
"ha? lu semua yakin gua make kemeja ginian?".
vano mengambil kemeja itu lalu menyuruh Raka untuk mencobanya terlebih dahulu. Raka pun pergi ke ruang ganti untuk mencoba kemeja itu.
"shit! ni kemeja ketat amat".
Raka melepas lagi kemeja itu lalu pergi keluar menghadap teman-temannya.
"kemejanya ketat banget anjrit! eh vano, lu milih ni kemeja?".
"hehe iya, gua yang milih tu kemeja".
"gila lu, ketat banget njing!".
"ya maap, gua kan ga tau ukurannya".
tiba-tiba, papa dari Caca pun datang dan memberi kan sebuah kemeja dan menyuruhnya untuk memakainya. .
"Mr Rizal?"
"Raka, here is the shirt I bought for you".
"Ah, thank you Mr. Rizal. I will wear this shirt."
Raka pergi ke ruang ganti dan mencoba kemeja itu. Raka melihat dirinya di cermin dan membayangkan bagaimana ketika dia akan bertunangan dengan Caca.
"I-I'll be engaged to him, don't be afraid Raka. You can do it" batin Raka sambil merapikan kemejanya itu.
Raka keluar dari ruang ganti dan teman-temannya ternganga melihat Raka memakai kemeja itu.
"hm, Raka this shirt fits your body very well".
Raka melepas lagi kemeja itu lalu menaruhnya di tas nya. papanya Caca pun izin pergi untuk menentukan tempat.
"gila si, Raka lu cakep banget sumpah". ucap rangga sambil menepuk pundak Raka.
"yah, gua tau. tapi, gua deg deg an banget".
"eh, lu jangan grogi. kita bakal bantuin lu kok".
Raka tersenyum lalu mengajak teman-temannya pergi ke cafe untuk mentraktir teman-temanya. langsung kuyy gas ngeng. saat mereka lagi santai-santainya makan, tiba-tiba datang Rey yang dulu pernah tawuran sama dia ketika dia masih kelas 1 SMA.
"ciee, yang mo tunangan nih".
Raka pun langsung badmood lalu melempar korek api didepan mukanya Rey dan membuat pipi Rey terbakar sedikit.
"argh! sialan lu, pipi gua sakit anjing!".
Raka hanya tertawa lalu mendorong Rey sampai terjatuh.
"gua lagi ga mau bikin keributan sama Lo di cafe ini, jadi gua males buat berantem sama lu".
Raka pergi dengan muka dinginnya dan dan diikuti teman-temannya dari belakang.
after 2 months
Caca semakin gugup karena resepsinya akan dilakukan 1 bulan lagi. tiba-tiba Raka datang dan memeluknya dari belakang.
"Raka?".
"baby, aku gugup banget. mana tinggal 1 bulan lagi".
__ADS_1
Caca memegang tangan Raka dan berkata jika kita akan melaluinya bersama-sama. Raka juga tersenyum lalu Raka memeluk Caca dengan tulus.
"baby, aku yakin. ga akan yang ada ganggu kita pas kita tunangan".
"iya Raka, hihi".
sementara ditempat lain, geng nya Rey sedang merencanakan sesuatu agar resepsi Raka dan Caca gagal.
"pokoknya, gua harus bikin resepsi mereka gagal! hahaha".
last day before engagement
Raka yang sedang ikut dengan papanya Caca ke tempat, melihat Caca yang sedang menata bunga bersama Kaka sepupunya.
"om, apa aku boleh kesana?". tanya raka.
"of course".
Raka pergi menuju ke pacarnya.
"baby" panggilnya.
Caca menoleh lalu meletakkan kembali bunga dimeja.
"kenapa Raka?". tanya Caca sambil mengelap keringatnya.
"kamu cape banget kan? istirahat dulu byy".
"Raka, aku cuma dikit aja kok bantuin Kaka".
tiba-tiba Kaka ponakan Caca datang dan menyuruh Caca untuk istirahat saja. lagian kakanya juga menyewa orang lain untuk membantu menata ini.
kakanya memegang kedua pundak Caca dan harus nurut kepada mamanya, karena besok sudah hari pertunangannya. Caca tidak punya pilihan lain dan menuruti saja apa kata kakanya itu. dia pun melepas sarung tangannya lalu pergi pulang kerumahnya. acara pertunangan itu diadakan di gedung mewah yang disewa papanya dengan harga 850 juta. mahal ya? maklum orkay.
"baby, aku izin bentar ya. mau ketemu sama temen-temen".
"iyaa".
Caca masuk ke dalam kamarnya dan melihat gaun yang berwarna merah dengan bunga yang ada dibagian belakangnya. gaun itu sudah dibeli oleh papanya Caca dengan harga 150 juta. Caca memegang gaun itu, dan membayangkan ketika dia memakai gaun itu dan bertunangan dengan Raka.
