RAKA

RAKA
eps 2 Raka


__ADS_3

"Raka, kamu dimana?"


Caca meneriaki seluruh ruangan namun tidak ada jawaban. dia lalu mengecek ke bagian belakang rumah tapi dia hanya menemukan bibi Mira yang sedang menyiram tanaman. namun, Caca lebih memilih duduk di ayunan di taman samping rumah. namun, Caca masih memikirkan tentang perkataan vio kemarin. apa iya? Caca harus memutuskan hubungan dengan Raka? atau tetap bertahan dengan Raka yang lebih peduli dengan geng nya?.


"ah! aku bingung harus pilih yang mana!" teriak Caca sambil mengelap air matanya.


"bingung pilih apa baby?"


Caca terkejut bukan main dan dia segera mengelap air matanya.


"r-raka? ka-kamu sejak kapan disini?" tanya Caca tergagap.


Raka mendekati Caca namun Caca malah menjauh.


"baby, ada apa? kenapa ngejauh?"


Caca memalingkan wajah lalu pergi berlari menuju kamarnya, lalu menguncinya agar raka tidak bisa masuk.


"baby please, open the door. What is wrong with you baby?, open the door!"


"no!"


Raka semakin bingung apa yang sebenarnya terjadi. kenapa Caca malah menjauh darinya. Raka berusaha mendobrak pintu itu, dan akhirnya berhasil. dia melihat Caca sudah tertidur dengan pulas. walau Caca hanya berpura-pura tanpa disepengetahui oleh Raka, Raka hanya menatap wajah pacarnya itu dan mencium dahinya lalu menutup pintu kamar.


tomorrow morning


Caca terbangun dari tidurnya dan melihat dibawah ada Raka dan juga teman-temannya yang sepertinya merencanakan sesuatu.


"Raka?"


Raka menghadap ke ke pacarnya lalu mengucapkan sesuatu yang membuat caca terkejut. ternyata hari ini hari jadiannya dengan Raka 1 tahun!.


"happy anniversary yang ke satu tahun baby!"


Raka pun berteriak dan memeluk pacarnya itu dengan sangat tulus. dan juga memberikan bunga dan juga coklat.


"baby, aku hari ini seneng banget! masa iya kamu lupa, hari ini hari jadian kita yang ke satu tahun!" ucap Raka kegirangan.


Caca hanya tersenyum kecut, baru kali ini Caca melihat Raka sesenang ini. Caca menjadi tidak tega mengucapkan kata-kata yang dibenci Raka.


"sekarang, kita keluar. kita beli apapun yang kamu mau, ya!"


Caca melepaskan genggaman tangan dan menatap Raka dengan senyumannya yang begitu manis.


"kenapa baby? kamu seneng banget ya?" tanya Raka.


"Raka, maafin aku ya"


Raka bingung kenapa pacarnya minta maaf


"kenapa minta maaf baby? kamu kan ga salah apa-apa"


Caca memeluk Raka untuk terakhir kalinya lalu pelukan itu dibalas Raka dengan tulus.

__ADS_1


"aku mau, kita putus yah"


DEG!


bukan hanya Raka, tapi semua teman-temannya terkejut apa yang diucapkan oleh Caca. tapi, Raka menganggap itu hanya hal bercandaan.


"ahaha baby, kamu tu ngomong apa si? becanda kan? ahaha" .


Caca menolak pelukan Raka dan mengatakan jika dia serius ingin minta putus dengan Raka. Raka masih tidak percaya dan menganggap klo itu hanya bahan candaan. karena Caca udah ga kuat lagi, dia memeluk Raka dengan erat.


"Raka! aku serius! aku mau putus dari kamu. maafin aku" teriak Caca dengan derai air matanya.


dari situ teman-teman Raka mulai paham, dan meyakinkan Raka bahwa Caca memang ingin putus dengan Raka. senyum yang terpancar diwajah Raka seketika lenyap lalu menatap wajah pacarnya dengan tatapan tidak percaya.


"Raka, aku serius. maafin aku"


"p-putus? aku ga salah denger baby?"


"iya Raka, kamu ga salah denger"


Raka seperti tidak menyangka apa yang Caca katakan merupakan kata-kata yang memang membuat Raka marah.


"baby? salahku apa? apa aku kurang perhatian? kurang ganteng? kurang kaya? atau kurang apa? jawab baby!"


suara Raka mulai meninggi dan memegang kedua bahu berteriak sekali lagi kenapa Caca harus mengatakan putus.


"Raka! kamu ga kurang apapun, cuma aku pengen putus sama kamu karena kamu cuma peduli sama geng kamu doang!"


"sedikit? Raka! aku juga butuh perhatian dari kamu, setiap hari kamu cuma mentingin geng kamu, balapan, dan lainnya! aku cape Raka! cape!"


Raka hanya diam ditempat dan melihat di atas Caca sambil membawa tas koper yang berisi baju-bajunya. Raka yang melihat itu langsung menghentikan Caca untuk pergi dari rumahnya.


"baby! baby tunggu! jangan tinggalin aku!"


Raka terus-terusan berteriak dengan air matanya yang jatuh dengan deras.


"baby!"


Caca menghentikan langkahnya sejenak lalu menatap Raka dengan tatapan sedih. Raka pun memeluk untuk terakhir kalinya pacarnya itu.


