RAKA

RAKA
eps 7 Raka


__ADS_3

Raka masih menunggu jawaban dokter itu. Raka semakin marah sampai menarik baju dokter itu sampai-sampai harus ada 2 dokter yang menenangkan Raka.


"Raka, tenang. gue yakin pasti Caca gapapa kok".


dokter berkata jika, akibat dari benturan yang sangat keras itu, membuat pasien tidak bisa bertahan lagi. bisa dibilang, sudah meninggal.


DEG!


Raka terdiam sejenak lalu tertawa.


"dokter jangan bercanda, mau kah saya hajar?".


dokter meyakinkan Raka jika kekasihnya memang sudah tiada. Raka menurunkan tangannya lalu air matanya kembali turun dengan deras dan langsung masuk ke dalam ruangan kekasihnya.


"baby?".


Raka membuka penutup itu, dan terlihat jelas jika itu memang pacarnya. Raka menundukkan kepala dan memeluk tubuh pacarnya yang sudah dingin itu.


"baby? ini ga bener kan?. aku ga suka candaan kamu by. bangun ya sayang, aku nungguin loh".


tidak ada jawaban, dan Justin juga turut menangis dan menyadarkan Raka jika kekasihnya memang sudah tiada.


"argh!! kenapa! kenapa harus ninggalin aku! kenapa secepet ini sayang! kenapa!".


Raka memukul tembok yang ada di belakangnya sampai benar-benar hancur sedikit.


"gua gagal jagain dia Justin! gua gagal!".


Justin memeluk Raka dengan sangat erat lalu menyuruhnya untuk sabar dan mengikhlaskan kepergian Caca.


"ga Justin! Caca masih hidup! dia udah janji ga bakalan ninggalin gua, tapi kenapa sekarang dia ingkar janji. dia masih hidup kan Justin?".


Justin memukul Raka dibagian rahangnya dan menarik kedua bajunya.


"sadar anjing! cewe Lo udah ga ada! gua juga sedih ngeliat lu kayak gini Raka! gua bilang ikhlasin dia bego!".


Justin melepaskan kedua tangannya dari baju Raka lalu memeluknya dan pecah tangisan Raka. dia sudah kehilangan orang tuanya, sekarang dia harus kehilangan orang yang paling dia sayangi selama ini.


"sayang bangun sayang! jangan tinggalin aku!".


tangisan Raka pecah dan dia harus menerima kenyataan kalau kekasihnya memang sudah tiada. Raka pun memeluk pacarnya untuk terakhir kalinya.


"tenang disana ya sayang, aku sayang banget sama kamu".


Raka mengecup dahi kekasihnya itu lalu pergi meninggalkan ruangan, karena Caca akan dipindahkan ke ruangan jenazah. tapi, keajaiban terjadi!. jantung Caca kembali berdetak lalu suster itu pun memanggil dokter untuk pergi ke ruangannya Caca. Raka yang ingin tau apa yang sebenarnya terjadi, dilarang oleh suster untuk memasuki ruangan.


"Justin, cewe gua kenapa? apa yang terjadi?".


Justin juga kebingungan apa yang sedang terjadi. Justin menyuruh Raka untuk duduk di kursi besi untuk menunggu jawaban dari dokter.


1 p.m. at the hospital


Justin melihat Raka yang sudah tertidur dipundaknya dengan adanya warna agak hitam dibawah matanya.


"gua bakal bangunin lu, pas dokter udah keluar". batin Justin.


setelah menunggu, dokter itu membangunkan Justin dan juga Raka yang masih tertidur lelap.


"nak bangun nak, pacar kamu masih hidup".


Justin terbangun lalu membangunkan Raka yang masih lelap tidurnya.


"Raka bangun! cewe lu masih hidup!".


Raka megucek kedua bola matanya dan bertanya apa yang terjadi.


"Raka, cewe lu masih hidup. detak jantungnya masih berdetak!".