"deg deg an banget". batinnya.
Caca melihat jam di hp nya, sudah tertera jam 8 malam dan waktunya sekarang dia harus tidur. dia harus memasang jam di waktu jam 4 pagi. karena di jam itu dia sudah didandani.
"huft, aku harus berani besok".
at 4 am, in Caca's room.
Caca sedang memilih foundation yang aja dia pakai, dia memilih foundation yang mirip dengan warna kulitnya. dan juga meminta agar alisnya tidak terlalu tebal. lipstiknya juga.
"tinggal nunggu jam 7 pagi". batinnya.
akhirnya setelah make up, dia memakai dress nya dan terlihat Caca begitu sangat cantik. polesan make up yang tipis dan gaun yang merah menyala itu. membuatnya sangat cantik.
"mbak siap?". tanya mbak perias.
"iya mbak, aku siap".
Caca sudah ditunggu didepan dan mulai naik ke mobil. dan memandang keluar mobil. setelah beberapa menit, akhirnya Caca sampai di gedung. orang-orang yang melihatnya langsung terpana melihat kecantikan Caca. ada juga orang luar negeri yang di undang oleh papanya. papanya sangat takjub melihat putrinya yang sangat cantik. lalu, ada seorang pria berperawakan seperti seorang CEO.
"Sir , is this your son? She is very beautiful
__ADS_1
"Yes, he is my son."
lalu tiba-tiba anak dari pria tersebut datang dan menyapa Caca dengan logat Inggrisnya. anak itu bernama Jeje.
"hello? your name is caca? My name is Jeje".
"yes, my name is caca. hello jeje".
lalu Jeje pun mengajak Caca untuk melihat seseorang.
"You know, I just saw a guy. he is very handsome".
"ohya? who is that guy?". tanya Caca penasaran.
tiba-tiba Jeje menunjuk ke seorang cowok yang ternyata itu adalah Raka. Caca melihat Raka tanpa berkedip sekalipun. Raka sangat tampan dengan kemeja itu dan juga rambutnya yang acak-acakan. Raka juga melihat Caca dari kejauhan dan mereka melihat tanpa berkedip. Jeje pun mendorong Caca lalu Caca pun jatuh dipelukan Raka.
"baby? ini kamu?". tanya Raka.
"iya Raka".
Raka sangat terpana melihat penampilan caca dan juga make up nya yang tipis.
"baby, kamu cantik banget".
"cantik? padahal make up nya tipis loh".
"walaupun tipis, tetep cantik".
pandangan Raka pun tertuju kepada seorang cowok yang memanggil namanya dan juga Caca memakai mic. dia menyuruh Caca dan juga Raka untuk naik ke atas.
"Hurry up, I'll be waiting for you here." ucap Jeje.
Raka dan Caca pun naik ke atas sana lalu megucapkan janji mereka masing-masing. sementara diluar, terlihat Rey yang akan menghancurkan resepsi mereka. datang menyamar sebagai tamu luar negeri. dia menyelundup masuk sambil membawa pistol di kantongnya. lalu Raka mengalihkan pandangan ke arah cowok yang berada di sana. Raka menyadari jika itu adalah Rey, segera Rey turun dari atas dan langsung menahan tangan Rey itu. semua orang terkejut, dan Raka mengatakan jika Rey datang ke sini hanya untuk merusak resepsinya saja. semua orang panik, dan Raka berhasil memanggil beberapa teman-temannya untuk membawa Rey keluar dari tempat ini.
"lepasin gue!".
Raka yang melihat itu langsung kembali ke atas dan melanjutkan resepsi mereka. setelah resepsi selesai, Jeje menghampiri mereka dan menanyakan sesuatu.
"may I ask?" tanya Jeje.
"what are you asking?" tanya balik Raka.
"who was that guy? looks like he wants to ruin your reception".
"that guy? he's my enemy, so he's trying to ruin the show. so I kicked him out." jawab Raka.
Jeje hanya mengangguk lalu pergi ke papanya. Raka mengatakan sesuatu kepada Caca jika dia sangat mencintainya.
"Raka, bener sayang sama aku?" tanya Caca.
"banget baby!"
lalu Raka menggendongnya sampai turun dari atas.
"Raka, turunin! malu ishh".
Raka hanya tertawa lalu menurunkan Caca. acara itu sangat meriah dan tau cewek bernama dara? dia menyimpan dendam ke Caca. ingin tau apa yang akan dia lakukan?
hello? pengen tau kelanjutannya? jangan lupa vote
have a nice day^^
__ADS_1