
hari semua sekolah heboh dengan kedatangan murid baru dengan tampang dinginnya dan juga penampilannya yang terkesan bad boy. cowok itu sekilas melihat lapangan basket dan terlihat Raka yang sedang memanjakan pacarnya itu.
"gue datang, Raka" batinnya.
in class IPS 1
Bu Nia pun masuk dan menyuruh murid-murid untuk duduk, lalu Bu Nia pun menyuruh cowok yang tadi memperkenalkan diri. Caca melihat cowo itu tanpa berkedip sekalipun.
"ganteng banget, eh astaga. ya ampun Caca inget! kamu udah punya Raka!" batinnya sambil menggeplak pipinya pelan.
"perkenalkan, nama saya Leon Agatha. saya pindahan dari Amerika. semoga kita bisa berteman baik"
Leon pun duduk disamping cewe cupu, yang bernama Liza Rosetta. Leon menyapa Liza, namun Liza hanya menengok lalu lanjut membaca bukunya.
"ni cewek bisa gue manfaatin nih" batin Leon sambil tersenyum licik.
in the school canteen
Leon masih melihat Raka dan juga Caca masih bercanda ria, lalu dia ketahuan oleh Caca, dia pun langsung pergi. Caca masih heran, cowok itu kenapa.
"kenapa baby?" tanya Raka.
"ah enggak kok, cuma ngeliat murid-murid yang lagi main basket".
tapi pandangan Raka malah tertuju pada cowok yang bernama Leon itu. dia heran, mengapa cowok itu berlalu lalang hanya untuk melihat kemesraan mereka.
"baby, aku ke toilet dulu ya". pamit Raka.
Raka hanya mengangguk, sementara Raka mengejar cowok itu sampai dibelakang halaman sekolah.
"woi! berhenti lu!".
teriakan Raka membuat cowok itu berhenti. Raka bertanya kenapa cowok itu selalu memandanginya dan juga Caca. cowok itu pun membuka maskernya, dan tau lah kalian dia siapa.
"l-leon?!"
Leon hanya tertawa kecil, lalu melihat dari atas ke bawah.
"raka, lu udah beda ya? makin cakep. udah pacaran sama Caca lagi".
"mau apalagi lu Dateng ke sini?". tanya Raka penasaran.
"simpel aja, cuma mau rebut Caca dari lu".
Raka membelalakkan matanya, dan mengancam akan menghajarnya habis-habisan jika sampai dia merebut Caca darinya.
"tikung, Sabi tuh".
kemarahan Raka semakin memuncak, dia pun menghajar Leon sampai-sampai guru BK berteriak dan menghentikan perkelahian itu. Raka dan Leon pun disuruh ke ruang BK untuk menjelaskan kenapa mereka berkelahi.
"siapa yang memulai duluan ini?" tanya Bu Rika sambil mengambil pulpen untuk mencatat nama mereka.
dari sini, Leon mulai memfitnah Raka. jika Raka yang memulai duluan.
"saya ga tau Bu, padahal saya cuma pengen ikut bermain basket. tapi dia bilang saya tidak cocok untuk bermain bersama mereka. justru saya malah dihajar sampai seperti ini".
Raka pun membantah perkataan leon. bahwa bukan Raka yang memulai duluan, tetapi Leon. tapi, sudah terlanjur Bu Rika percaya dengan Leon. akhirnya Raka pun dihukum lari di lapangan, sebanyak 50 kali. Raka menolak hukuman itu, tapi jika ditolak, Bu Rika semakin marah. akhirnya, Raka keluar dari ruang BK dengan sangat kesal.
"nikmatin hukumannya, pffttt".
Leon pun tertawa lalu meninggalkan Raka yang masih kesal dengan fitnah dari Leon. Raka pun mulai berlari di lapangan basket, baru saja dia berlari 15 kali, dia sudah sangat lelah. cuaca di lapangan juga sangat panas. dia pun melanjutkan larinya sampai ke titik 30 kali. Caca yang melihat kenapa Raka dihukum, menghampiri Raka yang berkeringat dan ngos-ngosan.
__ADS_1
"Raka? kamu kenapa?"
Raka melihat Caca yang sekarang sudah ada didepannya. saat akan memeluknya, Raka secara tiba-tiba pingsan.
"Raka! ya ampun, Raka bangun! Raka kamu kenapa Raka"
Caca terus menepuk pipi Raka supaya Raka bangun, pak saleh, seorang guru agama. melihat Caca sedang menepuk pipi Raka.
"astagfirullah, nak ini kenapa?" tanya pak saleh bingung.
"tadi saya ngeliat Raka lari-lari lapangan pak, pas saya mau samperin Raka tiba-tiba pingsan".
pak saleh pun segera membopong Raka ke UKS. setelah beberapa menit, Raka tersadar dari pingsannya. dan dia juga melihat Caca yang tertidur karena menunggunya untuk sadar.
"baby?"
Caca mengucek kedua bola matanya dan senang karena Raka sudah sadar.
"Raka? akhirnya kamu sadar"
Raka memegangi kakinya yang masih sakit, Raka pun bertanya kenapa dia bisa di UKS.
"kamu pingsan di lapangan basket, kamu kenapa? kok lari-lari gitu?"
