RAKA

RAKA
14. Diteraktir JAvier


__ADS_3

Hampir seluruh anak di kantin menatap kedatangan Cady dan Javier. Berbagai bisik-bisik tetangga bisa di dengar oleh Cady. Tapi dia tidak memperdulikannya. Dia merasa tidak melakukan kesalahan apapun berteman bersama javier.


Walaupun dia tahu kalau Javier dan Raka memiliki hubungan yang tidak baik. Tapi yang tidak memiliki hubungan baik mereka bukan cady. Lagi pula hari ini cady senang karena akan diteraktir oleh Javier.


Padahal baru beberapa waktu lalu Cady makan. Bahkan Javier masih tidak menyangka wanita yang di sampingnya memiliki nafsu makan yang sangat besar.


"Javier kamu teraktir akukan?" tanya cady yang membuat pria itu tertawa.


Seluruh isi kanti terkejut bukan main. Seorang javier yang hampir sebelah dua belas sama kulkas. Javier dan Raka adalah laki-laki yang sama yaitu dingin dan jarang berbicara. Tapi pemandangan hari ini membuat para murid perempuan senang sekaligus iri.  Bagaimana tidak Javier sekarang tertawa bahkan tersenyum lembut pada Cady.


"hahahhahaha ya aku teraktir. Sana pilih sesuka hatimu saja." ucap javier yang sangat gemas dengan tingkah rakus gadis di depannya.


"Kamu mau pesan apa ? biar sekalian aku pesanin." tanya cady.


"Aku jus jeruk  ajah." ucap Javier yang tidak lupa sebuah senyuman muncul di wajah tampannya.


"wow gila prince javier tersenyum. Rasanya ingin aku karungin."


"Gila tampan banget."


"Nikmat apa dunia ini ya allah."


Itulah ucapan dari para murid perempuan yang sedang terpesona dengan Javier. Sedangkan Javier tidak terlalu memperdulikan mereka. Dia tetap fokus menatap Cady yang sedang becanda dengan ibu kantin. Bukan hanya canti tapi cady juga bukan orang yang membedakan seseorang dari kekayaan.


Hal itu membuat javier semakin tertarik untuk mendekati Cady. Dia tidak sadar kalau dari meja di pojok yang bisa cady tempati. Seorang pria menatap kesal dengan kedua orang itu. Tanpa dia sadari dirinya merasakan cemburu karena kedekatan cady dan Javier.


"Kenapa meraka dekat banget gitu?" ucap Chiko.

__ADS_1


"Paling juga si cady mau morotin tuh anak. Lihat wajah senangnya saat mengatakan pesanannya." Ucap Etros yang tidak terlalu peduli dengan kelakuan sahabat perempuannya. Keduanya sudah menjadi seorang sahabat. Karena itu Etros perlahan mengenal Cady di banding ketiga sahabatnya.


"Bagaimana kamu tahu itu?" Tanya Sean.


"Ya tahulah gini-gini kita sudah sahabatan. Tiap malam juga dia cerita. Selain itu dia tidak akan tertarik sama javier orang dia lagi pengen deketin Raka." ucap Etros yang tidak sengaja membuka rahasia Cady. Sayangnya apa yang diucapkan oleh Etros tidak sepenuhnya benar.


"Tuhkan sudah aku duga juga dia mah mau  dekatin Raka. Cady ternyata seperti cewek lain." ucap Sean.


"Enak saja lu samain sahabat gue sama cewek murahan." ucap Etros yang tidak terima.


"Masuk mendekati Raka adalah pengen jadi sahabatnya bukan jadi pacar. Jangan suka potong ucapan orang deh." ucap Etros yang tidak sadar membuat Raka sedikit kecewa.


Entah kenapa dia senang saat mendengar kalau Cady sedang mendekatinya. Tapi mengetahui fakta kalau Cady hanya ingin menjadi sahabatnya. Hati kecilnya sedikit terluka. Mungkin Raka sudah mulai merasakan kenyamanan berdekatan dengan Cady.


Cady yang sudah membawa pesanan makannya langsung di rebut oleh javier. Awalnya Cady mengajak cowok itu ke meja Raka. Tapi Javier langsung menolak. Akhirnya Cady lebih memilih mengalah saja. Apalagi makannya di bayar oleh Javier.