"baby, kamu udah janji sama ku. kamu ga bakalan ninggalin aku kan? tapi kenapa sekarang kamu ingkar janji baby? aku udah sayang banget sama kamu. aku ga mau kehilangan kamu. aku janji, aku janji bakal ngasih perhatian lebih. tapi please, don't leave me! jangan tinggalin aku baby"


Raka tidak ingin melepas pelukannya walau Caca berusaha melepas pelukan itu, tapi Raka sama sekali tidak ingin melepas pelukan itu. Raka sangat menyayangi pacarnya, Raka pun sampai rela melakukan apapun demi Caca. tapi Caca tetap berusaha melepas pelukan itu. dan akhirnya, Caca mendorong Raka sampai Raka terjatuh.


"Raka, jauhin aku! kita ga ada hubungan apa-apa lagi, Raka!"


walau Caca berat mengatakan hal itu, tapi dia harus melakukannya. Caca pun masuk ke taksi lalu menyuruh pak supir untuk gas cepat.


"tunggu! baby! buka kaca pintu taksinya! baby please, forgive me! baby!"


Raka terus menerus mengejar taksi itu sampai akhirnya Raka pun terjatuh dan membuat tangannya lecet.


"Raka!" teriak teman-temannya.

__ADS_1


teman-temannya pun menyuruh Raka untuk tenang dan mengikhlaskan Caca untuk pergi.


"ga! ga bisa! gua ga mau kehilangan Caca!"


teman-temannya berusaha membuatnya tenang tapi tangisan Raka semakin menjadi-jadi.


"baby please, balik sini baby".


09.30 in Raka's room


Raka dari jam 7 pagi sampai sekarang masih memandangi pacar kesayangannya itu. dia masih berharap jika pacarnya akan kembali dan balikan dengannya. mungkin, hanya mimpi saja. dari pagi Raka pun tidak ingin memakan apapun. dia hanya ingin makan ketika Caca pacarnya menyuapinya.


"Raka, ayolah makan. lu pasti laper kan? gausah lu tahan. yang ada ntar lu malah sakit ka" ucap Devin sahabat dekatnya.


"pergi dari kamar gua, pergi!"


Devin sangat khawatir dengan keadaan Raka karena dari pagi dia belum makan dan meminum apapun itu. Raka terus-terusan memandangi foto Caca dengan mukanya yang baby face.


"maafin aku baby, aku mohon balik"


Raka's house


Raka membuka selimutnya lalu melihat jam disampingnya tertera sudah jam setengah 7 pagi. Raka membanting jam itu karena suara jam itu sangat berisik. lalu dia terbangun dan mandi dan juga sarapan. dia dirumah hanya sendirian. tidak ada pembantu, ataupun pacarnya. setelah selesai makan, Raka berjalan ke arah bagasi untuk mengambil motornya lalu berangkat dengan wajah lesu.


At the Scholl


Raka duduk dikursi kelasnya dengan lesu dan sama sekali tidak bersemangat untuk melakukan kegiatan di sekolahnya. setiap Raka disuruh menjawab pertanyaan guru, Raka selalu salah menjawab dan akhirnya dia dihukum berdiri didepan kelas. Raka melakukan hukuman itu dengan muka dinginnya. berdiri sambil mengisap Vape favoritnya. setelah 4 jam akhirnya para murid pergi ke kantin karena ingin mengisi perut mereka yang kelaparan. Raka pun dihampiri teman sekelasnya dan membicarakan tentangnya, baru kali ini Raka salah menjawab pertanyaan guru.


"bodoamat gua" singkat Raka.


sekali-lagi Raka melihat Caca yang sedang bersama temannya vio menuju ke kantin. Raka segera pergi menghampiri kekasihnya itu. Caca terkejut melihat Raka yang tiba-tiba saja memeluknya. dan pas sekali disekitar mereka sepi jadi tidak ada orang.


"Raka, lepasin"


Raka melepas pelukan itu dan memohon kepada Caca supaya dia mau balikan sama Raka. tapi Caca menolak ajakan itu secara mentah-mentah. dia tidak peduli lagi dengan Raka. mau dia cari cewe lain ataupun itu, Caca sama sekali tidak peduli lagi. bagi Caca, Raka hanya mantan.


"Raka, kita ga ada hubungan apa-apa lagi. jadi stop ngejar-ngejar aku"


Caca pun pergi bersama vio lalu Raka berteriak dia akan berusaha melakukan apa saja supaya Caca mau balikan dengannya.


"aku bakal ngelakuin apapun! sampai kamu mau balikan sama aku baby!"


Caca yang melihatnya merasa sangat kasihan dengan Raka. tapi, keputusannya yang putus sama Raka sudah bulat. ketika Raka menyebut bahwa Caca adalah kesayangannya, air mata caca tidak bisa dibendung lagi. dia sangat merindukan Raka, lantas dia pun berlari menjauhi Raka. Caca berhenti di lorong sekolah sambil menangis sesenggukan. vio sudah menenangkan Caca tapi tidak berhasil. Caca sangat rindu sama Raka.


"ga vio ga, aku ga bisa nahan air mata ini. aku kangen banget sama Raka! tapi, keputusan aku udah bulet putus sama Raka."


tangisan Caca semakin menjadi-jadi karena dia sangat merindukan sosok Raka yang selalu memanjakannya. tapi, hanya karena kepedulian yang sedikit. akhirnya hubungan mereka berakhir.


"hubungan mereka berakhir? pfftt baguslah"


hello? mau tau kelanjutannya? vote dulu yuk, ntar gua bikin kelanjutannya^^ pengen tau siapa cewe yang itu? vote ya


have a nice day, byebye

__ADS_1


__ADS_2