Raka menjelaskan jika dia difitnah sama cowok yang bernama Leon. mereka berantem cuma, gara-gara Leon yang akan merebut Caca darinya.
"ya ampun Raka, udah biarin aja. lagi pula dia cuma bercanda kok".
walau Caca menganggap itu sebagai bahan canda, namun tidak dengan Raka. Raka menganggap hal itu serius. dan Raka tau, jika Leon balas dendam atas kejadian waktu 3 tahun lalu.
"baby, aku mau ke kelas".
Caca pun tersenyum lalu, membantu Raka untuk pergi ke kelas. namun, Raka merasakan sakit yang hebat dikakinya. sampai membuatnya tidak kuat untuk berjalan. Caca menyuruh Raka untuk beristirahat saja di UKS, tapi Raka menolak. dia tetap ingin pergi ke kelas walau kakinya sangat sakit.
beberapa kali Raka berteriak karena kesakitan. Raka pun meminta untuk duduk dikursi depan kelasnya karena dia sudah tidak kuat untuk berjalan lagi.
"baby, sakit banget".
Caca berusaha memijat kaki Raka pelan-pelan, tapi Raka semakin kesakitan. Caca pun punya ide, untuk terapi kakinya Raka. Raka pun terkejut, dan langsung menolak ide itu mentah-mentah. tapi Caca memaksa, dan akhirnya Raka pun mau. terpaksa lho yaa.
Raka therapy
Raka masih menunggu gilirannya untuk dipijat. melihat banyak yang berteriak kesakitan, Raka semakin takut untuk melakukan terapi itu.
"Raka, ayo giliran kamu".
Raka hanya pasrah menerima keadaan. Raka pun disuruh tiduran dikasur, dan terlihat seorang bapak tua yang akan memijat Raka dengan tangan yang dibaluri minyak. baru saja bapak itu menekan kaki Raka, Raka sudah berteriak sekencang mungkin. wajahnya sudah berkeringat menahan rasa sakit itu. justru, Caca hanya tertawa melihat Raka yang berteriak seperti itu.
"pak! udah pak udah! saya ga tahan lagi!".
tapi Caca malah menyuruh bapak itu untuk memijat kaki Raka supaya Raka kuat untuk berjalan dan lari. Raka memegang kasur dengan sangat kuat, dan keringatnya bercucuran. setelah pemijatan selesai, Raka masih bengong dan Caca pun mengelap keringatnya Raka dengan tisu yang dia bawa tadi.
"udah ya Raka, jangan teriak lagi. udah selesai loh xixi".
Raka melihat pacarnya yang masih mengelap keringatnya, dan memanggilnya dengan nada lemas.
"b-baby? udah selesai kan?" tanya Raka lemas.
"udah Raka, yok bangun".
Raka bangun dan berdiri lalu merasakan jika sakitnya masih ada sedikit. tapi dia sudah bisa untuk berjalan. tapi jalannya pelan dulu.
__ADS_1
"baby, aku laper".
dari sini lah Raka mulai manja, mereka pun berhenti di restoran yang cukup ramai.
"mau pesen apa Raka?". tanya Caca.
"beef steak aja deh, kalau kamu?".
"yaudah sama, tunggu ya".
"iya."
caca mengambil ponselnya lalu ingin mengirim file yang di minta oleh Sarah tadi. Raka langsung tiduran dipaha Caca sambil berkata jika dia ingin manja.
"baby, laper. mana si makanannya?". tanya Raka sambil mengambil hp pacarnya.
"ish Raka, aku mau ngirim file nya dulu".
"jawab dulu, kapan makanannya Dateng?".
"ya mungkin bentar lagi lah, udah siniin hp nya".
Raka bangkit dari tidurnya lalu melihat ketika pelayan cowok yang membawakan pesanan mereka.
"silahkan, dinikmati". ucap pelayan itu.
"Raka, udah Dateng tuh. dimakan".
"suapin, baby".
"aih, kan ada tangan sendiri".
"gamau, maunya disuapin".
"iya-iya, ini disuapin".
"hehe, gitu dong".
saat enak-enak makan, tiba-tiba saja didepan restoran rame sekali. sepertinya ada pencuri. Caca ingin melihatnya, tapi di cegah Raka karena itu bukan urusan mereka.
"ga baik baby, itu urusan mereka. bukan kita".
Caca pun melanjutkan makan dan juga menyuapi Raka yang manja itu.
at 3 pm, in front of Raka's house.
Caca langsung merebahkan diri di sofa, dan merasa sangat lelah. seharian ini mengurus Raka.
"Raka, cape banget aku".
Raka mencium dahi pacarnya itu dan menyuruhnya untuk istirahat sebentar.
"istirahat ya my baby". ucap Raka sambil mengelus rambutnya itu.
Raka pun pergi ke kamarnya, dan mengambil sesuatu dari rak meja. ingin tau?
"jangan sampai dia tau, maafin aku baby". ucap Raka sambil menaruh kembali kertas itu dirak meja.
hello? ingin tau kelanjutannya?
kertas apa itu? mengapa Raka menyembunyikannya dari Caca? apakah ada salah paham lagi?. jangan lupa vote, biar gua makin semangat.
__ADS_1
have a nice day^^