
"kamu cinta sama aku?"
tangan cowok yang bertato naga itu pun menyentuh kedua pipi pacarnya yang masih tiduran lemas ditempat tidur. dia tau, kenapa bisa-bisanya pacarnya bermain hujan-hujanan saat dia tidak berada dirumah. dan sekarang? pacarnya demam tinggi.
"ya, aku cinta sama kamu"
cewek itu hanya tertawa kecil dan mencoba untuk duduk supaya bisa menatap wajah cowok tampan itu. tiba-tiba, bel dirumah pun berbunyi. cowok itu segera membukakan pintu, dan terlihat wanita paruh baya yang mengenakan baju kantoran dan sepatu hak tinggi maroon. wanita itu langsung mendorong cowok itu dan menuju ke kamar putrinya yang sedang sakit. cowok itu tau, jika hubungannya dengan pacarnya tidak direstui oleh kedua orang tua mereka. namun begitu, cowok itu tetap melawan dan akan selalu membahagiakan cewek yang sangat dia sayangi itu.
"mah, ayolah. aku ga mau dijodohin sama cowok lain. aku cinta sama Raka, bukan cowok lain".
wanita paruh baya itu tetap meyakinkan cewek itu untuk menurut padanya, tapi tiba-tiba Raka datang dan langsung menyela pembicaraan itu.
"maaf Tante, anak Tante sekarang sudah jadi milik saya seutuhnya".
wanita itu pun marah, justru putrinya pun menyuruh agar mamanya cepat pergi dan tidak usah menganggu hidupnya lagi.
"begini sikap kamu ke mama sekarang?"
walau mamanya itu telah menikah dengan papanya, mamanya itu hanya mama tirinya saja. mamanya yang sebenarnya sudah meninggal 1 tahun yang lalu. dan juga, mamanya dulu merestui hubungan mereka berdua.
"mama hanya mama tiri aku! jadi sekarang mama pergi dari sini!" bentak cewek itu.
wanita paruh baya itu pun kesal dan berucap bahwa cewek itu bukan anaknya lagi. dan darimana cewek itu akan meneruskan hidupnya? tenang, harta kekayaan sudah dipindah di cewek itu dan sudah menjadi miliknya seutuhnya.
"Raka, aku takut" ucap cewek itu.
"Don't be afraid honey, I'm here"
Raka pun membujuk kembali pacarnya itu untuk pergi ke dokter. tapi, lagi-lagi cewek itu pun menolak dengan lembut. tapi Raka tidak putus asa, dia tetap membujuk pacarnya itu dan akhirnya setelah lama membujuk, akhirnya pacarnya mau pergi ke dokter.
At the Hospital
"bagaimana keadaan Caca pacar saya?" tanya Raka tenang, padahal di hati jantungnya sudah jedag-jedug tidak karuan.
"Alhamdulillah, demamnya sudah mulai turun. sebentar saya buat resep obatnya ya"
dokter itu pun pergi meninggalkan mereka berdua di ruangan.
"apa nanti aku disuntik?" tanya Caca.
"suntik? ga sayang, cuma obat bubuk kok"
"tapi, kadang orang demam itu harus disuntik"
"mau disuntik?" tanya Raka pelan.
"ga, ga mau"
dokter pun membawa kembali obat itu dan memberitahu jika obat ini harus diminum setelah makan pagi,siang, dan malam.
"baik dok, terima kasih" ucap Raka sambil mengambil obat itu.
mereka pun keluar dari ruangan dan tak sengaja Raka menabrak seorang ibu-ibu yang kira-kira umurnya sudah 35 tahunan.
"maaf nak, saya buru-buru"
ibu-ibu itu langsung pergi begitu saja, tanpa melihat muka siapa yang menabraknya. Raka tidak peduli lalu pulang supaya Caca bisa beristirahat.
"pak supir, ayo"
dalam perjalanan seperti biasa, Caca mengantuk lalu tidur begitu saja. Raka yang melihatnya mengambil selimut yang ada disampingnya lalu menyelimutkannya ke Caca lalu memeluknya erat.
"cepat sembuh baby" batinnya.
At the Home
Raka menggendong Caca sampai ke kamar dan membiarkannya tertidur pulas, dan ketika akan makan, dia bisa membangunkannya. terdengar suara motor dari depan rumah dan ternyata itu teman se gengnya bernama Jack.
"Raka" panggilnya.
"paan?" jawab Raka judes sambil meminum air putih.
"lu besok ada waktu ga?" tanya Jack.