Raka terkejut lalu tersenyum sangat senang dan pergi ke ruangan pacarnya untuk melihatnya. terlihat, diruangan itu tubuh Caca dikelilingi selang-selang yang Raka tidak tau namanya. Caca juga diberi selang ventilator juga. tau lah ya apa fungsinya.


"baby, bangun gih. aku kangen".


Raka memeluk tubuh pacarnya yang masih terbalut baju hijau rumah sakit. Justin pun beristirahat di sofa yang letaknya tak jauh dari mereka. Raka masih terus-terusan memohon agar pacarnya mau bangun. tapi, tidak ada respon karena pacarnya mengalami koma. Raka mengambil kursi yang ada dibelakangnya lalu duduk disitu sambil memegang tangan pacarnya yang masih di infus.


"ngantuk bgt gue". batinnya.


Raka pun tertidur lagi dengan memegang tangan pacarnya itu.


7:30 am, at the hospital


"Raka, lu kaga sekolah?".


"ga, gua mau nemenin dia disini".


"tapi, kalo lu terus-terusan nemenin dia terus kaga sekolah, lu bisa kena skors sama poin".


Raka memikirkan perkataan Justin. apa yang Justin bilang memang benar. tapi jika dia sekolah, siapa yang akan menjaga pacarnya. lalu, Raka berniat untuk menyewa pembantu untuk menemani pacarnya itu.

__ADS_1


"gua bakal sewa pembantu".


"lu yakin?". tanya Justin sambil memakai jaketnya.


"gua yakin, bakal cari pembantu yang jujur".


lalu Justin pun pamit untuk pulang, sementara Raka hari ini tidak mau sekolah dan tetap ingin menunggu pacarnya bangun. Raka menunggu sampai berjam-jam namun, pacarnya masih belum sadar juga. Raka memilih untuk keluar dan jalan-jalan saja. ketika ditaman, Raka bertemu dengan Bu Yanti dan juga pak Burhan. Raka langsung terkejut dan akan berlari, tapi dia dihentikan oleh 2 guru itu.


"Raka! sini kamu". teriak pak Burhan.


Raka tidak punya pilihan lain lalu menghadap kedua guru itu dengan menunduk.


"kamu kenapa hari ini tidak masuk sekolah ha?! jawab ibu".


"itu Bu, pacar saya lagi dirawat dirumah sakit. dia koma, jadi saya harus menemani dia". jelas Raka.


tapi, Bu Yanti dan pak Burhan pun tidak setuju. Raka terkejut lalu mengerutkan alisnya. ketika mereka lagi berdiskusi, Raka langsung berlari secepat mungkin lalu bersembunyi di belakang rumah seseorang.


"huft, untuk aja gua ga ketahuan. bisa-bisa gue kena skors kalo kek gini". batinnya.


Raka melanjutkan pergi jalan-jalannya dengan memakai masker, supaya tidak ada yang tau. setelah 2 jam dia jalan-jalan, dia kembali ke rumah sakit dengan muka dinginnya. tapi saat dia masuk ke ruangan Caca, dia terkejut sekali. cewek yang memakai pakaian hijau itu berdiri tepat didepannya sambil membawa gelas air putih. cewek itu tersenyum dan berterima kasih kepada Raka karena rela tidak sekolah demi menjaganya. Raka mengucek matanya sekali lagi, dan memang benar! pacarnya sudah sadar dan kini tampak sehat. walau masih ada infus dan juga kepalanya yang masih dibalut perban.


"baby? kamu, kamu udah sadar? a-aku ga salah liat kan?".


Caca hanya tersenyum lalu meletakkan gelas itu, dan merentangkan tangannya agar Raka memeluknya. Raka yang tidak bisa menahan air matanya langsung memeluk pacar tercintanya itu dengan pelukan yang sangat erat. Caca juga membalas pelukan itu dengan tulus.


"a-aku bener kan? ini kamu udah sadar?".


"raka, aku udah sadar".


Raka kembali memeluknya dengan erat lalu mencium tepat di dahi pacarnya itu. Raka sangat menunggu pacarnya kembali sehat. dan ternyata, ketika dia pulang dari jalan-jalannya ternyata pacarnya sudah sehat.


