawa dan sedikit mengubah penampilan Amara tidak mengenalinya sama sekali.


.


.


.


.


.


Melihat Amara tersenyum dan begitu ramah pada Rendi itulah memang yang di inginkannya, "Sudah lama sekali rasanya aku tidak melihat senyum kamu ini Mara, Senyum yang dulu setiap hari bisa aku lihat sekarang sangat sulit aku dapat karena kesalahan bodoh aku di masalalu" Gumam Rendi dalam hati.


.


.


Rendi mengantarkan Amara ke toko ibu Sri


.


.

__ADS_1


"Terimakasih mas ini uang ongkosnya..." Amara memberikan uang dua puluh ribu, Tapi Rendi diam karena tersipu memperhatikan Amara.


"Kenapa mas uangnya kurang ya..?" tanya Amara


"Ehh...Emmm tidak mbak ini cukup terimakasih..." jawab Rendi sembari mengambil uang dari Amara


"Iya sama-sama saya juga terimakasih ya mas.. " kata Amara sembari masuk ke dalam toko ibu Sri


.


.


.


Saat Rendi masih memperhatikan Amara tiba-tiba telepon genggamnya berbunyi dan ternyata dia harus kembali ke kantor, Rendi langsung menelpon supirnya untuk bertemu lagi di tempat rumah makan tadi.


.


.


Rendi sampai...


.


.


"Ini kamu bawa motornya biarkan saya yang menyetir sendiri... " kata Rendi


"Baik pak saya akan langsung antarkan ke rumah bapak.. " jawab pak supir


"Jangan... Kamu jangan bawa motor ini ke rumah nanti Ratih bisa curiga.. " kata Rendi


"Lalu motornya saya bawa kemana pak..?"tanya supir


"Emmm motornya untuk kamu saja jadi terserah akan kamu bawa kemana... " jawab Rendi


"Tapi ini tadi saya beli harganya seratus juta pak, Apa benar ini untuk saya...?" pak supir terkejut


"Saya sudah bilang tadi berapapun harganya saya tidak peduli, Dan sekarang saya tidak membutuhkan motor itu lagi jadi ambil saja untuk bapak..." kata Rendi sembari masuk kedalam mobil lalu pergi meninggalkan supirnya yang terkejut sekaligus bahagia karena di beri sepeda motor oleh Rendi.


.


.


.

__ADS_1


.


Selamat membaca 😉


__ADS_2