"kenapa emang?" tanya Raka.
"ada yang ngajakkin lu duel balapan"
"balapan? geng mana?"
"katanya si 2 geng"
"iya, namanya?"
"graventas, sama all star"
Raka tersenyum menyeringai dan menganggap mereka semua itu bukan tandingannya. Raka juga mengatakan mereka akan kalah lagi jika berduel dengannya.
__ADS_1
"tapi Raka, kalo lu ga ikut. geng kita bakal dianggep lemah".
"kenapa ga anak-anak lain aja si?! kenapa harus gua? lu ga tau, gua ngurusin cewe gua! dia sakit"
"gue tau Raka, tapi ini khusus ketua geng"
amarah Raka hilang seketika ketika dia mendengar jika perlombaan ini khusus ketua geng. dia bingung harus bagaimana.
"ikut balapan? atau ngurusin dia?" batinnya bingung.
Raka menaruh gelas kaca itu dan dia akan ikut balapan itu. tapi, dia butuh seseorang buat jagain cewenya.
"lu telfon temennya bisa? telfon aja Bella" ucap Jack.
jika dipikir-pikir, Bella memang menjaga orang sakit dengan sangat ketat. apa dia meminta bantuan Bella saja? baiklah.
"hallo?, kenapa Raka?" tanya Bella.
"hallo bel, bel lu bisa jagain Caca ga? soalnya gua mo ikut balapan"
"aduh, maaf ya ka. aku ga bisa, sekarang aja aku ada di Singapura sama mama aku"
"hm oke deh gapapa kok"
"hm oke, dah"
Raka menutup kembali telfonnya.
"Bella ada di Singapura, jadi ga bisa"
"terus gimana?"
Raka terus memikirkan bagaimana dia bisa ikut lomba itu. jika dia ikut balapan itu, siapa yang akan jaga cewenya? tidak ada pembantu satu pun disini.
"kumpul dicafe Cemara, sekarang!"
Raka menemui Caca yang sekarang sudah bangun.
"hai baby? already up?" tanya Raka.
"hmm" jawab Caca sambil memegangi kepalanya.
Raka mencium dahi pacarnya itu lalu menyuruhnya untuk turun lalu makan siang.
"makan ya baby, abis itu minum obat"
Caca hanya mengangguk dan memakan yang ada didepannya. Raka yang memperhatikan Caca makan tersenyum sedikit.
"apa?" jawabnya sambil mengunyah daging ayam itu.
"besok kamu gapapa dirumah sendiri?"
"emang kamu mau kemana?"
"ada yang ngajakkin aku duel balapan, katanya khusus ketua geng. can i join the race dear?
Caca awalnya takut dirumah, tapi ketika dia mendengar balapan itu khusus ketua geng, akhirnya dia pun menyetujuinya.
"ah iya gapapa kok"
Raka melihat raut wajah pacarnya itu dan dia tau, pacarnya memang tidak mengizinkannya. tapi karena khusus ketua geng. makanya jadi diizinkan.
"sayang, aku tau kamu ga izinin aku kan? tapi karena khusus buat ketua. jadi kamu izinin"
"ah ga kok, aku emng izinin kamu. hati-hati ya"
Caca pun meninggalkan Raka sendirian dimeja makan. lalu pergi ke kamarnya sambil menangis.
"emang kayak gini ya? resiko jadi pacarnya ketua geng motor?". batinnya.
lalu ide gila terlintas di otak Caca.
"bagaimana jika aku memutuskan hubunganku dengannya? dengan begitu, dia akan bebas melalukan apapun yang dia mau"
tapi dia mengurungkan niatnya melakukan itu, karena sudah hampir setahun dia pacaran dengan Raka. rasanya sama saja, dia lebih mementingkan geng motornya dari pada Caca. dan ya, Caca selalu saja menjadi korban dari kekejaman musuhnya Raka.
"aku bosan, karena aku selalu jadi korban musuhnya Raka, ujung-ujungnya juga dia akan minta maaf" batinnya sedih.
Tomorrow is Sunday)
Raka sudah bersiap-siap untuk berangkat ke arena balapan. tapi dia tidak lupa untuk mengecek keadaan pacar kesayangannya itu. tampak dia masih tertidur pulas, mungkin karena dia makan terlalu banyak kemarin. Raka pun duduk di kasur lalu mengelus kepala pacarnya dengan lembut.
"maafin aku baby, aku pergi dulu ya. makanan udah ada dimeja, kamu makan yang banyak ya. jangan lupa minum obatnya. love you my baby"
Raka pun mengecup dahi Caca yang masi tertidur lalu meninggalkannya sendiri di kamar.
