
sepulang dari rumah sakit, Caca mulai berinteraksi dengan rumahnya dan juga kegelapan yang dia terima seumur hidup. Raka pun kembali ke kamar untuk menaruh baju-baju dilemari. sementara Jeje, dia ingin kembali ke Australia karena dia merasa bersalah atas kejadian yang di alami Caca.
"sudah 3 bulan aku tinggal disini, aku akan pergi saja. maafin aku, Raka Caca". ucapnya sambil membereskan bajunya.
saat Jeje akan pergi, dia di hentikan Raka.
"Jeje, kamu mau kemana?". tanya Raka sambil menuruni tangga.
Jeje berkata dia akan kembali ke Australia, Raka pun mencegahnya dan bertanya kenapa Jeje kembali ke Australia.
"karena aku ngerasa bersalah! aku mau balik ke Australia".
Caca yang mendengar itu, langsung menuju ke Jeje sambil memegang benda sekitarnya. dia pun berusaha mencari dimana Jeje.
"Jeje? jangan balik ke Australia. nanti yang bantu aku siapa?".
Jeje meminta maaf, tapi keputusan Jeje udah bulat. dia akan kembali ke Australia. bahkan Jeje sudah menelfon papanya untuk menjemputnya. Caca mencegahnya lalu tidak ingin Jeje kembali. tapi, Jeje malah melepaskan tangannya dari tangan Caca lalu pergi.
"Jeje! Jeje jangan pergi, Jeje".
Caca mengejar Jeje sampai terjatuh 3 kali. Raka mencegah Caca untuk mengejar Jeje. Caca tidak ingin jeje pergi. lalu dia ingin Raka mencegah Jeje untuk pergi. tapi, Raka tidak bisa, Jeje tidak akan mendengarnya. Caca seketika pingsan dan langsung dibawa ke kamar.
"Jeje!".
teriakan itu membuat Raka masuk ke kamarnya dan mengecek apa yang sedang terjadi.
"baby What is wrong? tell me".
Caca bilang jika didalam mimpinya Jeje tidak jadi pergi ke luar negeri. dan Jeje masih ada di sini. Caca berusaha beranjak dari tempat tidur dan akhirnya dia terjatuh dan tangannya tergores. Raka menyuruh pacarnya untuk ngebiarin Jeje pulang.
"baby, udah ya. Jeje kan mau pulang ke rumahnya".
Caca pun ingin Raka menelfon Jeje, tapi setelah mengecek ternyata nomer Raka di blok begitu juga Caca. Caca bingung harus menghubungi Jeje lewat mana.
after summer vacation.
Raka yang sedang mengerjakan ulangan akhir semesternya bersama Caca. Caca dibimbing Raka cara mengerjakannya. caranya, Raka akan memberitahu pertanyaannya kepada Caca, lalu Caca akan menjawabnya di kotak yang sudah diarahkan oleh Raka. sudah banyak siswa yang tau jika Caca mengalami kebutaan. karena Caca buta, banyak siswi yang memanfaatkan dia untuk di fitnah. Caca yang sudah tidak tahan itu. dia pun memutuskan untuk melakukan ujian dirumah, sambil di bantu pak satpam untuk dibaca kan soalnya.
1 week later
ujian itu pun selesai, Caca duduk di balkon depan kamarnya dan suatu ide gila pun terlintas di otaknya. Caca naik ke balkon dan berniat untuk bunuh diri. karena dia udah ga sanggup terus-terusan dimanfaatin. dan kebetulan Raka sudah pulang, Raka melihat jika Caca berusaha mengakhiri hidupnya. dan Raka berteriak.
__ADS_1
"baby, stop!".
Caca pun lompat dan Raka telat memegang tangan pacarnya itu. Caca terjatuh lalu matanya sedikit terbuka dan melihat bayangan hitam didepannya memanggil namanya, tapi seketika dia pun pingsan. Caca melihat keadaan sekitar, dia sudah berada di kamar dengan Raka yang memegang tangannya disampingnya. dia berpikir, jika tindakan bodohnya akan membuatnya menyesal seumur hidup. tapi, Caca capek harus dimanfaatin terus-menerus oleh orang lain.
"Raka, aku benci. aku benci karena aku buta aku dimanfaatin sama orang lain".
