RAKA

RAKA
eps 3 Raka


__ADS_3

"hai"


sapaan itu membuat Raka mendongakkan kepalanya dan terlihat cewek berambut sebahu berwarna maroon dan juga polesan make up tipis diwajahnya. Raka mulai ilfil dengan cewek yang didepannya ini. '


"hm?" jawab Raka cuek.


"kenalin, namaku dara. kamu Raka ya?" tanyanya.


Raka hanya acuh tak acuh terhadap cewek yang ada didepannya. dia mengambil minuman Starbucks nya lalu pergi meninggalkan cewek itu di di tangga sendirian.


"ishh cuek banget si dia, kek nya Masi gamon sama mantannya" batinnya.


Raka tau, cewek itu hanya mendekatinya karena ingin pacaran dengannya. tapi, Raka tidak akan mau berpacaran dengan cewek genit seperti dia. hati dia tetap untuk Caca. bukan yang lain. Raka Masi melihat jika cewe itu masih mengikutinya.


"lu bisa kan? gausah ngikutin gua! ga ada kerjaan amat"


sementara disisi lainnya, terlihat vio, Sarah, Caca sedang ada di kantin lalu ngomongin sesuatu.


"kamu yakin balikan sama dia?" tanya Sarah sambil menyeruput es milonya.


"keputusan si ada ditangan kamu, aku ga bisa ngelarang kamu si" timpal vio.


Caca masih berpikir apa dia akan balikan dengan Raka? lagi pula dia sangat merindukan Raka. dan dia yakin, Raka juga rindu dengannya.


"iya, aku yakin bakalan balikan sama dia"


vio dan Sarah pun hanya menggeleng saja, lalu melanjutkan makan makanannya. setelah mereka selesai makan, Sarah menyuruh Caca untuk memberikan bunga ke Raka. dan sangat kebetulan sekali Raka suka bunga mawar. Caca tersenyum lalu menghampiri Raka yang ada di lapangan basket. cewek yang bernama dara tadi Masi mengejar Raka. karena dara yang menyadari bahwa Caca akan akan memberikan bunga, dara segera mencium Raka dan itu membuat Raka terkejut. sekaligus teman-temannya.


"Raka aku-"


seketika omongan Caca terhenti ketika melihat Raka sudah mempunyai cewe lain. padahal perasaan itu masih ada.


"oh, kamu udah ada penggantinya? padahal aku mo balikan sama kamu, Raka"


Raka yang melihat itu langsung menjelaskan jika secara tiba-tiba dara menariknya dan langsung menciumnya.


"emang bener ya, katanya vio. kamu emang bukan cowo baik-baik. Playboy lagi"


Caca membuang bunga itu tepat didepan muka Raka lalu meninggalkannya. Raka pun mengambil bunga itu lalu mengejar Caca yang akan masuk ke kelasnya.


"baby, wait"


Raka menggenggam tangan Caca erat sehingga Caca tidak bisa melepaskan genggaman itu. justru, Raka malah memeluknya lalu bilang, jika itu hanya salah faham.


"salah faham? kek nya engga tuh, emang bener kan kamu pacaran sama dia"


"baby please, aku aja baru kenal sama dia. aku udh berusaha agar dia ngejauhin aku. tapi dia keras kepala baby, please. aku ga tau kalau kamu pengen balikan sama aku"

__ADS_1


Caca hanya menatap kebawah dan meminta Raka untuk memberinya waktu untuk berpikir.


"iya baby, aku tau itu. aku bakal sabar kok nungguin kamu"


lalu Caca pergi begitu saja meninggalkan Raka yang air matanya mulai turun karena kesempatannya balikan dengan Caca telah hilang.


"cewe itu! lu bener-bener ngebuat kesempatan gue ilang anjing!"


Raka kembali lagi ke lapangan basket itu lalu mendorong dara sampai tangannya lecet.


"aww" ringisnya.


"kenapa? sakit? rasain!"


dara yang berharap akan ditolong teman-temannya Raka, malah ditertawakan dan seperti direndahkan.


"makanya, jadi cewe jangan gatel. ahahaha" ucap devano sambil tertawa keras.


lalu diikuti tawa seluruh teman-temannya, dara yang melihat itu pun seketika malu lalu pergi. Raka pun juga ikut tertawa karena melihat cewek itu malu karena ulahnya sendiri. disisi lain, Caca sedang ditenangkan oleh vio karena kejadian tadi.


"itu tadi bener ga si?"