15 minutes later
__ADS_1
Caca terbangun dari tidurnya dan menyentuh dahinya, demamnya sudah turun. dia pun mencari Raka dikamarnya, tapi Raka tidak ada. dia mencari Raka ke seluruh penjuru ruangan tapi tidak ada tanda-tanda Raka disana. Caca pun bertanya kepada pak supir yang lagi makan nasi yang baru saja dia beli.
"pak supir, bapak tau dimana Raka?" tanya Caca kebingungan.
pak supir pun langsung berdiri lalu mengatakan kalau Raka pergi dari jam 7 pagi ntah kemana.
"tuan muda Raka pergi dari jam 7 pagi nona muda, tapi saya tidak tau tuan muda ingin pergi kemana. tapi tuang muda memakai baju seperti orang balapan nona muda"
Caca baru teringat ketika Raka bilang kalau Raka akan balapan hari Minggu. katanya pulang dia nanti sore. Caca berkesempatan untuk mengajak vio teman sekolahnya untuk pergi ke cafe coffy untuk membicarakan hal penting. Caca pun segera mandi dan berganti pakaian lalu menelfon vio untuk datang ke cafe coffy.
30 minutes later.
"Caca!"
suara teriakan itu membuat caca mencari asal sumber suara itu. dan ternyata vio yang duduk dipojokkan dengan sudahnya dia memesan susu kocok.
"ada apa ca? tumben nyuruh aku kesini?" tanya vio.
"emm, aku mau bicarain soal Raka"
"kenapa lagi? lebih mentingin geng motor kan dia?"
"hm, gitu lah"
Vio meletakkan ponselnya lalu menatap Caca dengan tatapan tajam.
" aku udah bilang dari dulu, resiko punya pacar geng motor mah gitu. kamu si ga dengerin aku".
"yaa, aku pikir. kalau pacaran sama anak ketua geng motor itu romantis, terus diperhatiin gitu"
"salah besar" timpal vio.
Caca pun meminta saran kepada vio, bagaimana caranya agar raka menjadi perhatian lagi kepadanya. tapi, pendapat vio malah membuat caca semakin bingung.
"putusin"
wait? putusin? yakali.
"a-apa? putus?" tanya Caca terbata-bata.
"iya putus, dari awal aku ga suka kamu pacaran sama Raka, ya karena dia ga cocok sama kamu. dia lebih mentingin geng nya? tinggalin aja".
dari dulu Raka benci kata-kata putus. kalau sampai Caca mengatakan putus, bisa-bisa Raka akan marah besar.
"tapi ini untuk kebaikanmu Caca, biarin dia bebas dan bermain sama dunianya sendiri. lagi pula masih banyak cowok yang suka sama kamu. good boy lagi. dari pada bad boy". jelas vio panjang lebar.
Caca kembali mempertimbangkan pendapat vio itu, Caca sudah berpacaran dengan Raka sudah hampir setahun. Caca ga mau ditinggal terus, tapi dia juga tidak ingin Raka sakit hati.
"mungkin, putus dengannya akan membuat hidupku jauh lebih tenang"
"keputusan ada ditanganmu, Caca" jelas vio.
15.00 pm
Caca masih menunggu Raka pulang dari perlombaan, tapi kan Raka itu pulangnya jam 5 sore.
"aku ga mau Raka sakit hati" batinnya
selang beberapa jam kemudian, Raka pun pulang dan melihat pacarnya yang menunggunya dengan tersenyum.
"gimana lombanya? seru ga?" tanya Caca girang, padahal:)
"seru banget baby, sekali lagi aku yang menang"
"ah gitu ya"
Raka melihat wajah pacarnya yang begitu lesu dan kurang bersemangat.
"baby, What is wrong with you? tell me, are you still sick?"
Caca menepis tangan Raka yang akan menyentuh dahinya.
"no, i'm okey Raka"
Raka pun memeluk pacarnya dengan sangat tulus.
"i love you baby, don't leave me. okai?"
"y-yes"
Caca masih bingung, dia harus putus dengan Raka atau tidak? tapi dia melihat Raka begitu sangat menyayanginya. dan seperti tidak ingin kehilangan.
"tapi keputusan aku udah bulat, aku akan putus sama Raka" batinnya sedih.
hello? Masi mau tau kelanjutannya? ramein ^^
rame \= tunggu kelanjutannya
__ADS_1
sepi \= takedown
have a nice day