"aku masih lapar karena kamu rebut makanan aku tadi." ucap Cady.


Javier mengelap sisa nasi yang tertinggal di pinggi bibirnya. Semua tindakan Javier pada Cady membuat para murid perempuan lain para iri. Bagaimana perlakuan Javier sangat manis pada Cady. Apalagi bagaimana pria itu memperlakukan dan mendengarkan setiap cerita Cady. Rasanya ingin merebut posisi duduk Cady saat ini.


"Telan dulu baru ngomong." ucap Javier yang dianggukkan kepala.


Tiba-tiba sebuah dering hp dari saku Javier. Dia mengambil dan melihat sebuah pesan. Wajahnya langsung berubah. Cady yang sadar dengan perubahan Javier langsung menepuk tangan pria di depannya.


"Ada apa javier?" tanya cady.


"Gak Cad, aku kaya pergi duluannya. makannya pelan ajah. Aku sudah bayar kok." ucap Javier sebelum meninggalkan cady yang menatap bingung.

__ADS_1


PAda akhirnya Cady membawa makannya pada meja Raka. Sean dan Chiko menatap tajam pada Cady. Raka tidak terlalu memperdulikannya. Dia fokus dengan  tabletnya. Sedangkan Etros masih sedikit kesal dengan sahabat barunya. Karena permintaan gila yang berakhir lebam di wajahnya yang masih belum hilang.


"Kamu ngapain di sini?" tanya Chiko dengan nada sinis.


"makanlah." ucap Cady.


"Kamu kenapa pindah udah di sana saja sama beb kamu." ucap Sean.


"Kamu pindah kesini karena ditinggal pergi ya." ucap Chiko yang mencoba memanasi Cady. Sayangnya Auri sama sekali tidak terpancing dengan ucapan mereka.


"Apasih kalian geje banget. Siapa juga beb aku. Orang tadi dia cuman teraktir makan aku karena sudah nyuri makanan aku pas di roottof." ucap Cady dengan santainya.


Raka meremas tangan saat mendengar kalau Cady bersama javier di roottof. Rasanya sehari ini mereka selalu berduan terus. Entah kenapa dia tidak rela kalau cady bersamaan terus dengan Javier.  Musuhnya dari kelompoknya.


"BTW nih, Etros aku mau minta maaf tentang yang kemarin." ucap Cady dengan wajah yang sangat memelas. Dia sadar sudah keterlaluan pada sahabatnya. Tapi berbeda dengan Cady, Etros merasa harga dirinya sedikit tercubit. Bagaimanapun dia kalah dan kenapa Cady harus meminta maaf.


Etros tidak menjawab ucapan Cady. Dia masih belum bisa menerima kekalahannya. Sean dan Chiko sangat tahu kalau Etros sekarang  kesal pada dirinya.  Etros yang merupakan anggota terkuat setelah raka malah dengan mudah dikalahkan oleh gadis seperti Cady.


Pasti tidak ada yang percaya gadis dengan ukuran yang pendek dan sedikit gempal. Bisa dengan mudah membuat Etros babak belur. Bukan hanya itu saja Etros sama sekali tidak bisa membalas serangan dari Cady.


CAdy sadar kalau Etros sedang marah padanya. Makanya dia memiliki Ide untuk membuat sahabatnya tidak marah lagi.


"Untuk permintaan maaf aku. Siang ini aku undang kamu ke rumah. Aku akan membuatkan kue yang banyak buat kamu." ucap Cady.


Sean dan Chiko bertaruh kalau Etros tidak akan meneriam ajakan Cady. Keduanya tahu seberapa tinggi harga diri sahabatnya. Tapi mereka lupa satu hal tentang seberapa cinta sahabatnya terhadap kue buatan Cady. Murid baru yang sudah menarik perhatian mereka sejak hari pertama.


"Gak." ucap Etros singkat padat jelas.

__ADS_1


"Bener gak mau aku buatin kue kesukaanmu yang banyak. Sebanyak yang kamu mau deh." rayu Cady yang membuat Etros tidak bisa menolak penawaran yang sebesar ini. Etros akhirnya menganggukan kepala yang membuat Sean dan Chiko terkejut. Sedangkan Raka sudah tahu kalau Etros akan menerima tawaran gadis itu.


__ADS_2