"ta-tapi kenapa kamu bisa berdiri?". tanya Raka.


"ya bisa dong, hehe".


Raka mencubit pipi pacarnya itu lalu tertawa dengan puasnya. Justin kembali ke rumah sakit dan kaget ketika melihat Caca sudah sadar dan sekarang mereka bercanda.


"Caca?".


Caca menoleh lalu tersenyum kepada Justin.


"akhirnya lu sadar juga ca".


lalu Justin memeluk Caca dengan dibalasnya Caca dengan tulus.


Justin langsung tersenyum tertekan dan lupa jika ada Raka.


"dia cewe gua, yang boleh meluk dia cuma gua. lu ga boleh peluk dia". ucap Raka sambil memeluk cewenya itu.


Justin sudah tau sifat manjanya Raka mulai keluar, dan dia harus keluar dari ruangan karena tidak ingin melihat perbucinan. sementara, ditempat lain bi Vira dan juga anaknya sedang di bawa oleh polisi. namun, Gesta tidak dibawa karena Gesta tidak tau apa-apa soal pembunuhan yang dilakukan oleh mamanya.


"mah! mamah!".


Gesta menangis lalu dia masuk ke kamar ibunya dan melihat banyak sekali uang didalam tas. Gesta berniat untuk menghabiskan uang itu, padahal uang itu akan dibuat bayar kontrakannya itu. setelah selesai menghabiskan, Gesta dihampiri seorang ibu-ibu yang akan menagih hutang mereka atas kontrakan itu. Gesta langsung kabur begitu saja, lalu tak tahu entah kemana dia pergi.


at 1 o'clock in the afternoon


Raka membawa pacarnya jalan-jalan sambil infusnya dibawa kan oleh Justin. Raka sengaja membawa pacarnya jalan-jalan dengan kursi roda, supaya pacarnya tidak kelelahan berjalan.


"baby, kita bakalan jalan-jalan sepuasnya. kamu juga ga perlu kecapean karena aku yang dorong kursi rodanya".


Caca tertawa kecil lalu melihat sekilas ada cowok yang pernah dia lihat. dia berpikir siapa cowok itu, lalu refleks dia berteriak kepada Raka.


"Raka, Raka".


"baby, kenapa? ko teriak?". tanya Raka panik.


Caca menunjuk di bagian ujung taman itu, Raka melihat ada cowok yang minta-minta dan jelas itu adalah sepupunya. Raka menitipkan pacarnya kepada Justin lalu dia pun berlari untuk menemui sepupunya itu.


"Gesta?". panggil Raka.


Gesta mendongakkan kepalanya dan terkejut lalu dia pun berlari namun ditahan oleh Gesta.


"Gesta, apa yang terjadi sama Lo?". tanya Raka.


Gesta masih enggan menceritakan kejadian yang menimpanya karena malu dengan Raka. tapi, Raka memaksa Gesta untuk menceritakan kejadiannya. tiba-tiba saja Gesta menangis lalu memegang kedua kaki raka untuk meminta maaf.


"Raka, maafin gue. hiks, gara-gara nyokap gue pacar Lo dirawat dirumah sakit. maafin nyokap gue karena udah ngebunuh orang tua Lo."


Raka langsung memegang kedua pundak Gesta lalu memeluk sepupunya itu.


"Gesta, dengerin gua".


Raka mengelap air mata sepupunya itu.


"gua tau Gesta, gua udah maafin lu sama nyokap lu. lagian sekarang cewe gua udah baik-baik aja".

__ADS_1


"tapi, tapi gue ngerasa bersalah banget sama Lo".


Raka memandangi sepupunya itu dengan iba. Justin pun menyusul Raka dengan Caca. Gesta yang melihat pacarnya Raka, langsung bertunduk lalu meminta maaf atas kesalahan ibunya. awalnya Caca yang membenci sepupunya Raka, sekarang malah baik lalu memaafkan kesalahan yang dibuat oleh ibunya. lalu Raka ingin membawa Gesta ke rumahnya, tapi Gesta menolak.