"by, dengerin aku dulu. jangan kayak gini".
Raka memeluknya dengan erat supaya dia berhenti melakukan hal itu. Raka ingin sekali mencari pendonor yang cocok untuk Caca. tapi, dia tidak menemukan pendonor yang cocok. lalu, Raka mempunyai ide gila. dia akan mendonorkan matanya.
"baby, aku yang bakalan donorin mata buat kamu".
Caca terkejut lalu mengatakan jika Raka tidak perlu mendonorkan mata untuknya. Caca memegangi pipi Raka lalu tersenyum dan mengatakan jika Caca tidak apa-apa.
"aku mohon, jangan kek gini".
Raka terus-terusan memohon kepada Caca agar tidak melakukan hal bodoh seperti ini. Caca memegang kedua tangan Raka dan tersenyum.
"Raka, iya aku ga akan ngulangin kejadian ini lagi. tapi, aku ga kuat dimanfaatin terus sama orang-orang".
"hm, oke aku bakalan jagain kamu dan ga akan dimanfaatin lagi sama orang-orang".
Caca tersenyum lalu ingin mengajak Raka jalan-jalan. Raka menuruti kemauan Caca dan memanggil bibi untuk membantu caca ganti baju. seusai ganti baju, mereka pergi jalan-jalan hanya mengelilingi kota saja.
Raka hanya bisa tersenyum dan Raka harus menjadi mata untuk Caca karena dia tidak bisa melihat. Raka turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Caca. Caca sedikit kesandung karena didepannya ada batu.
"maafin by, hihi aku ga tau kalo ada batu disini. jadi ga ngerti deh kalo berhenti disini ada batu".
caca tertawa kecil, lalu berjalan menyusuri taman kota. Raka melihat ada orang yang jualan permen kapas dan itu permen favoritnya Caca.
"kamu tunggu sini dulu yaa".
Caca tersenyum dan diam saja ditempatnya, sementara Raka membeli permen kapas 1 buah tapi berukuran jumbo.
"sayang".
Caca mencari asal suara itu dan teryata Raka yang sedang ada dibelakangnya.
"Raka, ish ngagetin deh".
"hihi maaf sayang, nih ada permen kapas buat kamu".
__ADS_1
mereka duduk dikursi taman dan Raka mulai menyuapi permen itu ke mulut Caca.
"enak ga sayang?". tanya Raka.
"enak banget, ku sukaa".
Raka tertawa kecil dan mereka dihampiri oleh anak kecil yang berpenampilan seperti orang kaya.
"ada apa dek?". tanya Raka.
anak kecil itu memeluk Raka karena ketakutan.
"dek? kenapa?".
"kak, kakak bisa bantuin aku ga?".
"emang bantuin apa?". tanya Raka.
"aku ke pisah sama orang tua aku kak. aku ga tau mereka ada dimana sekarang".
anak kecil itu mulai menangis lalu Raka menenangkannya. lalu Raka bilang jika dia akan membantu anak kecil itu. Raka izin sebentar ke Caca lalu pergi bersama anak kecil itu. sudah 30 menit mereka mencari akhirnya anak kecil itu bertemu dengan orang tuanya.
"terima kasih nak, kamu sudah membantu anak saya". ucap wanita dari anak itu.
"gapapa kok Tante, kalo gitu saya pergi dulu Tante".
wanita itu mengangguk lalu Raka berlari menuju ke Caca. tapi, pandangannya beralih ke musuh geng nya yang bernama Rey. dia menghentikan langkahnya dan melihat sedang apa Rey disana.
"itu kan Rey? dia ngapain?". batinnya.
Rey mengetahui keberadaan Raka lalu pergi dengan berlari. Raka yang penasaran mengejar Rey sampai dia berada ditempat penjualan ikan asin. dia bertanya kepada penjual ikan asin itu.
"maaf pak, apa bapak tau laki-laki yang make jaket hitam sama yang rambutnya acak-acakan?". tanya Raka.
"maaf nak, bapak ga liat". sahut bapak itu.
Raka mengedarkan pandangan dan memang tidak ada Rey sama sekali.
"ini mata gue yang rabun atau apa si". batinnya.
hello? masih mau tau kelanjutannya? vote terus yaa
__ADS_1
have a nice day^^