Caca masih memikirkan apakah benar cewe yang tadi pacar barunya Raka? atau cewek itu gatel sama Raka?. aishh, cari tau aja Napa. Caca pun pergi ke kantin sendirian untuk membeli roti keju yang dia sukai. dan dia juga melihat Raka sendirian juga sedang memesan jus alpukat. Caca ingin segera pergi namun, langkahnya dihentikan oleh Raka.


"apalagi Raka? jangan gangguin aku"


Caca berusaha pergi tapi Raka menghalangi Caca untuk pergi. akhirnya, Caca pun mengalah dan bertanya apa maunya Raka.


Caca agak tertegun mendengar permintaan Raka. tapi, Caca masih perlu waktu buat mikirin ini. takutnya, ketika dia balikan. sifat Raka akan masih tetap sama.


"aku takut, sikap kamu nanti Masi tetap sama kek dulu"


Raka memegang kedua tangan mantannya itu.


"baby, aku janji. aku bakal ngasih ke kamu perhatian lebih. aku bakalan bagi waktu aku buat kamu".


Caca tidak terlalu percaya dengan janji yang dibuat oleh Raka. tapi, jika dilihat Raka memang tulus ingin memperbaiki sikapnya.


"Raka, biarin aku buat mikir dulu"


Caca pun pergi dari kantin lalu menuju ke kelasnya.


Raka mengambil jus alpukat itu lalu membuangnya ke tong sampah. dia menjadi tidak selera untuk meminum jus itu. lalu dia juga kembali ke kelasnya.


Caca's House


Caca masih memikirkan kapan dia akan balikan sama Raka. dia takut sifat Raka tidak akan berubah. tapi, perasaannya pada Raka masih belum hilang. dia masih merindukan pelukan hangat Raka.

__ADS_1


"aku bakalan balikan sama Raka". jelas Caca sendiri.


Caca pun berganti baju dan akan pergi ke rumah Raka untuk meminta balikan dengannya. setelah berganti baju, dia menunggu taksi yang akan menjemputnya. setelah 5 menit menunggu akhirnya taksi pun sampai.


20 minutes later


Caca akhirnya sampai dirumah Raka, dan terlihat Raka Masi memandangi fotonya sambil berkata kapan kita balikan. Caca masih malu untuk balikan dengan Raka. tapi tiba-tiba...


krek..


caca menginjak sebuah botol plastik yang membuat Raka tersadar jika ada orang dirumahnya. setelah dia melihat orang itu..


"baby?"


Caca langsung pergi tapi langsung ditahan oleh Raka.


"baby? kamu ngapain kesini?" tanya Raka pelan.


Caca masih ragu untuk mengungkapkan balikannya dengan Raka tapi, malah Raka duluan yang meminta balikan kepada Caca.


"baby, aku pengen balikan".


"rak, aku takut sikap kamu bakalan tetep sama kayak dulu"


"baby, aku janji. aku bakalan ubah sikap aku. aku janji"


karena wajah Raka yang sangat memohon agar minta balikan, akhirnya Caca menyetujuinya dan itu membuat Raka sangat senang. Raka memeluk Caca dengan sangat erat. lalu Caca membawa bajunya, untuk tinggal bersama Raka lagi.


Caca's bedroom


Caca yang sudah mengganti bajunya, tiba-tiba datang Raka yang hanya memakai celana panjang tanpa memakai apapun di badannya. Caca yang melihat itu langsung wajahnya memerah.


"raka! mana baju kamu?!".


bukannya menjauh, Raka malah mendorong tubuh Caca sampai terhentak tembok. kedua tangan Caca pun ditahan oleh Raka.


"Raka, kamu mau apa?" tanya Caca lembut.


tapi tiba-tiba, bibir Raka bersentuhan dengan bibir Caca yang membuat caca terkejut. Raka terus ******* bibir Caca yang mungil itu, sampai membuat caca kesulitan bernafas.


"r-raka, stop"


Raka tidak menghentikan itu, melainkan meneruskannya dan ********** lebih dalam lagi. caca yang tidak bisa berbuat apa-apa, pasrah begitu saja.


"hihi, aku kembali ke kamar dulu ya baby" ucap Raka sambil menciumnya lagi. setelah itu pun dia pergi.


"a-apa yang barusan dia lakuin? dia ngebuat aku ga bisa nafas. dia ********** sangat dalam. argh! dasar Raka!" batin Caca kesal.

__ADS_1


hello? masih mau kelanjutannya? vote dulu dong, biar gue semangat.


hihi, have a nice day. byebye


__ADS_2