"ga Raka, gue ga pantes menginjakkan kaki di rumah lu. gue ngerasa kalo gue ga pantes jadi sepupu lu lagi".


Gesta menjauh dari Raka lalu dia pergi. saat Raka akan mengejarnya. dia ditahan oleh Justin.


"ga bisa Justin, dia sepupu gua. gua ga bisa biarin dia di pinggir jalan kek gitu".


Raka menuju ke pacarnya dan membawanya kembali ke rumah sakit agar dia bisa beristirahat.


At the Hospital


Raka memindahkan pacarnya ke kasur lalu dia juga akan pergi ke luar untuk mencari Gesta. tiba-tiba saja, seorang wanita paruh baya dan juga pria yang mungkin berusia 40 tahunan datang ke ruangan Caca. wanita itu memeluk Caca dengan erat dan juga pria itu.


"papa?".


pria itu tersenyum lalu mereka berdua pun berpelukan karena sudah 4 tahun Caca tidak bertemu orang tuanya itu.


"how are you, my daughter? dad is very worried. he says you fell from 3rd floor? How? does it still hurt?" tanya papanya dengan bahasa Inggrisnya.


"I'm fine ma, there is also Raka who takes very good care of me".


pria itu menoleh kepada Raka lalu berterima kasih karena sudah menjaga putrinya dengan sangat baik.


"dad, she's my boyfriend."


papanya terkejut. papanya masih tidak percaya Raka yang rambutnya acak-acakan dan juga bertato di bagian lengannya.


"This is really your boyfriend?". tanya papanya.


"yes, dad".


papanya menatap cowok itu lalu bertanya.


"Are you sincerely going out with my child?".


Raka menjawab mereka sudah pacaran selama 1 tahun dan Raka sangat tulus mencintai Caca.


"yes uncle, I really love your child".


papanya pun tersenyum lalu berkata bagaimana jika mereka melakukan resepsi, dan bisa dibilang bertunangan. Raka dan Caca terkejut bukan main.


"dad, are you serious? I did the reception? Mom, come on, I'm 18 years old".


"yes my son, the reception will be held in 3 months".


Raka semakin kaget karena resepsi itu akan dilakukan 3 bulan mendatang. sementara, 3 bulan mendatang itu akan ada ulangan akhir semester. Raka pun di tanya apakah mau melakukan resepsi itu.


"but uncle, in the next 3 months I will have a final exam at the end of the semester, so isn't the reception too early?"


"uncle, knows Raka, but can't you do that test after the reception?".


"Ah, I agree uncle. but..ah forget it


papanya pun tersenyum lalu papanya akan menyewa tempat yang bagus untuk melakukan resepsi itu. mama papanya pun pergi untuk mencari tempat-tempat yang bagus untuk resepsi itu.


"Raka, apa bener kita bakal tunangan?". tanya Caca.


"baby, aku sebenernya ingin tunda resepsi itu. tapi, biar bikin orang tua kamu seneng, aku terima aja".


"Raka, makasii".


"You're welcome, baby".


at the Raka gang headquarters


"what?!".


semua teman-temanya kaget karena Raka akan bertunangan dalam 3 bulan mendatang.


"lu serius ka?". tanya vino sambil mengisap rokoknya.


Raka hanya mengangguk lalu meminta mereka supaya memilihkan kemeja yang bagus untuk dipakai.


"gua minta bantuan lah, milih kemeja yang bagus".


"udah deh lu tenang, kita pasti bakal bantu Lo".


namun disisi lain, ada cewek yang mengobrak-abrik meja riasnya karena mendengar ketika Caca dan Raka akan bertunangan.


"argh! gua ga akan biarin itu terjadi!". ucap dara sambil membanting vas bunganya.


hello? masih mau tau kelanjutannya? vote dulu dong


xixi

__ADS_1


have a nice day^^


__ADS_2